<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Curahan Pikiran Saya &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://handilim.web.id/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://handilim.web.id</link>
	<description>Segala hal yang ada di pikiran saya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Aug 2011 14:34:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pemerasan Berkedok Pendaftaran Nama Domain dari China</title>
		<link>http://handilim.web.id/2010/07/28/pemerasn-berkedok-pendaftaran-nama-domain-dari-china/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2010/07/28/pemerasn-berkedok-pendaftaran-nama-domain-dari-china/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, saya cukup dikejutkan dengan sebuah email yang datang dari China. Isi emailnya begini : Dear Manager, We are a Network Service Company which is the domain name registration center in Shanghai, China. On July,27th,2010, We received HUATAI Company&#8217;s &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2010/07/28/pemerasn-berkedok-pendaftaran-nama-domain-dari-china/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, saya cukup dikejutkan dengan sebuah email yang datang dari China. Isi emailnya begini :</p>
<blockquote><p>Dear Manager,</p>
<p>We are a Network Service Company which is the domain name registration center in Shanghai, China. On July,27th,2010, We received HUATAI Company&#8217;s application that they are registering the name &#8220;perkakasku&#8221; as their Internet Trademark and &#8220;perkakasku.cn&#8221;,&#8221;perkakasku.com.cn&#8221; ,&#8221;perkakasku.asia&#8221;domain names etc.,It is China and ASIA domain names.But after auditing we found the brand name been used by your company. As the domain name registrar in China, it is our duty to notice you, so I am sending you this Email to check.According to the principle in China,your company is the owner of the trademark,In our auditing time we can keep the domain names safe for you firstly, but our audit period is limited, if you object the third party application these domain names and need to protect the brand in china and Asia by yourself, please let the responsible officer contact us as soon as possible. Thank you!</p>
<p>Kind regards</p>
<p>Angela Zhang</p>
<p>Angela Zhang</p>
<p>Registration Department Manager<br />
3002, Nanhai Building 854.Nandan Road<br />
Xuhui District, Shanghai<br />
Office:  +86 216296 2950<br />
Fax:     +86 216296 1557<br />
web: http://ygnetwork.cn<br />
web: http://www.ygnetwork.cn
</p></blockquote>
<p>Email ini dikirim ke alamat email perkakasku@multimekanik.co.id satu-satunya email yang tercantum di website Perkakasku.com , bukan email yang saya gunakan untuk pendaftaran domain. Saya balas email tersebut untuk menyatakan ketertarikan saya untuk mendaftar domain tersebut lebih dahulu. Tetapi dalam hati ini ada perasaan kejanggalan. Sambil menunggu jawaban saya cari-cari info mengenai email ini, pertama saya tanya ke om google dengan keyword ygnetwork.cn. Hasil pencarian selain menempatkan si empunya ygnetwork.cn pada peringkat teratas, ada banyak artikel dan blog dengan judul domain registration scam. Saya telusuri beberapa blog tersebut dan memang hasilnya menunjukkan banyak orang yang mengalami hal yang sama, sejak tahun 2008. Ada beberapa komen dari blog tersebut yang menyesali telah mengirim uang ke sana. Jadi rasanya sudah cukup membuktikan bahwa email tersebut suatu bentuk pemerasan atau penipuan. Setelah dipikir-pikir ada 160 domain negara, kalo saya harus daftar satu-satu untuk menyelamatkan nama dagang lama-lama bisa bokek juga. Kalaupun suatu saat saya bisa &#8216;go Global&#8217; (amin&#8230;) dengan .com saja seharusnya sudah cukup.</p>
<p>Tidak sampai 10 menit, saya sudah menerima balasan dari nona Angela isinya seperti ini :</p>
<blockquote><p>
Dear Handi Limidjaja:</p>
<p>Thanks for your prompt reply.We knew you have registered the domain name &#8220;perkakasku.com&#8221; and own the intellectual property,<br />
this is why we informed you.But now the Investment company wanted to apply for other cn/asia domain names and<br />
Internet trademark Keyword you have not registered yet,like &#8220;www.perkakasku.cn, www.perkakasku.com.cn, www.perkakasku.asia&#8221;.  It&#8217;s china and asia domain name. You must know Domain name takes open registration, this is international domain name registration principle. So the Investment company has right to register them. As a domain name registrar, we have no right to dispute their application.So required by China government to inform your company to protect your interest. But as the company whose trademarks relate to the applied domains, you will get the priority to register these domain names. </p>
<p>Of course, each company has their own idea. If you don&#8217;t think their application will affect your company, you can give up,<br />
we will finish their registration. The Investment company will become the legal owner of these domain names in the world.<br />
You will be responsible for the loss caused by the matter yourself. But if you think these domain names are useful for your company,<br />
we can send an application form and the price list to you and help you register these within dispute period. This is the only way<br />
to prevent domain name grab. Pls let us know your decision soon, so that we can handle the next step.</p>
<p>Looking forward to hearing your reply.</p>
<p>Best regards,</p>
<p>Ms Angela
</p></blockquote>
<p>Setelah mengetahui motif pemerasan dari si nona ini rasanya saya sudah malas melanjutkan atau membalas emailnya. Apalagi melihat hal kata-kata ini :</p>
<blockquote><p>
The Investment company will become the legal owner of these domain names in the world.<br />
You will be responsible for the loss caused by the matter yourself.
</p></blockquote>
<p>Kata-kata yang cukup provokatif.. </p>
<p>Jadi rekan-rekan sekaliahn berhati-hatilah bila menerima email seperti ini, dari penelusuran melalui google, &#8220;perusahaan&#8221; yang mengirimkan email seperti ini ternyata bukan ygnetwork.cn saja.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2010/07/28/pemerasn-berkedok-pendaftaran-nama-domain-dari-china/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2010/07/28/pemerasn-berkedok-pendaftaran-nama-domain-dari-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Penipuan Berkedok Beli Barang</title>
		<link>http://handilim.web.id/2010/06/19/hati-hati-penipuan-berkedok-beli-barang/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2010/06/19/hati-hati-penipuan-berkedok-beli-barang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 05:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya buka warung di internet, sepertinya tidak pernah berhenti dapat gangguan. Setelah sekitar 2 tahun yang lalu apes dapat kasus fraud kartu kredit. Tepatnya seminggu yang lalu ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dengan cara yang sedikit berbeda. Biasanya &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2010/06/19/hati-hati-penipuan-berkedok-beli-barang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang namanya buka warung di internet, sepertinya tidak pernah berhenti dapat gangguan. Setelah sekitar 2 tahun yang lalu apes dapat kasus fraud kartu kredit. Tepatnya seminggu yang lalu ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dengan cara yang sedikit berbeda. Biasanya penipuan model gini dilakukan untuk penipuan undian berhadiah.</p>
<p>Ceritanya dimulai waktu sabtu pagi, ada yang telepon mengaku dari Cianjur dan berminat beli genset. Genset dia mau yang paling bagus, akhirnya saya tawarkan genset buatan Jepang. Setelah deal harga, beliau janji akan transfer segera. Tetapi saya tekankan dulu bahwa barang baru akan dikirim hari senin, jadi silahkan transfer hari senin. Untuk menegaskan keseriusannya orang tersebut mengirimkan alamat pengiriman di cianjur, dan kemudian janji akan transfer segera. Tak lupa beliau menanyakan no rekening, dan juga no. HP saya.</p>
<p>Sekitar siang hari, kebetulan saya ada urusan keluar, dan HP saya tertinggal. Staff saya di toko menerima telepon bahwa ada orang yang mengaku sudah transfer 1.7 jt ke rekening mandiri, dan hanya mau berbicara dengan saya. Staff saya sudah mengecek ke mandiri tidak ada transfer sejumlah itu. Saya cek sendiri via internet banking dana memang belum masuk.</p>
<p>Sekitar 1 jam kemudian, orang tersebut sms, dan menanyakan apakah dana sudah masuk. Saya balas belum, dan tak lama dia menelepon. Katanya mungkin karena hari ini sabtu bank tidak beroperasi, dia akan mengontak call mandiri. Tak lama kemudian, dia kembali menelepon katanya menurut operator call mandiri dana sudah didebet sebesar 7.5 jt dari rekening dia dan pasti sudah masuk ke rekening saya. Sambil telepon saya cek di internet banking dan dana tetap belum masuk, akhirnya dia minta &#8216;tolong&#8217; saya untuk mengeceknya di atm mandiri, karena menurut call mandiri internet banking tidak update. </p>
<p>Dalam hati saya cukup tersenyum mendengar pernyataan konyol seperti itu. Tapi untuk menghabiskan rasa penasaran, saya cek juga ke atm mandiri, karena kebetulan ke bank mandiri terdekat saya tinggal nyebrang jalan. HP sengaja saya tinggal. Di atm saya kembali cek dan isinya sama persis dengan apa yang ditampilkan di Internet Banking. Saya kembali ke toko, tak lama orang tersebut kembali telepon, bertanya apakah sudah ada di ATM mandiri, saya bilang saya sudah print mutasi di ATM, dan dana tetap belum masuk. Orang tersebut kembali minta &#8216;tolong&#8217; untuk kembali ke ATM, nanti di ATM dia akan sambungkan ke call mandiri. Mendengar hal ini saya sudah yakin ini akan berujung penipuan, akhirnya saya cuma jawab ok saja. Tapi saya tetap tidak ke mana2. 5 menit kemudian, orang tersebut telepon, bertanya apakah saya sudah di ATM? Saya jawab sudah, tapi ATM-nya tidak beroperasi. Dia minta &#8216;tolong&#8217; lagi, pak tolong ke ATM yang lain nanti dia telepon lagi, karena orang dari call mandiri sudah menunggu di telepon dia yang lain. Saya hanya tersenyum sambil jawab OK pak, setelah menutup telepon. Saya matikan handphone selama 1 jam. Setelah 1 jam saya nyalakan lagi, dan orang itu tidak pernah nelepon lagi. </p>
<p>Rasanya ini sudah jelas bahwa ini akan berujung pada penipuan, sengaja hp tidak sering saya bawa-bawa. Takut terhipnotis, saya sudah bilang pada staff saya kalo saya terlihat bertindak aneh2 setelah telepon, siram saja.. supaya sadar hahahaha.. Jadi pada para pembaca, Waspadalah!</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2010/06/19/hati-hati-penipuan-berkedok-beli-barang/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2010/06/19/hati-hati-penipuan-berkedok-beli-barang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelabu di Bulan Agustus 2008 – Bagian 2</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bni]]></category>
		<category><![CDATA[fraud]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[nsia]]></category>
		<category><![CDATA[nsiapay]]></category>
		<category><![CDATA[perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian sebelumnya diceritakan bagaimana saya mengahadapi kasus fraud kartu kredit pada toko online Perkakasku.com. Kerugiannya cukup besar, hingga 8 digit, nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Persoalannya masih terus berlanjut pada bagaimana saya,  NSIAPAY dan BNI &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a title="Kelabu di Bulan Agustus 2008 - Bagian 1" href="http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/" target="_blank">bagian sebelumnya</a> diceritakan bagaimana saya mengahadapi kasus fraud kartu kredit pada toko online Perkakasku.com. Kerugiannya cukup besar, hingga 8 digit, nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Persoalannya masih terus berlanjut pada bagaimana saya,  NSIAPAY dan BNI menyelesaikan masalah ini. Karena ternyata bukan transaksi fraud saja yang ditahan pembayarannya, tetapi ada beberapa transaksi yang bersih ikut-ikutan ditahan tanpa ada penjelasan resmi dari BNI.</p>
<p>Untuk memperoleh kejelasan bagaimana status transaksi yang ditahan pembayarannya, saya berhubungan dengan layanan merchant care. Dan dari mereka, yang saya dapatkan hanya janji bahwa sedang diperiksa, berulang-ulang kali. Masalah ini dibiarkan terkatung cukup lama walaupun semua bukti terkait masalah ini telah diserahkan ke NSIAPAY dan BNI. Bukti yang diserahkan adalah data waktu dan nilai transaksi, invoice, nama pelaku dan alamat tujuan pengiriman, hingga alamat ip pelaku semuanya tercatat.</p>
<p>Hingga suatu saat dengan bantuan dari support nsiapay, saya dapatkan pernyataan bahwa perlu proses untuk menunggu selama 4 bulan, hingga tidak ada chargeback dari penerbit kartu yang digunakan dalam transaksi. Waktu yg cukup lama, tapi apa boleh buat bila itu langkah yang harus dilewati.  Sambil menunggu terpaksa saya tutup dulu layanan NSIAPAY, karena jangan sampai ada transaksi yang nyangkut lagi tidak dibayarkan ke rekening saya.</p>
<p>Bulan November 2008, baru 3 bulan, saya dikejutkan dengan adanya pemotongan rekening tabungan BNI dengan alasan chargeback. Setelah diselidiki ternyata nilai yang dipotong adalah sejumlah 2 transaksi dari transaksi-transaksi yang ditahan pembayarannya oleh BNI. Kenapa chargeback dari transaksi yang ditahan pembayarannya, malah memotong dana di rekening. Kembali saya harus konfirmasi lagi ke merchant care, kembali juga dipingpong sana sini sekitar 2 minggu.  Akhirnya saya cukup marah, dan mengancam melalui email ke BNI dbahwa kasus ini akan saya angkat ke surat pembaca bila tidak segera diselesaikan. Dibantu juga &#8220;push&#8221; dari NSIAPAY, ternyata ancaman cukup ampuh, seminggu kemudian dana tersebut kembali cair. Kenapa selalu harus melalui ancaman untuk mendapat layanan yang diharapkan?</p>
<p>Setelah kasus &#8220;kecil&#8221; tersebut selesai, saya kembali harus menunggu untuk memperoleh kejelasan terhadap kasus &#8220;yang lebih besar&#8221;. Pada dasarnya saya sudah merelakan dana yang ditahan  tersebut tidak kembali lagi. Tapi hanya untuk transaksi oleh sindikat fraud tersebut, sehingga saya hanya membutuhkan kejelasan transaksi-transaksi di luar itu yang ikut-ikutan ditahan. Bulan Januari 2009, 5 bulan sejak kelabu di bulan Agustus 2008, saya masih belum menerima kejelasan juga dari BNI. Mereka masih minta saya untuk menunggu, perlu bantuan support dari NSIAPAY untuk &#8220;push&#8221; hingga saya akhirnya dapat menghubungi person in charge untuk kasus ini.</p>
<p>Melalui PIC ini, saya akhirnya mendapatkan titik terang. Sekitar akhir Februari 2009, saya mendapatkan informasi transaksi mana saja yang dapat dicairkan. Sebuah penantian yang cukup lama, melelahkan dan butuh kesabaran. Saya berterima kasih pada support dari NSIAPAY atas bantuannya dalam kasus ini. Untuk BNI saya juga berterima kasih karena dana beberapa transaksi masih dapat diselamatkan, sehingga kerugian dapat diminimalisir. Saya harap BNI dapat lebih meningkatkan layanannya dan kasus seperti ini jangan sampai terulang.</p>
<p>Tujuan saya menceritakan kasus ini bukan untuk mendiskreditkan siapapun, tetapi hanya untuk berbagi pengalaman dalam berbisnis online. Uang yang sudah hilang sudah direlakan, saya berharap pelaku dapat menggunakan barang hasil &#8220;kejahatannya&#8221; untuk kebaikan. Kejadian ini bukan menunjukkan transaksi kartu kredit di Internet tidak aman untuk pemegang kartu kredit, karena pada kasus ini kerugian lebih banyak dialami oleh merchant, bukan oleh pemegang kartu kredit. Fitur keamanan yang dimiliki oleh NSIAPAY sudah cukup bagus untuk melindungi pemegang kartu kredit. Bagi merchant, kejadian ini memang resiko dan dapat terjadi bukan hanya dalam penjualan online tetapi dalam penjualan offline. Sehingga merchant memang harus lebih ekstra hati-hati dalam memproses transaksi.</p>
<p>Dari sisi bank, kejadian ini menunjukkan bahwa BNI lebih melindungi pemegang kartu kredit, sehingga resiko dilimpahkan pada merchant. Tetapi hal ini memang sudah tertuang dalam perjanjian kerjasama pemrosesan kartu kredit, sehingga mau tidak mau kita harus mengikutinya. Saya tidak mempermasalahkan aturan ini, karena memang dalam bisnis resiko seperti ini memang ada. Tetapi dalam kasus seperti ini, BNI seharusnya lebih transparan terutama mengenai berapa lama dana ditahan dan setiap prosesnya dapat dijelaskan. Seharusnya dapat lebih sigap untuk menangani kasus ini, terutama untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menangkap pelaku. Sewaktu pertama kali menerima surat &#8220;cinta&#8221; mengenai penahanan dana, saya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah bukti, dan bahkan pelaku masih mencoba melakukan beberapa transaksi. Sehingga masih sangat mungkin untuk melakukan penangkapan. Tetapi bila proses yang dilakukan seperti yang saya ceritakan, sungguh sulit untuk menangkap pelaku setelah lebih dari setengah tahun.</p>
<p>Layanan NSIAPAY telah saya aktifkan kembali, dengan beberapa pengetatan. Diantaranya hanya mengijinkan kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia saja yang dapat bertransaksi di Perkakasku.com. Hal ini memang dapat mengurangi kasus fraud walaupun bukan berarti menghilangkan. Karena tetap saja ada beberapa &#8220;customer&#8221; sepertinya gatal untuk mencari celah. Modusnya mirip dan entah kenapa selalu dengan tujuan kiriman ke Denpasar.  Walaupun tidak mencurigai semua transaksi dari Denpasar, saya lebih ektra hati-hati dalam menangani transaksi kartu kredit terutama dari rekan-rekan di Denpasar.   Bila transaksi mencurigakan, lebih baik saya batalkan saja transaksinya. Sekali lagi saya bagikan pengalaman ini semoga juga menjadi pelajaran juga buat rekan-rekan pebisnis atau calon pebisnis online, dalam menghadapi kasus-kasus seperti ini.  Akhir kata jangan sampai kasus ini mengecilkan niat rekan-rekan untuk berbisnis online, yang pasti kita harus lebih ektra hati-hati, karena resiko selalu ada.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelabu di Bulan Agustus 2008 &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 03:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bni]]></category>
		<category><![CDATA[fraud]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[nsia]]></category>
		<category><![CDATA[nsiapay]]></category>
		<category><![CDATA[perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Agustus 2008, bulan yang tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya. Itu bukan karena bulan Agustus adalah bulan kelahiran kedua putra kembar saya, bukan juga karena bulan kemerdekaan negara tercinta ini. Tetapi karena bulan tersebut saya menerima pengalaman yang pahit &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Agustus 2008, bulan yang tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya. Itu bukan karena bulan Agustus adalah bulan kelahiran kedua putra kembar saya, bukan juga karena bulan kemerdekaan negara tercinta ini. Tetapi karena bulan tersebut saya menerima pengalaman yang pahit dalam berbisnis online. Kejadiannya memang sudah lama, tetapi baru dapat saya  bagikan sekarang, karena sebelumnya masih menunggu proses yang dilakukan oleh pihak bank. Awal bulan maret 2009  ini, proses yang dinantikan baru selesai, tetapi baru  saat ini saya dapat berbagi pengalaman ini.</p>
<p>Sedikit intermezzo, dalam menjalankan bisnis,  kemudahan pembayaran merupakan salah satu hal yang krusial. Jangan sampai karena pembayaran yang menyulitkan, pelanggan sampai lepas. Hal ini berlaku juga pada bisnis online. Di Perkakasku.com, saya berusaha menawarkan solusi pembayaran yang lengkap, dengan membuka rekening di bank-bank terkemuka. Tetapi rasanya kurang lengkap bila tidak ada pembayaran melalui kartu kredit. Oleh karena itu saya tak ragu membuka pembayaran via Paypal. Tak lama kemudian saya bekerjasama dengan NSIA untuk menghadirkan layanan pembayaran kartu kredit dalam rupiah. Kerjasama ini juga melibatkan pihak bank, yaitu Bank BNI untuk kepentingan otorisasi kartu kredit, dan penampungan dana hasil transaksi.</p>
<p>Selama ini kerjasama dengan NSIA dan BNI berjalan cukup baik. Transaksi pembayaran diproses dengan baik dan dana hasil transaksi, beberapa hari kemudian dikreditkan di rekening saya di BNI. Hingga suatu hari di awal bulan agustus, ketika  itu seorang pelanggan baru berbelanja sebuah mesin untuk dikirim ke Denpasar. Pelanggan tersebut menggunakan fasilitas pembayaran kartu kredit NSIAPay. Proses berjalan normal seperti biasa, invoice saya terima dengan keterangan pembayaran via NSIAPay. Saya cek di halaman administrasi Nsiapay, transaksi telah diotorisasi dengan baik. Barang segera saya siapkan, dan hari itu juga saya kirimkan. Beberapa hari kemudian dana hasil transaksi masuk ke rekening seperti biasa.  Sekitar 1 minggu kemudian, beliau berbelanja kemudian diikuti juga dengan beberapa &#8216;temannya&#8217; dengan alamat lain di kota Denpasar.  Semua transaksi di pertengahan bulan Agustus tersebut begitu membabi buta, dan tanpa kecurigaan sedikitpun saya melayani transaksi-transakasi tersebut. Serupa dengan transaksi sebelumnya pembayaran menggunakan fasilitas payment gateway dari NSIAPay. Karena semua transaksi diotorisasi oleh Bank dengan baik maka saya segera memproses transaksi sebaik mungkin.</p>
<p>Sampai beberapa hari kemudian transaksi terus terjadi melalui NSIAPay dengan alamat tujuan ke Denpasar dan sebuah kota lain di utara Jawa Barat. Saya mulai sedikit curiga, saya lihat log transaksi di halaman admin NSIAPay, ternyata untuk mendapatkan otorisasi OK dari bank, si &#8216;pelanggan&#8217; ini harus memasukkan kartu hingga 5 kali bahkan lebih. Saya cek ke support dari NSIAPay, tanggapannya adalah mereka tidak bisa memastikan itu transakasi fraud atau bukan, selama tidak ada komplain dari pemegang kartu. Saya berusaha membuang jauh-jauh tudingan pelanggan saya melakukan fraud. Akhirnya untuk memberikan pelayanan yang baik saya tetap mengirimkan pesanannya.</p>
<p>Sebelum hari  libur kemerdekaan RI, transaksi &#8211; transaksi kartu kredit saya settle, dengan harapan pada hari kerja berikutnya dana telah masuk ke rekening. Tetapi 2 hari kemudian dana tak kunjung masuk ke rekening saya. Hingga pada tanggal 21 Agustus, saya menerima surat &#8216;cinta&#8217; dari BNI, yang menjelaskan status transaksi-transaksi tersebut dalam status hold. Sontak saya stress berat, ternyata kecurigaan saya benar. Saya segera menghubungi semua perusahaan jasa pengiriman, kebetulan transaksi menggunakan jasa pengiriman yang berebeda-beda. Beberapa barang bisa ditahan dan saya minta dikirim kembali ke alamat saya, karena belum diantar, ada barang yang diambil oleh &#8216;pelanggan&#8217; di kantor perwakilan denpasar karena memang sudah ada referensi nomor resi. Hari itu saya sungguh berterima kasih pada Tiki dan ESL Express yang cukup tanggap bekerja sama untuk membatalkan pengiriman. Bila dihitung saya  bisa menyelamatkan 1/4 dari keseluruhan nilai transaksi.   Keesokan harinya surat &#8216;cinta&#8217; dari BNI datang lagi untuk informasi penahanan dana transaksi yang lain, yang memang tidak saya kirim.</p>
<p>Masalah tidak berhenti sampai sini, transaksi-transaksi lain beberapa hari kemudian, yang menurut saya bukan anggota komplotan tersebut, ikut-ikutan ditahan oleh BNI.  Ini membuat saya cukup stress.. karena kerugian bukan saja dari transaksi dari komplotan itu saja, tapi dari transaksi-transaksi lain yang tidak ada hubungannya. Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan sementara layanan NSIAPay selama beberapa bulan.</p>
<p>Kerugian akibat kasus ini lumayan besar, sekitar 8 digit. Nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Saya sempat  stress selama beberapa hari, tetapi ini tidak boleh membuat gentar untuk berbisnis online. Hal ini saya jadikan pengalaman yang sangat mahal untuk membuat saya jauh lebih hati-hati.  Tetapi cerita pengalaman belum berhenti di sini, masih ada pengalaman mengenai bagaimana penyelesaian kasus ini. Itu akan saya ceritakan di bagian selanjutnya.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobile Web Tampaknya Sudah Perlu</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/02/16/mobile-web-tampaknya-sudah-perlu/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/02/16/mobile-web-tampaknya-sudah-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 08:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[dotmobi]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[mobile web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu sekali saya pernah membuat artikel mengenai perlu tidaknya dot Mobi. Fokus artikel itu memang hanya pada domain .mobi, dan hingga saat ini pendirian saya masih tetap sama. Situs web besar seperti google saja mengarakahkan google.mobi ke m.google.com , jadi &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/02/16/mobile-web-tampaknya-sudah-perlu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu sekali saya pernah membuat artikel mengenai <a href="http://handilim.web.id/2007/06/30/do-you-need-dotmobi/" target="_blank">perlu tidaknya dot Mobi</a>.  Fokus artikel itu memang hanya pada domain .mobi, dan hingga saat ini pendirian saya masih tetap sama.   Situs web besar seperti google saja mengarakahkan google.mobi ke m.google.com , jadi sebenarnya untuk apa .mobi? Lalu saya juga pernah membuat artikel mengenai <a href="http://handilim.web.id/2007/09/12/mobile-web-di-indonesia-worthed-kah/" target="_blank">mobile web di Indonesia worthed kah</a>? Artikel yang saya buat lebih satu tahun yang lalu ini melihat trend mobile web saat ini sepertinya masih kurang menarik.</p>
<p>Tetapi sekarang jamannya sudah berbeda. Saat ini sudah tidak aneh lagi orang mengakses situs web dari handphone mengakses facebook, friendster, berita di detik.com sudah cukup nyaman dengan handphone. Kemudahan diberikan dengan bermunculannya  gadget-gadget canggih dari berbagai macam merk dari Blackberry , Iphone, Nokia E dan N series, HTC, dan lain-lain.  Jadi saat ini mobile web tampaknya sudah perlu, karena pasar jauh lebih besar. Karena tidak usah pakai penelitian lagi untuk menjelaskan fakta bahwa jumlah handphone  jauh lebih besar daripada jumlah komputer.</p>
<p>Tinggal bagaimana kita melayani pasar tersebut. Mengakses web di komputer dengan di handphone tentunya berbeda. Dengan layar yang cukup kecil,  tentunya kita kurang nyaman mengakses situs web dengan menggeser kanan &#8211; kiri, atas &#8211; bawah. Situs web harus dibuat dan didesain sedemikan rupa agar mudah diakses dengan keterbatasan yang ada. Sehingga mendesain situs web untuk digunakan diakses melalui handphone adalah suatu tantangan tersendiri.</p>
<p>Mobile web sebenarnya sudah pernah saya pertimbangkan setahun yang lalu, bahkan situs blog ini sudah bisa diakses dengan tampilan yang mobile friendly, berkat <a href="http://wordpressmobile.mobi/" target="_blank">wordpress mobile plugin</a> dari <a href="http://www.andymoore.info/" target="_blank">om Andy Moore</a>, sejak lama. Situs perkakasku.com bila diakses melalui handphone juga akan menampilkan Perkakasku.com mobile coming soon. Sekarang tinggal mewujudkannya saja. Jadi tunggu saja tanggal mainnya.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2009/02/16/mobile-web-tampaknya-sudah-perlu/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/02/16/mobile-web-tampaknya-sudah-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launching Serbaanak.com</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 05:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[serbaanak.com]]></category>
		<category><![CDATA[shopping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini kami (saya dan istri) meluncurkan situs serbaanak.com. Situs yang berjualan berbagai macam mainan edukatif untuk anak. Mainan edukatif yang kami jual dapat memaksimalkan perkembangan motorik, daya imajinasi dan kreativitas anak. Selain itu juga memiliki kelebihan karena terbuat dari &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan ini kami (saya dan istri) meluncurkan situs serbaanak.com. Situs yang berjualan berbagai macam mainan edukatif untuk anak. Mainan edukatif yang kami jual dapat memaksimalkan  perkembangan motorik,  daya imajinasi dan kreativitas anak. Selain itu juga memiliki kelebihan karena terbuat dari bahan-bahan yang aman seperti cat non-toxic dan bebas timbal, sehingga aman untuk digunakan anak-anak.  </p>
<p>Situs ini saya buat dengan  memodifikasi script Perkakasku.com, yang desain dan warnanya disesuaikan agar nuansanya tetap berbeda. Jadi bila anda pernah mengunjungi Perkakasku.com anda pasti akan familiar dengan struktur situs ini. Operasional penjualannya lebih banyak dilakukan oleh istri saya yang tercinta <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , walaupun saya tetap membantu di balik layar. Ayo kunjungi situs Serbanak.com, sekarang juga.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/01/25/launching-serbaanakcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Account Facebook Kembali Normal</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/01/06/account-facebook-kembali-normal/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/01/06/account-facebook-kembali-normal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 11:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[social networking]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tulisan saya sebelumnya. Sekitar dua hari yang lalu atau tepatnya tanggal 4 Januari 2009 sekitar pukul 11:30 malam, saya iseng login lagi ke facebook. Sebenarnya sudah agak hopeless sih, karena sudah lebih dari seminggu tidak ada jawaban dari facebook, &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/01/06/account-facebook-kembali-normal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung tulisan saya sebelumnya. Sekitar dua hari yang lalu atau tepatnya tanggal 4 Januari 2009 sekitar pukul 11:30 malam, saya iseng login lagi ke facebook. Sebenarnya sudah agak hopeless sih, karena sudah lebih dari seminggu tidak ada jawaban dari facebook, lalu cari-cari di lewat om google, tampaknya yang punya kasus dengan saya ini tidak ada penyelesaian sama sekali. Tapi keisengan berbuah hasil, cukup kaget tahu-tahu halaman profil saya yang keluar bukan tulisan invalid email lagi. Jadi <a href="http://www.plurk.com/p/c5y6i" target="_blank">saya senang bisa kembali ber-facebook</a>. Kasus ini saya anggap selesai, facebook tidak akan saya tuntut.. <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2009/01/06/account-facebook-kembali-normal/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/01/06/account-facebook-kembali-normal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung Tidak Bisa Login ke Facebook</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/12/27/bingung-tidak-bisa-login-ke-facebook/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/12/27/bingung-tidak-bisa-login-ke-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 04:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[social networking]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya bingung karena tidak bisa login ke facebook. Tadinya saya kira saya lupa password. Padahal bisa dibilang tiap hari login, jadi agak aneh juga bila sampai lupa password. Akhirnya saya coba untuk reset password. Jawaban dari sistem &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/12/27/bingung-tidak-bisa-login-ke-facebook/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini saya bingung karena tidak bisa login ke facebook. Tadinya saya kira saya lupa password. Padahal bisa dibilang tiap hari login, jadi agak aneh juga bila sampai lupa password. Akhirnya saya coba untuk reset password. Jawaban dari sistem facebook cukup aneh, &#8216;Invalid E-Mail Address&#8217;. Memang email yang saya gunakan untuk facebook bukan email yang saya gunakan sehari-hari, dan menggunakan domain dari .co.cc . Akibatnya saya tidak  bisa login ke facebook hingga saat in, kecuali dari handphone karena di WAP Browser sessionnya masih tersimpan.</p>
<p>Saya coba untuk mengubah email dari  facebook mobile, tetapi tampaknya hal ini tidak bisa  dilakukan tanpa harus login ke facebook melalui komputer.<br />
Karena email konfirmasi yang diterima mensyaratkan kita harus login terlebih dahulu. 2 hari yang lalu saya sudah coba menghubungi facebook melalui email, tapi hingga saat ini belum ada jawaban. Jadi terpaksa deh nge-facebook cuma lewat handphone doang. Ada yang punya solusi?</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2008/12/27/bingung-tidak-bisa-login-ke-facebook/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/12/27/bingung-tidak-bisa-login-ke-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman di BOSS (Bandung One Stop Service) &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/11/06/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service-bagian-2/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/11/06/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 10:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tulisan saya mengenai pengalaman di BOSS sebelumnya. Seharusnya ini saya ceritakan bulan lalu, tapi detail-detailnya saya masih ingat untuk diceritakan di sini. Sekitar tanggal 14 Oktober, saya menyempatkan diri untuk mengambil surat perijinan, yaitu ijin gangguan dan tanda daftar &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/11/06/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service-bagian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung tulisan saya mengenai <a title="Pengalaman di BOSS bagian 1" href="http://handilim.web.id/2008/09/18/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service/" target="_self">pengalaman di BOSS</a> sebelumnya. Seharusnya ini saya ceritakan bulan lalu, tapi detail-detailnya saya masih ingat untuk diceritakan di sini. Sekitar tanggal 14 Oktober, saya menyempatkan diri untuk mengambil surat perijinan, yaitu ijin gangguan dan tanda daftar perusahaan, yang seharusnya sudah selesai perpanjangannya. Sekitar siang hari pukul 2 sore saya tiba di BOSS yang terletak di jalan Cianjur, Bandung ini dengan berjalan kaki. Lalu saya menuju loket A dan dengan tertib saya mengambil nomor antrian yang dibagikan oleh petugas, dengan sabar saya menunggu hingga nomor antrian saya dipanggil. Baru sekitar 45 menit kemudian saya dipanggil, karena memang kebetulan hari itu antrian cukup panjang. Setelah duduk berhadapan dengan ibu petugas yang melayani dan saya serahkan  resi tanda terima permohonan perpanjangan kedua surat tersebut.<br />
Sekitar 1 &#8211; 2 menit beliau mengecek permohonan saya di komputernya. Dengan dahi yang sedikit mengerenyit, beliau berujar, &#8220;Maaf Pak, suratnya belum selesai&#8221;. &#8220;Lho, kok bisa, kan sudah hampir 1 bulan&#8221;, saya menjawab. &#8220;Silahkan bapak tanyakan di loket B di seberang sana&#8221;, jawabnya lagi. Dengan sedikit kecewa, akhirnya saya berjalan menuju loket B, dan di terima dengan mbak, yang sedikit manis. Dengan sigap, mbak tersebut membawa resi saya ke dalam, dan tak lama kemudian muncul lagi, &#8220;mohon tunggu sebentar pak, sedang dicek&#8221;, katanya. Saya menunggu hampir 30 menit, sambil bolak balik bertanya &#8220;Bagaimana mbak?&#8221;. Setelah 30 menit baru si mbak ini masuk lagi ke dalam dan  lalu saya lihat  tahu-tahu nongol di loket seberang. Sedang  menyelidiki &#8216;kasus&#8217; saya dan juga beberapa warga lainnya. Lalu melalui telepon ke rekannya yang masih duduk di loket B, dia menyampaikan bahwa sebenarnya sudah selesai tapi belum ada di beri nomor, dan orang yang memberi nomor sedang entah ke mana. Dalam hati saya berujar, kenapa ngga ngomong, maaf suratnya keselip jadi belum selesai.?. Akhirnya saya menanyakan solusinya bagaimana, apakah saya besok datang lagi, atau bagaimana? Si mbak manis mengatakan bapak tinggalkan nomor telepon, nanti kita hubungi bila sudah selesai. Ok deh, resi saya bawa kembali. Dan dengan tersenyum masam saya mohon diri pada mbak-mbak di loket B ini. Akhirnya saya pulang dengan tangan hampa hari itu setelah menunggu hampir 2 jam. <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Beberapa hari berlalu saya menantikan telepon dari mbak tersebut, hingga saya lupa, tahu-tahu sudah lewat seminggu. Akhirnya saya kembali datang ke BOSS, dan langsung menuju loket B. Saya lihat mbak manis masih di sana, dan saya langsung bertanya kepada mbak tersebut, &#8220;mbak surat di resi ini sudah selesai belum?&#8221;. Jawabnya &#8220;Bapak, langsung saja ke loket A&#8221;. &#8220;Lho, saya kan memastikan, supaya ngga usah ngantri lama-lama ternyata surat belum beres seperti minggu kemarin, lalu katanya minggu kemarin mau telepon bila sudah selesai&#8221;, jawab saya dengan nada sedikit tinggi. Tampaknya si mbak ini sudah lupa sama saya, ya <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> . Si mbak cuma jawab, &#8220;Nanti kalau di loket A, tidak ada baru ke sini lagi pak&#8221;, jawaban yang sangat mengecewakan. Kenapa ngga dicek dulu sebentar, supaya saya sebagai tidak menghabiskan waktu untuk menunggu, jadi saya mengulang pertanyaan saya lagi. Dan si mbak ini tampaknya tidak bergeming dan menjawab jawaban yang sama.<br />
Ok deh, saya mengalah, saya menuju loket A, dan untungnya antrian tidak terlalu panjang, sehingga saya hanya menunggu sekitar 10 menit. Setelah diterima, ternyata surat perijinan saya sudah beres, dan langsung diproses untuk pembayaran dan pengambilan. Saya cek dulu, apakah surat perijinan yang akan saya terima sudah benar, memang ada sedikit kesalahan pada  tanda terima, di mana nama perusahaan saya salah, tetapi untungnya di TDP aslinya nama perusahaan yang tertera benar. Lalu saya menunggu sebentar untuk diberikan kuitansi untuk melakukan pembayaran di loket Bank Jabar, yang terletak di sebelahnya. Setelah saya melakukan pembayaran, saya kembali ke loket tersebut, dan surat pun saya terima.<br />
Berdasarkan pengalaman yang diceritakan di atas, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa pelayanan  dari BOSS, memang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Mungkin karena perubahan pelayanan perijinan ini belum terlalu lama, masih baru 2 bulan kalau tidak salah, sehingga petugas-petugas di sana masih belum terbiasa. Semoga dengan berjalannya waktu, pelayanan yang diberikan dapat lebih professional.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2008/11/06/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service-bagian-2/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/11/06/pengalaman-di-boss-bandung-one-stop-service-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Punya Cabang di Jakarta?</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/09/21/punya-cabang-di-jakarta/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/09/21/punya-cabang-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 07:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Selama saya menjalankan Perkakasku.com, pertanyaan seperti judul di atas sering sekali saya terima setiap hari, entah melalui telepon, sms, atau YM. Tentu saja pertanyaan tersebut datang dari pengunjung asal Jakarta. Yang menjadi pertanyaan di sini apa sebenarnya yang menyebabkan mereka &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/09/21/punya-cabang-di-jakarta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama saya menjalankan Perkakasku.com, pertanyaan seperti judul di atas sering sekali saya terima setiap hari, entah melalui telepon, sms, atau YM. Tentu saja pertanyaan tersebut datang dari pengunjung asal Jakarta. Yang menjadi pertanyaan di sini apa sebenarnya yang menyebabkan mereka mengeluarkan pertanyaan tersebut?</p>
<p>Padahal pada bisnis online, posisi penjual sebenarnya tidak terlalu penting, karena dengan jarak Bandung dan Jakarta yang tidak terlalu jauh, biaya kirim sebenarnya sudah cukup murah. Dengan jasa kurir dari Bandung ke Jakarta yang sangat banyak dengan harga yang sangat bersaing, bahkan untuk kurir sekelas Tiki, sebenarnya biaya pengiriman masih terjangkau. Sebagai contoh biaya kirim sebuah mesin bor Bosch GBM350 dengan berat 2kg, hanya Rp. 9000,-. Andaikan saya memiliki cabang di Jakarta, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli langsung di tempat saya? Saya rasa belum tentu semurah itu. Sebaliknya dengan posisi saya di Jakarta, biaya antar ke lokasi di Jakarta sendiri juga bukan hal yang murah, berapa biaya bahan bakar yang harus di keluarkan, belum lagi waktu. Beberapa toko online dari Jakarta bahkan mencharge biaya yang lebih mahal untuk pengantaran melalui kurir mereka sendiri.</p>
<p>Tapi saya rasa tidak semua orang melihat faktor biaya untuk memperoleh barang (biaya kirim atau biaya pergi ke toko) ini. Saya lebih melihatnya sebagai memang masih banyak anggota masyarakat yang belum terbiasa berbelanja online. Sehingga membeli barang dari tempat yang lebih jauh tanpa pernah bertatap muka sama sekali adalah hal yang sangat luar biasa dan beresiko sangat besar.   Hal ini sangat saya maklumi, karena memang bisnis online di Indonesia masih belum membudaya. Belum lagi banyak cerita menyeramkan di mana banyak yang sudah membayar tetap barang tidak dikirim. Tapi ini bukan saja ketakutan dari pelanggan dari Jakarta saja, tetapi banyak pelanggan dari kota dan daerah lain. Untuk itu faktor kepercayaan sangat penting, untuk itu saya berusaha membangun kepercayaan ini dengan melayani pelanggan dengan sebaik mungkin.</p>
<p>Kalau boleh saya bandingkan, hampir sebagian besar pertanyaan apakah saya memiliki cabang di kota mereka memang berasal dari Jakarta sedangkan  yang berasal dari kota lain, seperti Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta bisa dikatakan jarang. Mungkin saja ini adalah faktor Jakarta sebagai pusat bisnis terbesar di Indonesia. Semua bisnis online pun sepertinya harus berasal dari Jakarta atau minimal memliki cabang di Jakarta, sehingga adalah suatu keanehan bisnis online seperti saya berpusat di Bandung. Apakah memang semua bisnis online harus di Jakarta? Ada beberapa transaksi yang batal, terutama yang melalui YM, hanya karena belakangan mengetahui bahwa Perkakasku.com berasal dari Bandung ( padahal pada setiap bagian bawah halaman di Perkakasku.com tercantum jelas alamat toko saya ). Walaupun saya lihat itu hanya sebagian kecil saja dari banyak pelanggan Jakarta, tetapi kadang-kadang saya merasa dongkol sekali dengan tanggapan seperti itu. Bagaimanapun saya tetap menghormati mereka, karena bila pelayanan saya baik saya percaya di masa mendatang mereka dapat berbelanja di Perkakasku.com. Saya memang tidak akan berpikiran arogan bahwa saya tidak akan membuka perwakilan di Jakarta, karena bila pasar menuntut demikian saya harus bisa me-respond-nya. Tetapi melihat faktor-faktor di atas, saat ini rasanya dengan operasional berpusat di Bandung saja sudah cukup.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=234954149860856&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://handilim.web.id/2008/09/21/punya-cabang-di-jakarta/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/09/21/punya-cabang-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

