Smackdown : Don’t Try This At Home

Belakangan ini lagi gencar usaha untuk penghentian tayang acara Smackdown di Lativi. Sudah banyak anak-anak yang jadi korban akibat acara ini. Kebayang ga sih kalo gue punya anak yang jadi korban akibat nyobain gerakan banting atau apapun dari acara itu. Padahal Lativi juga sudah menayangkan informasi “Don’t Try This At Home” dengan menayangkan kecelakaan-kecelakan yang dialami oleh para pegulat Smackdown itu.

Gue sendiri juga pernah jadi penggemar acara ini waktu sekitar tahun 2000-an waktu itu gue masih lagi belajar di Beijing. Karena masih ngga ngerti bahasa setempat akhir TV di kamar yang bisa di tonton ya paling program dari Star Sport yang menayangkan acara Smackdown dan RAW. Masih inget waktu itu adalah masa jayanya The Rock dan Triple H. Setahun pulang ke Indo ternyata RCTI juga turut menayangkan acara ini. Udah ngga ikutin lagi sih.. baru belakangan sempet nonton juga di Lativi. Nonton acara itu sih awalnya seneng-seneng aja sih karena tahu diboongin. Tapi yahh namanya juga hiburan.. gue nonton juga karena pengen tahu sampe seberapa ‘garink’ acara ini..

Mungkin namanya anak-anak.. ga tahu mereka itu diboongin.. apalagi mereka merasa macho kalo bisa ngikutin idola-idola mereka di acara itu. Kampanye Don’t Try This At Home juga sebenernya mereka patuhi karena mereka kan cobain di sekolah waktu ketemu temen-temen. Harusnya kalimatnya Don’t Try This at Home and School atau Don’t Try This Anywhere.

Acara ini memang harusnya dihentikan sih.. karena emang bener-bener ngga mendidik. Di amrik sendiri acara ini juga banyak penolakan juga. Tapi kalo di amrik acara ini dihentikan banyak pihak yang dirugikan terutama para pegulat-pegulat itu mau cari makan ke mana. Ngga semua bisa kaya The Rock yang juga laku buat main film. Kalo di Indo kan bodo amat.. yang rugi paling juga Lativi yang udah beli hak siar dan kehilangan pendapatan kontrak iklan. Yang untung lebih banyak.. karena anak-anak jadi ngga punya contoh yang buruk sebagai idola.. jadi stop aja deh siaran di Lativi.. kalo mau nonton masih bisa di Starworld kan :) kalo ini para pengusaha siaran tv berbayar seperti indovision yang untung… hehehehe

Bandung’s Taxi

Headline salah satu koran di Bandung memberitakan demo supir taxi bandung, yang menuntut pencabutan taxi blue bird. In my opinion, mereka melakukan ini karena kalah bersaing dengan perusahaan taxi yang besar dengan brand image yang begitu kuat, dan servis yang baik. Karena tidak punya cara lain untuk mengalahkan taxi ini, mereka berdemo, ‘menggalang kekuatan’, merusak taxi-taxi blue bird, memaksa para petinggi kota Bandung untuk ‘memenangkan’ mereka. Jadi sekarang tinggal bagaimana keputusan para petinggi, apakah mereka lebih memilih memenangkan ratusan supir taxi yang berpenghasilan pas-pasan, bahkan kadang harus nombok setoran, yang memberikan pelayanan yang sangat buruk pada para penumpang dengan masyarakat pengguna jasa taxi yang sangat menginginkan pelayanan yang baik. Yang harus dipertimbangkan adalah sebagian besar penumpang jasa taxi kan berasal dari luar kota, turis dalam maupun luar negeri dan penghasilan menengah ke atas, mereka sangat menginginkan pelayanan yang baik dan saya rasa tarif taxi yang cukup tinggi tidak terlalu bermasalah bagi mereka. Bila para petinggi ‘memenangkan’ para supir taxi tersebut, apa jadinya ya kota Bandung ini, orang Bandung kalau tidak terpaksa tentunya akan malas menggunakan taxi, orang luar begitu datang dari luar kota akan disambut dengan pelayanan dari mobil taxi butut, tanpa ac, panas, harus nawar lagi, kalo maksa pake argo dan tidak tahu jalan bakalan di ajak putar-putar kota Bandung. Kalo para petinggi tidak ‘memenangkan’ para supir taxi apa jadinya nasib para supir taxi yang akan kehilangan penghasilan utama mereka, dari mana mereka bisa cari makan? Permasalahan ini jadi dilematis.. In my opinon, bagaimana kalo blue bird mengakuisisi saja perusahaan taxi di Bandung, para supir tidak akan kehilangan pekerjaan mereka, dan mereka akan diajar bagaimana melayani para penumpangnya dengan baik, mobil-mobil taxi diremajakan, but.. para pemilik perusahaan taxi mau ga ya??? i think it is the win-win solution.. for blue bird, taxi driver, and Bandung.