Makna kata kunci dalam bahasa Indonesia, memang cukup luas. Bila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia makna kunci, berarti : Continue reading
Setahun Perkakasku.com
Saat ini, telah lebih dari 1 Tahun, saya melakukan launching Perkakasku.com. Banyak suka dan duka yang saya rasakan selama mengelola situs belanja perkakas pertama di Indonesia ini. Yang pasti banyak suka-nya karena ternyata sambutan terhadap Perkakasku.com melebihi dari apa yang saya harapakan.
Perkakasku.com adalah proyek impian saya yang benar-benar terwujud. Nama domain-nya sendiri sudah saya cari lebih dari 2 tahun sebelum domain itu sendiri terdaftar. Memang mencari domain yang menarik dan mudah diingat bukanlah hal yang gampang. Saya memang mencoba menggunakan nama yang baru, bukan nama toko yang sudah saya dirikan yaitu Multi Mekanik. Karena sejak toko ini saya dirikan sejak tahun 2003, saya sendiri merasa nama ini cukup sulit diingat oleh para pelanggan.
Perkakasku.com sebenarnya telah saya coba bangun sendiri sejak tahun 2006, dimulai dari pencarian software apa yang cocok. Pencarian pada banyak software yang ada terutama opensource seperti OsCommerce, Joomla, Zencart, dll kurang mengena, karena saya kurang sreg dengan sistem-nya selain itu saya ingin software ini dapat terintegrasi dengan software yang telah terbangun untuk toko offline saya selama ini. Hingga akhirnya saya putuskan untuk membangun software sendiri from scratch. Memang bukan perkara yang mudah, tapi mungkin karena jiwa programmer yang ada di dalam diri sejak kecil, saya bener-bener nekad membuat segala sesuatunya sendiri.
Karena proses pembangunannya dilakukan sendiri maka mental benar-benar bicara. Banyak sekali alasan yang membuat proyek ini pembangunannya berjalan demikian lambat. Alasan yang paling banyak saya cari adalah waktu dan konsentrasi, memang sulit membagi waktu dan konsentrasi antara mengelola toko offline, untuk keluarga, apalagi mengurus my twins boys yang baru lahir tak lama setelah proyek ini seperempat jadi, benar-benar tantangan tersendiri. Belum lagi ada ‘mainan’ baru, yaitu ngoprek linux , yang tambah-tambah bikin proyek ini kedodoran
Menentukan desain adalah hal lain yang memperlambat proyek ini, karena terus terang saya kurang begitu ‘nyeni’. Untuk mengatasi ini saya mencoba dengan membaca buku Principles of Beautiful Web Design , buku ini sedikit membantu mengatasi ‘kekurang-seni-an’ saya. Akhirnya lengkaplah sudah, total waktu pembangunan website ini lebih dari satu tahun.
Pemecut untuk mempercepat proyek ini adalah dengan mendaftarkan domain, dan mulai menyewa hosting. Karena pada waktu meniatkan diri membangun proyek ini saya sudah pasang target, jadi atau tidak pertengahan 2007, Perkakasku.com harus sudah go live. Awal Januari 2007, domain perkakasku.com saya daftarkan beserta hostingnya di masterweb. Dengan terdaftarnya domain dan ‘investasi’ berupa sewa hosting selama 2 tahun, bila saya tak cepat-cepat me-launching Perkakasku.com, berarti ada kerugian yang saya catat pada pembukuan di toko Multi Mekanik.
Sekitar bulan Maret, software yang saya buat sudah hampir jadi, atau bisa dikatakan sudah memasuki tahap beta. Hal berikutnya yang dilakukan adalah uji coba, dengan bantuan keluarga dan rekan-rekan tercinta akhirnya software tersebut bisa dikatakan ‘lulus’. Berikutnya tahap yang membuat rasa ‘hoream’ kembali muncul yaitu memasukkan data produk. Scan brosur, edit gambar, input spesifikasi, dan sejenisnya ternyata cukup memakan waktu, karena memang cukup banyak produk yang harus diinput, apalagi sendirian dan dibantu oleh istri tercinta.
Setelah total produk yang masuk kurang lebih 100-an, atau tepatnya tanggal 12 Mei 2007, saya paksakan diri untuk melaunching Perkakasku.com. Memang jumlah tersebut masih sangat sedikit untuk jenis produk perkakas, tetapi kalau tidak dipaksakan ya.. ngga akan launching-launching. Bahkan hingga saat ini pun sebenarnya jumlah produk yang terpampang di Perkakasku.com belum sampai 20% dari jumlah barang yang ada di toko. Untuk mempermudah, produk yang diinput saya fokuskan pada produk yang branded dan ready stock di toko. Setelah launching yang berikutnya dipikirkan, siapa ya yang mau lihat Perkakasku.com.
Mulailah saya mengeluarkan modal untuk menggunakan layanan Google Adwords, yang ternyata cukup mujarab. Hanya dalam hitungan hari, pengunjung potensial mulai berdatangan. Seminggu setelah launching sudah ada transaksi. Yang tak saya sangka transaksi datang dari konsumen yang sangat jauh, yaitu dari tanah Papua. Saya bersyukur sambutan terhadap Perkakasku.com ternyata sangat baik, pelanggan sedikit demi sedikit bertambah dari seluruh pelosok Indonesia. Pengunjung Perkakasku.com dari Bandung, hampir sebagian besar datang berkunjung ke toko offline Multi Mekanik. Pengunjung dari luar kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Kerawang, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Semarang, bahkan hingga luar pulau seperti Batam ada pula yang menyempatkan diri datang langsung untuk berkunjung ke toko Multi Mekanik.
Layanan demi layanan mulai saya tambahkan di Perkakasku.com, seperti pembayaran melalui Paypal, E-Gold, dan kerjasama dengan PT. Nusa Satu Inti Artha (NSIAPay), untuk melayani pembayaran kartu kredit dalam Rupiah. Kemudahan dalam pengiriman dan juga menghitung biaya pengiriman secara cepat, sehingga semua transaksi dapat dilakukan secara cepat. Hampir 90% pesanan, dapat saya kirim pada hari yang sama bahkan pada sore hari, sehingga barang dapat diterima di kota tujuan keesokan harinya. Layanan cepat dari Perkakasku.com ini, saya harap dapat memberikan nilai lebih bagi para pelanggan.
Setelah launching juga banyak sekali tantangan hingga ‘kebodohan’ yang seringkali saya alami dan lakukan. Yang namanya usaha, selalu ada saja saat sepi transaksi, hal ini seringkali malah mengendurkan semangat. Tetapi ketika transaksi ramai, baik offline maupun online seringkali banyak konsumen yang tidak dapat terlayani dengan baik dan juga banyak transaksi yang lepas, karena memang benar-benar tak terhandle. Ada juga ‘kebodohan’, karena terlalu pede mengubah script tanpa melalui tahapan ujicoba, saya pernah kehilangan banyak sekali transaksi. Ada pelanggan yang menunggu kenapa ordernya tidak proses, tetapi saya sama sekali tidak mengetahui keberadaan order tersebut hanya karena kesalahan script tersebut. Masih untung ada beberapa transaksi yang dilakukan by phone sehingga dilakukan secara manual.
Adanya pesaing, saya rasa membuat bisnis perkakas online ini lebih menarik. Karena semua itu dapa menjadi pembelajaran dan memecut untuk saya untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi pada konsumen. Seiring dengan mulai lebih dikenalnya Perkakasku.com, yang dapat dilihat dari meningkatnya jumlah konsumen, transaksi, traffic ke web, peringkat Alexa, dll. Saya akan terus berusaha mengembangkan Perkakasku.com ke arah yang lebih baik.
Adsense tidak Indonesian Friendly lagi?
Bila bulan maret kemarin iklan adsense di situs saya nongol, beberapa hari terakhir ini saya melihat iklan adsense kembali menghilang. Begitu juga dengan pendapatan di adsense yang tadinya sudah menunjukkan tanda-tanda ‘kaharti’ sekarang mulai nol sepanjang hari, atau hanya beberapa sen saja. Ga tahu nih, apakah google sudah menganggap adsense pada situs berbahasa Indonesia sudah tidak lagi menguntungkan atau ada kebijakan lainnya. Tetapi saya lihat ini juga terjadi pada situs-situs berbahasa Indonesia lainnya. Hmm sayang juga nih kalo sampai seterusnya begini. Padahal beberapa minggu terakhir saya sudah mulai merasakan naiknya pendapatan pada adsense, lumayan untuk penghasilan tambahan. Bukan rejekinya kali
semoga ini tidak berlangsung lama.
Pemasaran Melalui Relasi
Ketika ketika memulai suatu usaha, entah itu menjual produk ataupun jasa, sudah sangat lumrah bila konsumen pertama yang kita cari adalah relasi kita sendiri. Relasi dapat berarti keluarga, teman, tetangga, temannya teman, temannya tetangga, temannya keluarga, dan seterusnya. Ketika kita mulai membuka usaha, pasar yang kita coba awalnya pasti berasal dari relasi kita sendiri. Bila saya melihat profil-profil wirausaha sukses yang diwawancara oleh media seperti majalah, koran atau televisi, kesuksesannya sebagian besar selalu diawali dari penjualan pada relasi.
Relasi biasanya merupakan pasar yang wajib kita garap terlebih dahulu ketika kita akan memulai usaha. Keberhasilan menggarap pasar relasi kita adalah kunci ke-pede-an untuk melanjutkannya pada pasar yang lebih luas, untuk itu kita harus dapat mengelola relasi kita sebagai customer sebaik mungkin. Pengelolaan relasi jelas tidak sesulit pengelolaan konsumen di luar relasi, karena jelas kita sudah memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Tetapi pengelolaan yang salah dapat berakibat bukan hanya hancurnya bisnis kita, tapi juga hubungan baik yang selama ini telah dimiliki.
Mengelola relasi sebenarnya gampang-gampang sulit, karena selama produk atau jasa yang kita tawarkan baik sebenarnya tak akan terlalu sulit bagi mereka untuk membeli. Bila dari konsep pemasaran 4P (Product, Price, Place Promotion), yang tersulit adalah pemberian harga (Price) yang tepat untuk mereka, karena adanya hubungan relasi membuat kita segan untuk mengambil keuntungan dari mereka. Tak jarang karena rasa segan ini akhirnya banyak yang ‘kerja bakti’ untuk relasi mereka. Bila ini dilakukan hanya sebagai batu loncatan untuk menggapai pasar yang lebih luas, memang sah-sah saja, karena memang ini sama dengan promosi. Tetapi bila bisnis anda memang murni hanya mengandalkan relasi dekat saja, ini jelas akan menjadi masalah besar.
Pada dasarnya konsumen entah itu relasi atau bukan, sama sekali tidak peduli berapa keras usaha anda untuk dapat memberikan produk atau jasa yang sesuai untuk mereka. Yang terpenting adalah mereka dapat mendapatkan harga yang pantas atau semurah mungkin untuk produk atau jasa yang mereka beli. Berbeda kasusnya bila relasi kita membeli atas dasar ‘belas kasihan’ terhadap kita, karena yang mereka beli sebenarnya bukan produk atau jasa kita. Untuk itu kita harus menghindari menjual barang atas dasar ‘belas kasihan’ karena dengan ini kita tidak akan dapat membentuk pasar yang kuat. Karena bagaimanapun ‘belas kasihan’ ada batasnya, pembelian repetitive dari mereka bukan berarti mereka menyukai atau bahkan mengkonsumsi produk atau jasa yang kita berikan.
Bila produk yang ditawarkan merupakan produk yang anda produksi sendiri memang bukan masalah yang besar untuk menentukan harga dan menentukan harga untuk keuntungan yang wajar. Karena relasi kita tidak akan dapat membandingkan dengan produk lain. Tetapi bila yang anda tawarkan adalah jasa, seperti jasa montir, reparasi, arsitek, dan produk jasa lain yang berasal dari kemampuan dari diri sendiri, pemberian harga memang sedikit sulit, karena tidak ada komponen harga yang jelas selain berapa besar anda menilai kemampuan dan waktu anda. Sehingga relasi seringkali menawar dengan harga dibawah pasar bahkan gratis. Bila produk yang anda tawarkan adalah produk yang beredar di pasar, penentuan harga jelas akan sulit karena relasi anda dapat dengan mudah membandingkan harga dengan harga yang ada dipasar. Dengan demikian seringkali kita harus mengambil keuntungan yang sangat tipis atau tak mengambil untung, atau bahkan sedikit rugi. Posisi ini jelas sangat dilematis, di satu sisi usaha anda sebenarnya layak mendapat keuntungan yang sepadan, tapi di sisi lain anda tidak ingin disebut ‘teman makan teman’ atau mengambil keuntungan yang layak dari teman.
Yang menjadi masalah adalah bila bisnis yang anda jalankan memang murni bisnis yang mengandalkan relasi, seperti bisnis Multi Level Marketing (MLM), karena memang target pasarnya memang relasi anda sendiri. Pada MLM, anda akan sangat sulit menawarkan produk dari bisnis ini pada pasar di luar dari relasi anda. Bisnis MLM memang sudah didesain sedemikan rupa, sehingga anda mendapatkan keuntungan dari relasi anda. Seringkali inilah permasalahannya, karena kesannya seperti ‘teman makan teman’. Sehingga inilah yang mengakibatkan MLM seringkali di cap begitu buruk.
Yang membuat citra MLM seringkali lebih buruk di mata masyarakat dan kelompok anti-MLM, adalah cara penawaran bisnis yang menggunakan metode dari perusahaan pendukung jaringan. Metode tersebut memang digunakan untuk mengatasi rasa segan anda untuk mengambil keuntungan dari relasi anda, dan memang metode ini perlu agar bisnis MLM dapat hidup.
Menggunakan cara yang dilakukan oleh bisnis MLM memang tidak selalu cocok untuk semua orang. Tetapi pada bisnis lainpun kita tetap harus memiliki keuntungan yang layak. Bila sebagian besar konsumen kita bukanlah relasi kita, memberikan harga yang murah atau sama sekali tidak mengambil keuntungan dari relasi memang bukan masalah. Tetapi banyak juga kasus hancurnya bisnis yang baik karena terlalu sering memberikan harga yang kelewat murah pada relasi. Memang kehancuran tersebut juga bukan melulu karena pemberian harganya saja, karena terdapat hal lain seperti tidak mampu mendapatkan konsumen dalam jumlah yang layak di luar dari relasi, atau omzet dari relasi kita terlampau besar sehingga bukannya mendapatkan keuntungan tapi kadangkala malah menggerogoti keuangan kita sendiri.
Mengambil keuntungan dalam sebuah bisnis memang suatu keharusan agar bisnis dapat bertahan, tetapi mengambil keuntungan dari relasi memang sangat dilematis. Mau bagaimanapun relasi adalah konsumen juga, dan konsumen selalu berusaha mencari harga yang termurah. Kita harus dapat memberikan harga yang layak bukan saja untuk relasi, tetapi juga untuk kehidupan bisnis kita. Bisnis tetap adalah bisnis.
Adsense mulai lebih Indonesian Friendly
Kalo saya perhatikan beberapa hari terakhir, iklan adsense saya di blog ini maupun di web perkakasku.com sudah mulai menampakkan iklan beneran. Selama ini saya memang malas mengecek penghasilan di adsense karena bisa dibilang teu kaharti. Sebulan paling gede juga dapet 1 dollar doang jadi sebenarnya saya udah merem sama penghasilan di adsense. Lagi kemarin ini saya iseng ngecek beberapa hari ini agak beda nih, sehari mulai banyak yang ngeklik kalo dulu 1 bulan 1 dollar, sekarang tampaknya 1 hari bisa hampir satu dollar. Wah ada yg berubah nih.. Soalnya selama ini hanya postingan saya menggunakan bahasa Inggris, yg baru memunculkan iklan. Bila tak memenuhi syarat, yang muncul iklan gulf hurricane atau iklan layanan masyarakat (PSA). Oleh karena itu iklan tersebut saya gantikan dengan iklan saya sendiri. Juga pada unit adsense saya di perkakasku.com selama ini juga bisa dikatakan tanpa hasil, oleh karena itu sebelumnya iklan selalu saya tampilkan blank dari pada menampilkan iklan psa.
Tampaknya perubahan ini bukan pada di website milik saya saja, beberapa website berbahasa Indonesia yang saya perhatikan juga mulai menampilkan iklan beneran bukan PSA. Wah semoga saja ini bukan cuma sesaat atau karena ada kesalahan pada sistem google. Sekarang saya sedikit semangat untuk menambahkan spot iklan yang berpotensi menambah penghasilan. Hidup Adsense!
Kasus Aneh dari Paypal
Hari ini saya dapat email dari paypal, isinya begini :
———————————————————-
Dear Handi Limidjaja,
As part of our security measures, we regularly screen activity in the PayPal system. During a recent screening, we noticed an issue regarding your account.
Case ID Number: PP-XXX-XXX-XXX (Nomor saya rahasiakan)
For your protection, we have limited access to your account until additional security measures can be completed. We apologize for any inconvenience this may cause.
Continue reading
1 Hari Tanpa Speedy
Sebagai pengguna layanan Telkom Speedy, jelas saya sangat kecewa dengan putusnya jaringan internet ke luar negeri kemarin. Apalagi karena saya bergerak di bisnis online, dengan menggunakan server yang di luar negeri pula. Praktis saya hampir tidak bisa ngapa-ngapain secara online kemarin. Masih untung internet blackout-nya tidak seperti ketika putusnya kabel karena gempa di Taiwan di akhir tahun 2006 yang lalu, sehingga minimal jaringan yang tidak menggunakan telkom masih jalan. Saya menggunakan layanan data 3G dari XL sebagai backup, tapi tetap rasanya kurang maksimal karena saya masih kasihan sama handphone saya yang setengah jam saja sudah panas. Jadi layanan dari XL hanya saya gunakan untuk mengecek email dari konsumen, dan melakukan update status invoice, karena memang kemarin ada beberapa pengiriman.
Sebenarnya ini tidak perlu terjadi bila saya menggunakan server di dalam negeri. Jadi mengapa saya tidak menggunakan server di dalam negeri? Sebenarnya sebelum bulan september 2007 saya masih menggunakan server dalam negeri atau tepatnya yang ada di Telkom. Tetap saya lebih sering kecewanya dibandingkan puasnya. Beberapa kali layanan hosting dengan server di Telkom putus sambung, kata perusahaan web hostingnya sih memang jaringan di sana kurang bagus. Akhirnya setelah putus sambung beberapa kali, saya putuskan untuk memindahkannya ke server luar. Cari web hosting lain dengan server lokal, rata-rata memang menawarkan harga yang lebih mahal dibandingkan menggunakan server di luar negeri. Jadi jangan heran bila bandwith banyak terkuras ke luar negeri.
1 Hari tanpa Speedy sedikit mempengaruhi traffic pada Perkakasku.com, berdasarkan data dari awstat, pada hari kerja (senin – jumat) rata-rata traffic ke Perkakasku.com saat ini sekitar 15000 hits per hari, khusus kemarin traffic-nya turun menjadi 9000-an hits. Tapi setidaknya masih lebih baik dibandingkan weekend (sabtu – minggu) yang rata-rata sekitar 7000 hits. Setidaknya saya masih bersyukur karena masalah dapat segera diatasi oleh Telkom. Tidak terbayang bila jaringan internet ke luar putus beberapa minggu, seperti ketika waktu gempa di Taiwan, berapa kerugian yang harus saya alami, padahal biaya internet dan hosting tetap harus dibayar, tidak bisa nunggak.
Harga Diri Blogger dan Indepedensi Komen
Rame-rame soal kisruh di blognya Pak Budi Rahardjo, dibahas oleh Mas Priyadi dengan topik Independensi Blog. Hal ini sempat membuat saya senyum-senyum, selain memang saya sendiri merasa sebagai salah satu orang yang belakangan ini aktif memberikan komentar yang bersebrangan pada topik-topik postingan mas Priyadi, tapi memang tak terbayang seorang seperti Pak Budi bisa pecah juga emosinya karena hal ini
. Blogger juga manusia, mereka juga punya harga diri, yang bila ada yang menginjak memang bisa marah juga. Tetapi apakah ini artinya tidak boleh ada orang yang bersebrangan pikiran dengannya?
Padahal bagi saya seharusnya tak masalah memberi masukan pada empunya blog, walaupun mungkin dengan cara yang agak kurang baik. Apalagi bagi saya topik yang dijadikan masalah juga sebenarnya bukan topik yang serius-serius amat, seperti pada kasusnya pak Budi. Jadi sebenarnya agak kurang baik Pak Budi menumpahkan kekesalannya di depan umum, padahal dia bisa saja menyampaikannya melalui email ke ybs. Tapi saya lebih melihat ini sebagai suatu hal yang memang sangat mengganggu harga diri pak Budi, dan dia rasa perlu untuk menunjukkannya pada publik untuk tetap menjaga harga dirinya. But well saya sendiri memang tidak terlalu mengenal pak Budi selain dari tulisan-tulisan yang sering saya baca. Saya sendiri juga memang jarang komentar di blognya beliau.
Berkaitan dengan mas Priyadi, saya ngga tahu bagaimana sebenarnya reaksi di balik balasan komen-komen mas Priyadi. Bila saya perhatikan tak jarang komentar pedas yang berujung penyerangan personal pada Priyadi. Selalu ditanggapinya dengan saya tidak emosi kok dengan icon smiley, atau langsung memberikan referensi artikel mengenai tehnik berdebat pada wikipedia
. Melihat tanggapan ini tersebut memang mengesankan Priyadi masih cukup tangguh. Saya memang pernah menyerang Priyadi, dengan komentar saya pada postingan Bedah Sistem MLM. Tetapi saya tidak tahu apakah penyerangannya bisa dikategorikan penyerangan personal, tetapi saya memang tidak bermaksud demikian. Pada topik yang banyak saya komentari yaitu pada ilusi finansial, saya berusaha melakukan debat yang lebih sehat. Tujuannya tak lebih menyampaikan unek-unek yang pada intinya memang bersebrangan dengan apa yang beliau tulis. Karena membaca sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangan saya, cukup membuat saya ‘gatal’ untuk menyampaikan pandangan saya. Untuk membuat beliau berpikiran sama dengan saya ya jelas tak mungkin, karena memang sudut pandang kita berbeda. Satu hal bila dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda memang sulit untuk disamakan, tapi itu menunjukkan banyaknya perbedaan di dunia ini.
Indepedensi blog dan independensi komen harusnya merupakan 2 hal yang harus dihormati. Perbedaan tak bisa dihindari, tergantung bagaimana masing-masing pihak menyikapinya. Sesuatu yang dianggap benar oleh seorang penulis, dan dianggap salah oleh orang lain, memang bisa saja membuat harga diri penulis terganggu. Dan jelas hal ini harus ditanggapi dengan sebijaksana mungkin. Pernah juga baca komentar yang menyebutkan bila tidak berkenan kenapa tidak di delete saja komentar tersebut. Tapi menurut saya, komentar yang tak baik memang bisa saja di delete oleh empunya blog, tetapi selain bila itu merupakan spam, atau sesuatu yang sangat luar biasa, apa bedanya itu dengan pen-’kebiri-an informasi.
Desain Web Toko Online
Untuk urusan desain web, saya akui kemampuan saya terbatas. Sehingga kualitas desain web saya minimal tidak jelek-jelek amat
Mungkin karena jiwa seni saya memang tidak sebaik para ahli desain web. Terlepas dari itu, pada dasarnya saya memang cenderung tidak terlalu suka web yang terlalu ramai, banyak gambar animasi dan flash. Bila saya melihat sebagian besar desain toko online di Indonesia, sebagian besar sangat ramai dengan gambar dengan warna yang mencolok disertai banyaknya gambar animasi dan flash. Saya pribadi kurang sreg dengan desain yang demikian, karena bila semua dibuat ramai, semua harga di-highlight, akhirnya malah pusing dan tidak ada yang menonjol. Memang bukan desain web di Indonesia saja yang seperti itu tapi desain web buatan luar juga tidak sedikit yang begitu.
Waktu membangun situs Perkakasku.com, pilihan antara desain web yang ramai dan yang tidak ramai juga sempat membuat saya bingung. Beberapa toko online saya jadikan proyek percontohan, diantaranya amazon.com, barnesandnoble.com, dan beberapa toko online Indonesia seperti glodokshop, bhinneka, dan lain-lain. Akhirnya saya lebih jatuh hati desain yang tidak ramai seperti di amazon.com. Bagi saya desain tersebut lebih membuat nyaman para pengunjung dengan demikian saya juga menghindari penggunaan animasi dan juga blinking text. Memang satu dua saja tak masalah, tapi takutnya nanti kebablasan
Dalam hal navigasi, saya berusaha membuat navigasi menu yang lebih mudah. Dengan demikian pengunjung dapat langsung mencapai kategori produk yang diinginkan dengan lebih cepat. Pada beberapa web toko online yang pernah saya kunjungi seringkali kita harus melewati beberapa halaman yang bagi saya tidak perlu.
Tetapi apakah web desain toko online saya yang demikian memang disukai atau nyaman digunakan oleh pengunjung? Selama ini memang belum banyak yang memberikan feedback, beberapa feedback yang saya terima ada yang menyebutkan desain web cukup nyaman, sebaliknya ada juga yang memberi masukan bahwa desain web-nya terlalu standar. Ada masukan lagi?
Akhirya, Paypal Bisa Withdraw ke Bank Indonesia
Akhirnya berita gembira kembali datang! Setelah sekitar 4 bulan yang lalu kita bisa menarik uang kita di Paypal melalui kartu kredit, akhirnya sejak kemarin kita sudah bisa menarik dana kita ke Bank di Indonesia. Biayanya sendiri cukup ekonomis, untuk penarikan di bawah Rp. 1.5 juta hanya terkena biaya Rp. 16 ribu, sedangkan di atas 1.5 juta GRATIS! Jauh lebih menarik dibandingkan dengan melalui kartu kredit di mana kita terkena biaya US$ 5 , yang kalau dikonversi ke rupiah ( anggap saja 9300 rupiah per US$) menjadi sekitar Rp. 46500. Nilai tukarnya sendiri cukup kompetitif,, sehingga kerugian akibat selisih kurs dapat diminimalisir.
Dengan demikian kita memiliki alternatif yang sangat baik dalam melakukan transaksi di Internet. Kita tidak lagi harus kehilangan dana karena digunakan untuk membayar biaya virtual office, administrasi rekening di bank us, biaya membeli e-book, dan segala hal-hal yang ngakali lainnya. Karena sekarang untuk mendapat dana kita di Paypal memang sudah tidak usah ngakali lagi.
Tinggal satu hal lagi yang masih saya tunggu dari Paypal, yaitu menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang yang dapat digunakan untuk bertransaksi. Akan sangat menyenangkan bila kita bisa melakukan transaksi dalam rupiah melalui paypal, sama dengan orang singapura dapat menggunakan dolar singapura, di Jepang dapat menggunakan Yen, di RRC dapat menggunakan renminbi / yuan. Dengan demikian kita tidak usah lagi bertransaksi dalam US$ dalam bisnis online, yang memang hanya untuk pasar lokal. Kapan ya itu? Semoga tidak lama lagi