<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Curahan Pikiran Saya &#187; Perkakasku.com</title>
	<atom:link href="http://handilim.web.id/category/perkakaskucom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://handilim.web.id</link>
	<description>Segala hal yang ada di pikiran saya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Aug 2011 14:34:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Testimonial Marketing pada Toko Online, antara Kenyataan dan Kebohongan</title>
		<link>http://handilim.web.id/2011/07/11/testimonial-marketing-pada-toko-online-antara-kenyataan-dan-kebohongan/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2011/07/11/testimonial-marketing-pada-toko-online-antara-kenyataan-dan-kebohongan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 06:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[online shop]]></category>
		<category><![CDATA[testimonial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pengelola toko online, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana saya bisa yakin barang dikirim apabila uang sudah saya transfer, apakah anda tidak menipu, kalo barang tidak sampai bagaimana? Dan banyak pertanyaan lain yang senada, di sini &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2011/07/11/testimonial-marketing-pada-toko-online-antara-kenyataan-dan-kebohongan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pengelola toko online, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana saya bisa yakin barang dikirim apabila uang sudah saya transfer, apakah anda tidak menipu, kalo barang tidak sampai bagaimana? Dan banyak pertanyaan lain yang senada, di sini memperlihatkan  masih banyak orang ragu untuk berbelanja online. Memang sulit untuk meyakinkan orang apabila kita tidak bertemu langsung, dan ini resiko yang sangat besar. Untuk itu fitur penampilan dan pemberian testimonial pada toko online sepertinya sangat penting.</p>
<p>Saat ini toko online tidak perlu dibuat dengan program yang rumit, cari programmer, sewa webhosting, dan lain-lain. Sekarang bisa dengan membuat akun blog gratis seperti wordpress, blogspot, myspace. Atau dengan bergabung dengan mall online seperti tokobagus, dinomarket, tokopedia, dan lain lain.  Dan yang paling populer saat ini dengan buka akun facebook untuk online shop, dan buka thread di forum jual beli kaskus. Dengan koneksi internet yang kian murah, cepat, jangkauan yang luas sehingga semakin banyak orang yang berselancar di internet, prospek berbisnis online sangat prospektif.</p>
<p>Tetapi kemudahan ini bagai pisau bermata dua, karena semakin mudah pula oknum yang mencari kesempatan untuk melakukan penipuan. Mulai dari menjual barang palsu atau barang yang kualitas atau jenisnya tidak seperti dijanjikan, bahkan tidak mengirimkan barang setelah uang diterima. Sehingga konsumen perlu lebih dahulu mencari informasi mengenai reputasi si penjual. Pembeli yang puas tentunya akan dengan senang hati mengutarakan kepuasannya. Untuk itu toko online menyediakan halaman khusus untuk testimonial, di blog tinggal tinggalkan komentar, di facebook anda tinggal meninggalkan komentar di foto, status, atau di wall. Itu semua merupakan wadah untuk meyakinkan konsumen lainnya agar percaya pada toko online tersebut.</p>
<p>Testimonial merupakan salah satu alat marketing yang ampuh. Tetapi pemakaiannya sering juga kebablasan. Ini bisa dilihat dari banyak &#8216;oknum&#8217; yang membuat website penjualan ebook, karena isinya seringkali berlebihan alias lebay.  Pengunjung sepertinya dibombardir oleh berbagai testimonial, dengan gambar bukti mutasi rekening bank terkenal, dan rangkaian kata yang berusaha untuk menghilangkan keraguan pengunjung. Kadang isi dari ebook hanya sedikit sekali dibahas, malah &#8216;bisnis&#8217; nya yang nomor 1. Yang pasti testimonial yang dicantumkan semuanya bagus, tidak memasukkan yang jelek-jelek. Jenis toko lain, seperti toko online di Facebook, kalo kita lihat sering menampilkan juga beberapa komentar seperti terima kasih barang sudah diterima, dan lain sebagainya. Tetapi pemberi komentar sendiri kadang meragukan, kecuali bila anda memang mengenal si pemberi komentar tersebut. Mudahnya membuat akun di facebook, membuat toko online shop cenderung meragukan. Pembuat toko online tinggal membuat akun-akun facebook yang lain untuk memberi komentar kepuasan.</p>
<p>Waktu membuat website Perkakasku.com, saya memilih untuk tidak mencantumkan testimonial. Karena saya percaya membangun kepercayaan tidak harus dari testimonial. Saya memilih untuk membangun kepercayaan dengan berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin. Saya tidak meminta konsumen untuk memberikan testimonial, tetapi waktu mengintip berbagai forum seperti kaskus, modifikasi.com, berbagai forum otomotif dan hobby, ada beberapa pelanggan yang memberikan testimonial atau saran untuk berbelanja di tempat saya pada user lainnya. Bagi saya itulah testimonial yang sebenar-benarnya, testimonial positif yang tidak saya minta, dan ditulis oleh orang yang dipercayai oleh anggota forum lainnya. Setelah fitur komentar di website Perkakasku.com, muncul juga testimonial produk dan juga pengalaman di berbelanja di website saya, yang hampir tidak saya sensor. Baik itu komentar positif maupun negatif, kecuali bila ada yang numpang jualan, maaf pasti saya hapus. Pelayanan yang saya berikan memang tidak 100% sempurna, pasti ada sekian persen yang masih tidak puas. Dan testimonial yang negatif akan memecut saya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.</p>
<p>Testimonial merupakan alat marketing yang baik untuk meberikan kepercayaan pada konsumen, tetapi kita jangan sampai men-&#8217;dewa&#8217;-kannya sehingga menjadikannya alat utama, dan yang paling penting jangan disalahgunakan. Sebagai toko online, yang kita butuhkan kepercayaan, untuk itu marilah kita berikan pelayanan sebaik mungkin, kepercayaan dan testimonial akan datang sendiri. Mari kita bangun e-commerce Indonesia sebaik mungkin. Salam Sukses !</p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2011/07/11/testimonial-marketing-pada-toko-online-antara-kenyataan-dan-kebohongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelabu di Bulan Agustus 2008 – Bagian 2</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bni]]></category>
		<category><![CDATA[fraud]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[nsia]]></category>
		<category><![CDATA[nsiapay]]></category>
		<category><![CDATA[perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian sebelumnya diceritakan bagaimana saya mengahadapi kasus fraud kartu kredit pada toko online Perkakasku.com. Kerugiannya cukup besar, hingga 8 digit, nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Persoalannya masih terus berlanjut pada bagaimana saya,  NSIAPAY dan BNI &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a title="Kelabu di Bulan Agustus 2008 - Bagian 1" href="http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/" target="_blank">bagian sebelumnya</a> diceritakan bagaimana saya mengahadapi kasus fraud kartu kredit pada toko online Perkakasku.com. Kerugiannya cukup besar, hingga 8 digit, nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Persoalannya masih terus berlanjut pada bagaimana saya,  NSIAPAY dan BNI menyelesaikan masalah ini. Karena ternyata bukan transaksi fraud saja yang ditahan pembayarannya, tetapi ada beberapa transaksi yang bersih ikut-ikutan ditahan tanpa ada penjelasan resmi dari BNI.</p>
<p>Untuk memperoleh kejelasan bagaimana status transaksi yang ditahan pembayarannya, saya berhubungan dengan layanan merchant care. Dan dari mereka, yang saya dapatkan hanya janji bahwa sedang diperiksa, berulang-ulang kali. Masalah ini dibiarkan terkatung cukup lama walaupun semua bukti terkait masalah ini telah diserahkan ke NSIAPAY dan BNI. Bukti yang diserahkan adalah data waktu dan nilai transaksi, invoice, nama pelaku dan alamat tujuan pengiriman, hingga alamat ip pelaku semuanya tercatat.</p>
<p>Hingga suatu saat dengan bantuan dari support nsiapay, saya dapatkan pernyataan bahwa perlu proses untuk menunggu selama 4 bulan, hingga tidak ada chargeback dari penerbit kartu yang digunakan dalam transaksi. Waktu yg cukup lama, tapi apa boleh buat bila itu langkah yang harus dilewati.  Sambil menunggu terpaksa saya tutup dulu layanan NSIAPAY, karena jangan sampai ada transaksi yang nyangkut lagi tidak dibayarkan ke rekening saya.</p>
<p>Bulan November 2008, baru 3 bulan, saya dikejutkan dengan adanya pemotongan rekening tabungan BNI dengan alasan chargeback. Setelah diselidiki ternyata nilai yang dipotong adalah sejumlah 2 transaksi dari transaksi-transaksi yang ditahan pembayarannya oleh BNI. Kenapa chargeback dari transaksi yang ditahan pembayarannya, malah memotong dana di rekening. Kembali saya harus konfirmasi lagi ke merchant care, kembali juga dipingpong sana sini sekitar 2 minggu.  Akhirnya saya cukup marah, dan mengancam melalui email ke BNI dbahwa kasus ini akan saya angkat ke surat pembaca bila tidak segera diselesaikan. Dibantu juga &#8220;push&#8221; dari NSIAPAY, ternyata ancaman cukup ampuh, seminggu kemudian dana tersebut kembali cair. Kenapa selalu harus melalui ancaman untuk mendapat layanan yang diharapkan?</p>
<p>Setelah kasus &#8220;kecil&#8221; tersebut selesai, saya kembali harus menunggu untuk memperoleh kejelasan terhadap kasus &#8220;yang lebih besar&#8221;. Pada dasarnya saya sudah merelakan dana yang ditahan  tersebut tidak kembali lagi. Tapi hanya untuk transaksi oleh sindikat fraud tersebut, sehingga saya hanya membutuhkan kejelasan transaksi-transaksi di luar itu yang ikut-ikutan ditahan. Bulan Januari 2009, 5 bulan sejak kelabu di bulan Agustus 2008, saya masih belum menerima kejelasan juga dari BNI. Mereka masih minta saya untuk menunggu, perlu bantuan support dari NSIAPAY untuk &#8220;push&#8221; hingga saya akhirnya dapat menghubungi person in charge untuk kasus ini.</p>
<p>Melalui PIC ini, saya akhirnya mendapatkan titik terang. Sekitar akhir Februari 2009, saya mendapatkan informasi transaksi mana saja yang dapat dicairkan. Sebuah penantian yang cukup lama, melelahkan dan butuh kesabaran. Saya berterima kasih pada support dari NSIAPAY atas bantuannya dalam kasus ini. Untuk BNI saya juga berterima kasih karena dana beberapa transaksi masih dapat diselamatkan, sehingga kerugian dapat diminimalisir. Saya harap BNI dapat lebih meningkatkan layanannya dan kasus seperti ini jangan sampai terulang.</p>
<p>Tujuan saya menceritakan kasus ini bukan untuk mendiskreditkan siapapun, tetapi hanya untuk berbagi pengalaman dalam berbisnis online. Uang yang sudah hilang sudah direlakan, saya berharap pelaku dapat menggunakan barang hasil &#8220;kejahatannya&#8221; untuk kebaikan. Kejadian ini bukan menunjukkan transaksi kartu kredit di Internet tidak aman untuk pemegang kartu kredit, karena pada kasus ini kerugian lebih banyak dialami oleh merchant, bukan oleh pemegang kartu kredit. Fitur keamanan yang dimiliki oleh NSIAPAY sudah cukup bagus untuk melindungi pemegang kartu kredit. Bagi merchant, kejadian ini memang resiko dan dapat terjadi bukan hanya dalam penjualan online tetapi dalam penjualan offline. Sehingga merchant memang harus lebih ekstra hati-hati dalam memproses transaksi.</p>
<p>Dari sisi bank, kejadian ini menunjukkan bahwa BNI lebih melindungi pemegang kartu kredit, sehingga resiko dilimpahkan pada merchant. Tetapi hal ini memang sudah tertuang dalam perjanjian kerjasama pemrosesan kartu kredit, sehingga mau tidak mau kita harus mengikutinya. Saya tidak mempermasalahkan aturan ini, karena memang dalam bisnis resiko seperti ini memang ada. Tetapi dalam kasus seperti ini, BNI seharusnya lebih transparan terutama mengenai berapa lama dana ditahan dan setiap prosesnya dapat dijelaskan. Seharusnya dapat lebih sigap untuk menangani kasus ini, terutama untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menangkap pelaku. Sewaktu pertama kali menerima surat &#8220;cinta&#8221; mengenai penahanan dana, saya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah bukti, dan bahkan pelaku masih mencoba melakukan beberapa transaksi. Sehingga masih sangat mungkin untuk melakukan penangkapan. Tetapi bila proses yang dilakukan seperti yang saya ceritakan, sungguh sulit untuk menangkap pelaku setelah lebih dari setengah tahun.</p>
<p>Layanan NSIAPAY telah saya aktifkan kembali, dengan beberapa pengetatan. Diantaranya hanya mengijinkan kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia saja yang dapat bertransaksi di Perkakasku.com. Hal ini memang dapat mengurangi kasus fraud walaupun bukan berarti menghilangkan. Karena tetap saja ada beberapa &#8220;customer&#8221; sepertinya gatal untuk mencari celah. Modusnya mirip dan entah kenapa selalu dengan tujuan kiriman ke Denpasar.  Walaupun tidak mencurigai semua transaksi dari Denpasar, saya lebih ektra hati-hati dalam menangani transaksi kartu kredit terutama dari rekan-rekan di Denpasar.   Bila transaksi mencurigakan, lebih baik saya batalkan saja transaksinya. Sekali lagi saya bagikan pengalaman ini semoga juga menjadi pelajaran juga buat rekan-rekan pebisnis atau calon pebisnis online, dalam menghadapi kasus-kasus seperti ini.  Akhir kata jangan sampai kasus ini mengecilkan niat rekan-rekan untuk berbisnis online, yang pasti kita harus lebih ektra hati-hati, karena resiko selalu ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/07/24/kelabu-di-bulan-agustus-2008-%e2%80%93-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelabu di Bulan Agustus 2008 &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 03:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bni]]></category>
		<category><![CDATA[fraud]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[nsia]]></category>
		<category><![CDATA[nsiapay]]></category>
		<category><![CDATA[perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Agustus 2008, bulan yang tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya. Itu bukan karena bulan Agustus adalah bulan kelahiran kedua putra kembar saya, bukan juga karena bulan kemerdekaan negara tercinta ini. Tetapi karena bulan tersebut saya menerima pengalaman yang pahit &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Agustus 2008, bulan yang tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya. Itu bukan karena bulan Agustus adalah bulan kelahiran kedua putra kembar saya, bukan juga karena bulan kemerdekaan negara tercinta ini. Tetapi karena bulan tersebut saya menerima pengalaman yang pahit dalam berbisnis online. Kejadiannya memang sudah lama, tetapi baru dapat saya  bagikan sekarang, karena sebelumnya masih menunggu proses yang dilakukan oleh pihak bank. Awal bulan maret 2009  ini, proses yang dinantikan baru selesai, tetapi baru  saat ini saya dapat berbagi pengalaman ini.</p>
<p>Sedikit intermezzo, dalam menjalankan bisnis,  kemudahan pembayaran merupakan salah satu hal yang krusial. Jangan sampai karena pembayaran yang menyulitkan, pelanggan sampai lepas. Hal ini berlaku juga pada bisnis online. Di Perkakasku.com, saya berusaha menawarkan solusi pembayaran yang lengkap, dengan membuka rekening di bank-bank terkemuka. Tetapi rasanya kurang lengkap bila tidak ada pembayaran melalui kartu kredit. Oleh karena itu saya tak ragu membuka pembayaran via Paypal. Tak lama kemudian saya bekerjasama dengan NSIA untuk menghadirkan layanan pembayaran kartu kredit dalam rupiah. Kerjasama ini juga melibatkan pihak bank, yaitu Bank BNI untuk kepentingan otorisasi kartu kredit, dan penampungan dana hasil transaksi.</p>
<p>Selama ini kerjasama dengan NSIA dan BNI berjalan cukup baik. Transaksi pembayaran diproses dengan baik dan dana hasil transaksi, beberapa hari kemudian dikreditkan di rekening saya di BNI. Hingga suatu hari di awal bulan agustus, ketika  itu seorang pelanggan baru berbelanja sebuah mesin untuk dikirim ke Denpasar. Pelanggan tersebut menggunakan fasilitas pembayaran kartu kredit NSIAPay. Proses berjalan normal seperti biasa, invoice saya terima dengan keterangan pembayaran via NSIAPay. Saya cek di halaman administrasi Nsiapay, transaksi telah diotorisasi dengan baik. Barang segera saya siapkan, dan hari itu juga saya kirimkan. Beberapa hari kemudian dana hasil transaksi masuk ke rekening seperti biasa.  Sekitar 1 minggu kemudian, beliau berbelanja kemudian diikuti juga dengan beberapa &#8216;temannya&#8217; dengan alamat lain di kota Denpasar.  Semua transaksi di pertengahan bulan Agustus tersebut begitu membabi buta, dan tanpa kecurigaan sedikitpun saya melayani transaksi-transakasi tersebut. Serupa dengan transaksi sebelumnya pembayaran menggunakan fasilitas payment gateway dari NSIAPay. Karena semua transaksi diotorisasi oleh Bank dengan baik maka saya segera memproses transaksi sebaik mungkin.</p>
<p>Sampai beberapa hari kemudian transaksi terus terjadi melalui NSIAPay dengan alamat tujuan ke Denpasar dan sebuah kota lain di utara Jawa Barat. Saya mulai sedikit curiga, saya lihat log transaksi di halaman admin NSIAPay, ternyata untuk mendapatkan otorisasi OK dari bank, si &#8216;pelanggan&#8217; ini harus memasukkan kartu hingga 5 kali bahkan lebih. Saya cek ke support dari NSIAPay, tanggapannya adalah mereka tidak bisa memastikan itu transakasi fraud atau bukan, selama tidak ada komplain dari pemegang kartu. Saya berusaha membuang jauh-jauh tudingan pelanggan saya melakukan fraud. Akhirnya untuk memberikan pelayanan yang baik saya tetap mengirimkan pesanannya.</p>
<p>Sebelum hari  libur kemerdekaan RI, transaksi &#8211; transaksi kartu kredit saya settle, dengan harapan pada hari kerja berikutnya dana telah masuk ke rekening. Tetapi 2 hari kemudian dana tak kunjung masuk ke rekening saya. Hingga pada tanggal 21 Agustus, saya menerima surat &#8216;cinta&#8217; dari BNI, yang menjelaskan status transaksi-transaksi tersebut dalam status hold. Sontak saya stress berat, ternyata kecurigaan saya benar. Saya segera menghubungi semua perusahaan jasa pengiriman, kebetulan transaksi menggunakan jasa pengiriman yang berebeda-beda. Beberapa barang bisa ditahan dan saya minta dikirim kembali ke alamat saya, karena belum diantar, ada barang yang diambil oleh &#8216;pelanggan&#8217; di kantor perwakilan denpasar karena memang sudah ada referensi nomor resi. Hari itu saya sungguh berterima kasih pada Tiki dan ESL Express yang cukup tanggap bekerja sama untuk membatalkan pengiriman. Bila dihitung saya  bisa menyelamatkan 1/4 dari keseluruhan nilai transaksi.   Keesokan harinya surat &#8216;cinta&#8217; dari BNI datang lagi untuk informasi penahanan dana transaksi yang lain, yang memang tidak saya kirim.</p>
<p>Masalah tidak berhenti sampai sini, transaksi-transaksi lain beberapa hari kemudian, yang menurut saya bukan anggota komplotan tersebut, ikut-ikutan ditahan oleh BNI.  Ini membuat saya cukup stress.. karena kerugian bukan saja dari transaksi dari komplotan itu saja, tapi dari transaksi-transaksi lain yang tidak ada hubungannya. Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan sementara layanan NSIAPay selama beberapa bulan.</p>
<p>Kerugian akibat kasus ini lumayan besar, sekitar 8 digit. Nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Saya sempat  stress selama beberapa hari, tetapi ini tidak boleh membuat gentar untuk berbisnis online. Hal ini saya jadikan pengalaman yang sangat mahal untuk membuat saya jauh lebih hati-hati.  Tetapi cerita pengalaman belum berhenti di sini, masih ada pengalaman mengenai bagaimana penyelesaian kasus ini. Itu akan saya ceritakan di bagian selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2009/04/05/kelabu-di-bulan-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinergi Toko Online dan Offline</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/09/12/sinergi-toko-online-dan-offline/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/09/12/sinergi-toko-online-dan-offline/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 11:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin ini ketika saya sedang browsing, tak sengaja singgah di blognya pak Nukman Luthfie yang membahas tentang Toko Online Dorong Penjualan Offline. Dari judulnya saja saya sudah merasa &#8216;wah emang bener tuh&#8217;. Saya pribadi sangat merasakan peningkatan omzet yang signifikan &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/09/12/sinergi-toko-online-dan-offline/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin ini ketika saya sedang browsing, tak sengaja singgah di blognya pak <a title="Toko Online Dorong Penjualan Offline" href="http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/toko-online-dorong-penjualan-offline/" target="_blank">Nukman Luthfie</a> yang membahas tentang Toko Online Dorong Penjualan Offline. Dari judulnya saja saya sudah merasa &#8216;wah emang bener tuh&#8217;.  Saya pribadi sangat merasakan peningkatan omzet yang signifikan di toko offline saya Multi Mekanik, terutama sejak awal tahun 2008 ini. Peningkatan ini sungguh di luar dugaan saya,  Perkakasku.com memang mimpi saya sejak lama, tapi saya tak mengira bakal secepat itu. Keluarga dan rekan saya sendiri bahkan awalnya sempat meremehkan mimpi saya tersebut, tetapi sekarang berbalik mendukung.</p>
<p>Pada awal peluncuran Perkakasku.com, saya sempat dilanda kekhawatiran, bagaimana bila orang hanya melihat toko online saya sebagai perbandingan harga saja. Karena memang tak dipungkiri, dengan memperlihatkan harga di website, saya memulai genderang perang harga dengan toko offline yang lain. Karena harga saya cukup terbuka, dan mudah dibandingkan dan diadu. Tak jarang saya mendengar kabar dari rekan bisnis , bahwa ada orang yang datang membawa printout website saya untuk membandingkan harga di tokonya. Atau berujar &#8216;tuh di internet ada yang jual dengan harga sekian&#8217;. Ya, itu memang resiko, dan itu hak setiap orang untuk memilih di mana dia akan membelanjakan uangnya. Yang pasti saya tetap berusaha untuk tetap dapat menawarkan harga yang dapat bersaing secara wajar dan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin.</p>
<p>Dari pemantauan yang saya lakukan terhadap perilaku pelanggan yang datang ke toko offline. Sebagian besar orang yang datang ke toko offline saya yang berasal dari toko Online, sudah memiliki cukup informasi mengenai apa yang akan dia beli. Dan sebagian besar dari mereka sudah pasti deal untuk membeli barang di tempat saya. Tetapi banyak juga yang datang ke tempat saya hanya untuk memastikan bahwa Perkakasku.com itu benar-benar toko yang nyata juga, dan mereka baru datang lagi kemudian untuk bertransaksi. Jadi memang sudah terbukti bahwa toko online sungguh membantu peningkatan penjualan toko offline.</p>
<p>Sinergi toko online dan offline menurut saya memberikan kekuatan dalam penjualan. Sinergi ini dapat daya gambarkan sebagai berikut. Dengan  toko offline, pelanggan tak ragu untuk datang memastikan barang yang akan dia beli, terkadang setelah mereka melihat barangnya mereka menjadi lebih yakin dengan barang yang akan mereka beli, atau memilih menggunakan tipe atau merk lain, dengan lebih yakin. Dengan toko offline, saya dapat menyediakan barang-barang dan seringkali saya mendapatkan harga terbaik dengan membeli barang dalam jumlah stock yang banyak. Dengan stock yang tersedia, saya dapat memberikan pelayanan yang terbaik karena barang dapat langsung dilihat dan dibawa pulang setelah transaksi. Untuk pelanggan di luar kota, Saya juga dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat karena barang segera saya kirim begitu dana saya terima.</p>
<p>Dengan toko online saya mendapat pelanggan yang sebelumnya belum tentu bisa saya peroleh bila hanya mengandalkan orang yang lewat di depan toko. Tanpa toko online, belum tentu juga saya mendapatkan pelanggan yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk datang ke toko offline. Belum tentu saya mendapatkan pelanggan yang loyal dari luar kota, yang bahkan tak pernah saya temui sama sekali. Jadi sinergi toko online dan offline benar-benar pas untuk usaha saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/09/12/sinergi-toko-online-dan-offline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyaman dengan Ubuntu LTS</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/08/15/nyaman-dengan-ubuntu-lts/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/08/15/nyaman-dengan-ubuntu-lts/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 16:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Hingga saat ini berarti sudah sekitar 2 tahun, notebook tercinta ini terinstall Ubuntu Dapper Drake 6.06 LTS, yang hingga saat ini tidak pernah saya upgrade ke versi baru. Dan selama ini saya memang merasa cukup puas, walaupun ada beberapa hal &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/08/15/nyaman-dengan-ubuntu-lts/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga saat ini berarti sudah sekitar 2 tahun, notebook tercinta ini terinstall Ubuntu Dapper Drake 6.06 LTS, yang hingga saat ini tidak pernah saya upgrade ke versi baru. Dan selama ini saya memang merasa cukup puas, walaupun ada beberapa hal yang sedikit mengganjal. Saya cukup puas karena selama ini saya nyaris tak pernah mengalami masalah yang dapat menggangu pekerjaan saya dalam menggunakan notebook ini. Terasa sekali kinerja komputer ini tidak pernah berkurang, walaupun saya sering meng-install dan uninstall program. Berbeda sekali ketika masih menggunakan Windows yang bila sudah melewati 6 bulan pertama, kinerja-nya mulai sedikit berkurang walaupun update jalan terus. Apalagi kalau sudah sampai 2 tahun, pasti sudah tidak tahan pengen ngeformat dan install ulang.</p>
<p>Notebook yang menggunakan Ubuntu 6.06 LTS ini, selain saya gunakan sebagai komputer untuk melakukan pekerjaan administratif toko, editing gambar, game, juga saya gunakan development server dalam mengembangkan dan menguji coba Perkakasku.com. Sehingga sudah pasti terinstall apache, PHP, dan MySQL. Khusus program yang saya gunakan untuk pengembangan dalam bahasa PHP, saya cukup puas dengan menggunakan Bluefish, yang simple dan powerful. Semua program ini sudah berjasa membantu saya menciptakan Perkakasku.com.</p>
<p>Tapi itu semua bukan berarti linux tidak ada kekurangan. Dengan perkembangan linux yang cepat seperti saat ini, memang terasa sekali versi sebuah distro cepat sekali menjadi usang. Hal ini memang  saya rasakan, di mana setelah 2 tahun program-program di notebook ini sudah tidak dapat lagi menggunakan versi yang terbaru. Karena memang di linux, program dengan versi lebih baru, berarti membutuhkan library versi baru pula. Nah library versi baru seringkali mensyaratkan upgrade versi distro. Memang sebenarnya kan tinggal upgrade, apalagi dari 6.06 bisa langsung upgrade ke 8.04. Tapi bagi saya tidak se-simple itu, karena pertama, untuk upgrade berarti harus melewati internet yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi sekarang listrik masih suka padam, bisa-bisa ketika sedang update listrik mati dan ya tahu sendiri lah bagaimana hasilnya <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kedua, mengupgrade berarti saya harus bayar lagi untuk menggunakan driver modem linuxant, karena linuxant terikat pada kernel, sehingga setelah lebih dari 1 tahun, ganti kernel berarti bayar lagi <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Saya memang sulit melepaskan diri dari driver linuxant ini karena driver ini saya gunakan untuk meng&#8217;hidup&#8217;kan fax, sehingga penerimaan fax tidak harus saya cetak lagi. Ketiga,  ditengah kesibukan toko, dan melayani konsumen di Perkakasku.com, memang sulit sekali untuk mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengoprek, karena saya membanyangkan banyak sekali yang harus dibereskan ketika selesai upgrade.  Belum lagi pasti gatal untuk menyoba hal-hal baru di OS baru. Solusi lain, seperti melakukan fresh install, sudah tak ada dalam pikiran saya, karena berarti akan sangat menggangu pekerjaan saya.</p>
<p>Kestabilan Ubuntu LTS, dengan janjinya, yang tetap menjamin kestabilan dan keamanan selama 3 tahun atau hingga 5 tahun untuk program yang berhubungan dengan server. Setidaknya membuat saya tenang dan nyaman dalam menggunakan notebook ini dalam pekerjaan saya. Setidaknya setelah 5 tahun, mungkin saya tidak lagi gatal untuk mengganti OS, tapi mungkin gatal untuk mengganti notebook <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dengan demikian, saya patut berterima kasih pada komunitas open source yang telah tanpa pamrih menciptakan OS dan berbagai program yang telah membantu mengembangkan bisnis saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/08/15/nyaman-dengan-ubuntu-lts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Kunci&#8217; Yang Membingungkan</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/07/02/kunci-yang-membingungkan/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/07/02/kunci-yang-membingungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 08:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Makna kata kunci dalam bahasa Indonesia, memang cukup luas. Bila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia makna kunci, berarti : 1 alat untuk mengancing pintu, peti, dsb, terdiri atas anak kunci dan induk kunci; 2 alat yg dibuat dr logam &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/07/02/kunci-yang-membingungkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makna kata kunci dalam bahasa Indonesia, memang cukup luas. Bila mengacu pada<a title="Kamus Besar Bahasa Indonesia" href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php" target="_blank"> Kamus Besar Bahasa Indonesia</a> makna kunci, berarti<em> :</em><span id="more-39"></span></p>
<blockquote><p>1 alat untuk mengancing pintu, peti, dsb, terdiri atas anak kunci dan induk kunci; 2 alat yg dibuat dr logam untuk membuka atau mengancing pintu dng cara memasukkannya ke dl lubang yg ada pd induk kunci; anak kunci; 3 pengancing pintu, peti, dsb yg terpasang pd pintu, peti, dsb; 4 alat yg digunakan untuk membuka dan memasang sekrup dsb; 5 alat untuk menghidupkan atau menjalankan mesin (mobil dsb); 6 sendi (pertemuan) tulang; 7 ki jawaban yg disediakan atas pertanyaan ujian dsb; 8 ki kedudukan (tempat) yg sangat penting untuk menguasai sesuatu atau untuk mengenakan pengaruh; 9 Mus runtunan nada yg berhubungan satu dan lainnya, berdasar pd suatu nada utama; 10 Mus lambang yg digunakan untuk menunjukkan letak not tertentu pd balok not, spt kunci G menunjukkan letak not g&#8217; pd garis kedua balok not; 11 ki alat untuk mencapai suatu maksud (spt membongkar rahasia, memecahkan masalah, menentukan kalah menang, atau berhasil tidaknya sesuatu);</p></blockquote>
<p>Makna yang memang cukup luas untuk satu kata. Tetapi ini memang bukanlah hal yang aneh dalam bahasa Indonesia. Masih banyak kata-kata lain yang serupa. Saya memang bukan ahli bahasa, mengapa saya membicarakan kata &#8216;Kunci&#8217; di sini? Ini karena saya berusaha membahas sulitnya untuk konsisten dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam dunia perkakas, dan kata &#8216;kunci&#8217; merupakan salah satu contoh kata, yang membuat konsistensi penggunaan bahasa Indonesia sedikit sulit.</p>
<p>Bila diterjemahkan ke bahasa Inggris, kunci dapat menjadi key / lock atau <em>wrench</em> <em>/ spanner</em>. ( Wrench : US English, Spanner: UK English) Untuk sebagaian besar orang yang kurang begitu mengerti dunia perkakas, kata kunci tentu dikaitkan dengan key / lock. Sedangkan untuk dunia perkakas kunci berarti dikaitkan dengan <em>wrench / spanner</em>.  Sebaliknya tidak ada satu kata dalam bahasa Indonesia yang dapat dengan mudah mewakili kata <em>wrench / spanner</em> tanpa membingungkan pendengarnya. Bila kita menggunakan kamus online Inggris &#8211; Indonesia, kata Wrench mengacu pada kunci Inggris sedangkan Spanner mengacu pada kunci sekrup. Memang itu bukan terjemahan yang tepat, karena <em>wrench</em> bukan hanya kunci Inggris (<em>adjustable wrench</em>), karena ada juga kunci sok (<em>socket wrench</em>), kunci ring (<em>box / ring end wrench</em>), kunci pas (<em>open end wrench</em>), kunci momen (<em>torque wrench</em>), mesin / kunci yang memberikan impak / pukulan (<em>impact wrench</em>) Spanner diterjemahkan sebagai kunci sekrup juga saya rasa kurang tepat. Karena sekrup itu dibuka / dikencangkan oleh obeng, sedangkan yang dibuka oleh spanner adalah baud. (Sekrup berbeda dengan baud, perbedaannya mungkin akan coba saya bahas nanti) Sehingga kalo boleh saya definisikan sendiri secara singkat mungkin <em>wrench / spanner</em> seharusnya diterjemahkan sebagai perkakas untuk membuka baut / mur.</p>
<p>Kata &#8216;Kunci&#8217; memang sedikit membingungkan saya dalam membuat kategori di perkakasku.com. Karena saya berusaha konsisten untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam membuat kategori. Saya berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sedekat mungkin umum digunakan, sehingga orang dapat lebih mudah mencari dan mengartikannya. Mungkin orang akan bingung bila saya menuliskan kata open end wrench pada kategori, karena kunci pas jauh lebih dikenal. Tetapi ada kata lain seperti impact wrench, saya tidak tahu apakah ada padanan kata yang tepat untuk kata ini. Karena bila diterjemahkan menjadi kunci impak, mungkin orang bakalan bingung, tetapi bila saya ingin kata tersebut menjadi jelas, mungkin akan menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Akhirnya terpaksalah membuat kategori yang menggunakan bahasa yg sedikit campur aduk <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tetapi bahasa campur aduk ini sendiri juga bukan tanpa masalah, ada beberapa kata yang pada beberapa daerah, penamaannya berbeda. Sebagai contoh tank buaya. Ada yg menyebutnya untuk tank kombinasi, ada juga yang menyebutnya untuk tank lancip, ada juga untuk tank stel.</p>
<p>Tetapi mungkin memang seperti itulah bahasa Indonesia. Dalam dunia perkakas kata kunci inggris, kunci pas, kunci sok, dll sudah jauh lebih umum digunakan dibandingkan istilah bahasa Inggris, tetapi untuk perkakas jenis baru mungkin masih menggunakan bahasa Inggris. Sehingga campur aduk bahasa mungkin sudah biasa. Dalam dunia komputer, kita sudah terbiasa dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu kita pasti tersenyum bila ada orang yang menggunakan kata tetikus, karena kita sudah terbiasa menggunakan kata mouse. Sehingga konsistensi untuk berbahasa Indonesia untuk dunia perkakas memang cukup sulit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/07/02/kunci-yang-membingungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setahun Perkakasku.com</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/06/15/setahun-perkakaskucom/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/06/15/setahun-perkakaskucom/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 17:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/2008/06/15/setahun-perkakaskucom/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, telah lebih dari 1 Tahun, saya melakukan launching Perkakasku.com. Banyak suka dan duka yang saya rasakan selama mengelola situs belanja perkakas pertama di Indonesia ini. Yang pasti banyak suka-nya karena ternyata sambutan terhadap Perkakasku.com melebihi dari apa yang &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/06/15/setahun-perkakaskucom/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, telah lebih dari 1 Tahun, saya melakukan launching Perkakasku.com. Banyak suka dan duka yang saya rasakan selama mengelola situs belanja perkakas pertama di Indonesia ini. Yang pasti banyak suka-nya karena ternyata sambutan terhadap Perkakasku.com melebihi dari apa yang saya harapakan.</p>
<p>Perkakasku.com adalah proyek impian saya yang benar-benar terwujud. Nama domain-nya sendiri sudah saya cari lebih dari 2 tahun sebelum domain itu sendiri terdaftar. Memang mencari domain yang menarik dan mudah diingat bukanlah hal yang gampang. Saya memang mencoba menggunakan nama yang baru, bukan nama toko yang sudah saya dirikan yaitu Multi Mekanik. Karena sejak toko ini saya dirikan sejak tahun 2003, saya sendiri merasa nama ini cukup sulit diingat oleh para pelanggan.</p>
<p>Perkakasku.com sebenarnya telah saya coba bangun sendiri sejak tahun 2006, dimulai dari pencarian software apa yang cocok. Pencarian pada banyak software yang ada terutama opensource seperti OsCommerce, Joomla, Zencart, dll kurang mengena, karena  saya kurang sreg dengan sistem-nya selain itu saya ingin software ini dapat terintegrasi dengan software yang telah terbangun untuk toko offline  saya selama ini. Hingga akhirnya saya putuskan untuk membangun software sendiri from scratch. Memang bukan perkara yang mudah, tapi mungkin karena jiwa programmer yang ada di dalam diri sejak kecil, saya bener-bener nekad membuat segala sesuatunya sendiri.</p>
<p>Karena proses pembangunannya dilakukan sendiri maka mental benar-benar bicara. Banyak sekali alasan yang membuat proyek ini pembangunannya berjalan demikian lambat. Alasan yang paling banyak saya cari adalah waktu dan konsentrasi, memang sulit membagi waktu dan konsentrasi antara mengelola toko offline, untuk keluarga, apalagi mengurus my twins boys yang baru lahir tak lama setelah proyek ini seperempat jadi,  benar-benar tantangan tersendiri. Belum lagi ada &#8216;mainan&#8217; baru, yaitu ngoprek linux , yang tambah-tambah bikin proyek ini kedodoran <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Menentukan desain adalah hal lain yang memperlambat proyek ini, karena terus terang saya kurang begitu &#8216;nyeni&#8217;. Untuk mengatasi ini saya mencoba dengan membaca buku <a href="http://www.amazon.com/Principles-Beautiful-Web-Design/dp/0975841963/ref=pd_bbs_sr_2?ie=UTF8&amp;s=books&amp;qid=1213459588&amp;sr=8-2">Principles of Beautiful Web Design</a> , buku ini sedikit membantu mengatasi &#8216;kekurang-seni-an&#8217; saya. Akhirnya lengkaplah sudah, total waktu pembangunan website ini lebih dari satu tahun.</p>
<p>Pemecut untuk mempercepat proyek ini adalah dengan mendaftarkan domain, dan mulai menyewa hosting. Karena pada waktu meniatkan diri membangun proyek ini saya sudah pasang target, jadi atau tidak pertengahan 2007,  Perkakasku.com harus sudah go live. Awal Januari 2007, domain perkakasku.com saya daftarkan beserta hostingnya di masterweb.  Dengan terdaftarnya domain dan &#8216;investasi&#8217; berupa sewa hosting selama 2 tahun, bila saya tak cepat-cepat me-launching Perkakasku.com, berarti ada kerugian yang saya catat pada pembukuan di toko Multi Mekanik.</p>
<p>Sekitar bulan Maret, software yang saya buat sudah hampir jadi, atau bisa dikatakan sudah memasuki tahap beta. Hal berikutnya yang dilakukan adalah uji coba, dengan bantuan keluarga dan rekan-rekan tercinta akhirnya software tersebut bisa dikatakan &#8216;lulus&#8217;. Berikutnya tahap yang membuat rasa &#8216;hoream&#8217; kembali muncul yaitu memasukkan data produk. Scan brosur, edit gambar, input spesifikasi, dan sejenisnya ternyata cukup memakan waktu, karena memang cukup banyak produk yang harus diinput, apalagi sendirian dan dibantu oleh istri tercinta.</p>
<p>Setelah total produk yang masuk kurang lebih 100-an, atau tepatnya tanggal 12 Mei 2007, saya paksakan diri untuk melaunching Perkakasku.com. Memang jumlah tersebut masih sangat sedikit  untuk jenis produk perkakas, tetapi kalau tidak dipaksakan ya.. ngga akan launching-launching. Bahkan hingga saat ini pun sebenarnya jumlah produk yang terpampang di Perkakasku.com belum sampai 20% dari jumlah barang yang ada di toko. Untuk mempermudah, produk yang diinput saya fokuskan pada produk yang branded dan ready stock di toko.  Setelah launching yang berikutnya dipikirkan, siapa ya yang mau lihat Perkakasku.com.</p>
<p>Mulailah saya mengeluarkan modal untuk menggunakan layanan Google Adwords, yang ternyata cukup mujarab. Hanya dalam hitungan hari, pengunjung potensial mulai berdatangan. Seminggu setelah launching sudah ada transaksi. Yang tak saya sangka transaksi datang dari konsumen yang sangat jauh, yaitu dari tanah Papua. Saya bersyukur sambutan terhadap Perkakasku.com ternyata sangat baik, pelanggan sedikit demi sedikit bertambah dari seluruh pelosok Indonesia. Pengunjung Perkakasku.com dari Bandung, hampir sebagian besar datang berkunjung ke toko offline Multi Mekanik. Pengunjung dari luar kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Kerawang, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Semarang, bahkan hingga luar pulau seperti Batam ada pula yang menyempatkan diri datang langsung untuk berkunjung ke toko Multi Mekanik.</p>
<p>Layanan demi layanan mulai saya tambahkan di Perkakasku.com, seperti pembayaran melalui Paypal, E-Gold, dan kerjasama dengan PT. Nusa Satu Inti Artha (NSIAPay), untuk melayani pembayaran kartu kredit dalam Rupiah. Kemudahan dalam pengiriman dan juga menghitung biaya pengiriman secara cepat, sehingga semua transaksi dapat dilakukan secara cepat. Hampir 90% pesanan, dapat saya kirim pada hari yang sama bahkan pada sore hari, sehingga barang dapat diterima di kota tujuan keesokan harinya. Layanan cepat dari Perkakasku.com ini,  saya harap dapat memberikan nilai lebih bagi para pelanggan.</p>
<p>Setelah launching juga banyak sekali tantangan hingga &#8216;kebodohan&#8217; yang seringkali saya alami dan lakukan. Yang namanya usaha, selalu ada saja saat sepi transaksi, hal ini seringkali malah mengendurkan semangat. Tetapi ketika transaksi ramai, baik offline maupun online seringkali banyak konsumen yang tidak dapat terlayani dengan baik dan juga banyak transaksi yang lepas, karena memang benar-benar tak terhandle. Ada juga &#8216;kebodohan&#8217;, karena <a href="http://darikami.perkakasku.com/2007/12/27/kesalahan-teknis-pada-checkout/http://darikami.perkakasku.com/2007/12/27/kesalahan-teknis-pada-checkout/">terlalu pede mengubah script tanpa melalui tahapan ujicoba</a>, saya pernah kehilangan banyak sekali transaksi. Ada pelanggan yang menunggu kenapa ordernya tidak proses, tetapi saya sama sekali tidak mengetahui keberadaan order tersebut hanya karena kesalahan script tersebut. Masih untung ada beberapa transaksi yang dilakukan by phone sehingga dilakukan secara manual.</p>
<p>Adanya pesaing, saya rasa membuat bisnis perkakas online ini lebih menarik. Karena semua itu dapa menjadi pembelajaran dan memecut untuk saya untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi pada konsumen.  Seiring dengan mulai lebih dikenalnya Perkakasku.com, yang dapat dilihat dari meningkatnya jumlah konsumen, transaksi, traffic ke web, peringkat <a title="Alexa Traffic Rank" href="http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/perkakasku.com" target="_blank">Alexa</a>, dll. Saya akan terus berusaha mengembangkan Perkakasku.com ke arah yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/06/15/setahun-perkakaskucom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Web Toko Online</title>
		<link>http://handilim.web.id/2008/02/24/desain-web-toko-online/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2008/02/24/desain-web-toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 03:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/2008/02/24/desain-web-toko-online/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk urusan desain web, saya akui kemampuan saya terbatas. Sehingga kualitas desain web saya minimal tidak jelek-jelek amat Mungkin karena jiwa seni saya memang tidak sebaik para ahli desain web. Terlepas dari itu, pada dasarnya saya memang cenderung tidak terlalu &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2008/02/24/desain-web-toko-online/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk urusan desain web, saya akui kemampuan saya terbatas. Sehingga kualitas desain web saya minimal tidak jelek-jelek amat <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mungkin karena jiwa seni saya memang tidak sebaik para ahli desain web. Terlepas dari itu, pada dasarnya saya memang cenderung tidak terlalu suka web yang terlalu ramai, banyak gambar animasi dan flash. Bila saya melihat sebagian besar desain toko online di Indonesia, sebagian besar sangat ramai dengan gambar dengan warna yang mencolok disertai banyaknya gambar animasi dan flash. Saya pribadi kurang sreg dengan desain yang demikian, karena bila semua dibuat ramai, semua harga di-highlight, akhirnya malah pusing dan tidak ada yang menonjol. Memang bukan desain web di Indonesia saja yang seperti itu tapi desain web buatan luar juga tidak sedikit yang begitu.</p>
<p>Waktu membangun situs Perkakasku.com, pilihan antara desain web yang ramai dan yang tidak ramai juga sempat membuat saya bingung.  Beberapa toko online saya jadikan proyek percontohan, diantaranya amazon.com, barnesandnoble.com, dan beberapa toko online Indonesia seperti glodokshop, bhinneka, dan lain-lain. Akhirnya saya lebih jatuh hati desain yang tidak ramai seperti di amazon.com. Bagi saya desain tersebut lebih membuat nyaman para pengunjung dengan demikian saya juga menghindari penggunaan animasi dan juga blinking text. Memang satu dua saja tak masalah, tapi takutnya nanti kebablasan <img src='http://handilim.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam hal navigasi, saya berusaha membuat navigasi menu yang lebih mudah. Dengan demikian pengunjung dapat langsung mencapai kategori produk yang diinginkan dengan lebih cepat. Pada beberapa web toko online yang pernah saya kunjungi seringkali kita harus melewati beberapa halaman yang bagi saya tidak perlu.</p>
<p>Tetapi apakah web desain toko online saya yang demikian memang disukai atau nyaman digunakan oleh pengunjung? Selama ini memang belum banyak yang memberikan feedback, beberapa feedback yang saya terima ada yang menyebutkan desain web cukup nyaman, sebaliknya ada juga yang memberi masukan bahwa desain web-nya terlalu standar.  Ada masukan lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2008/02/24/desain-web-toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Implementasi Paypal</title>
		<link>http://handilim.web.id/2007/10/28/pengalaman-implementasi-paypal-pada-toko-online/</link>
		<comments>http://handilim.web.id/2007/10/28/pengalaman-implementasi-paypal-pada-toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 05:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>han</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[Perkakasku.com]]></category>
		<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handilim.web.id/2007/10/28/pengalaman-implementasi-paypal-pada-toko-online/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Paypal mengijinkan orang Indonesia untuk menerima pembayaran, saya mencoba untuk mengintegrasikan payment gateway dari Paypal dengan website Perkakasku.com. Perkakasku.com adalah toko online yang saya buat sendiri, sehingga untuk menginterasikan paypal juga harus manual juga. Untuk dapat menerima pembayaran dengan &#8230; <a href="http://handilim.web.id/2007/10/28/pengalaman-implementasi-paypal-pada-toko-online/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Paypal mengijinkan orang Indonesia untuk menerima pembayaran, saya mencoba untuk mengintegrasikan payment gateway dari Paypal dengan website Perkakasku.com. Perkakasku.com adalah toko online yang saya buat sendiri,  sehingga untuk menginterasikan paypal juga harus manual juga.</p>
<p>Untuk dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit dari paypal, anda harus <a title="Daftar Paypal" href="https://www.paypal.com/row/mrb/pal=7GDH8TM2MUXNN" target="_blank">membuat account terlebih dahulu</a>, atau bila sudah memiliki account, account anda harus di upgrade ke Premiere / Bussiness Account. Bila menggunakan web shop dari OsCommerce, atau ZenCart atau lainnya, anda tinggal menambahkan plugin paypal.</p>
<p>Untuk yang toko online-nya custom made, ada 3 pilihan yang bisa digunakan : melalui form HTML, Name-Valued Pair (NVP) API, dan SOAP API. Dari semua itu yang paling mudah jelas form HTML, tapi saya sedikit ragu dengan keamanannya karena isi form bisa disadap. Yang paling sulit SDK API, saya baca manualnya saja sudah bingung, gimana lagi pakainya. NVP API mirip dengan SOAP API tapi lebih mudah.</p>
<p><span id="more-14"></span> Untuk toko online saya akhirnya dipilihlah NVP API, Alasannya yang pasti lebih aman daripada yang form HTML,  lebih cepat juga, selain itu feel nya lebih dapet karena  bisa bikin paypal lebih menyatu dengan website. Dengan NVP API, tidak usah masukin semua daftar item ke paypal, cukup totalnya saja, konsumen hanya dialihkan untuk login di paypal untuk mendaftar atau memilih kartu kredit yang digunakan untuk bayar, selanjutnya paypal ngirim token untuk kasih tahu bahwa kartu kredit konsumen sudah ok, dan langsung balik lagi ke website saya. Di website saya tinggal ditampilin lagi daftar belanja dari konsumen dan kalo konsumen sudah ok tinggal klik tombol dan terbayarlah sudah belanjaannya.</p>
<p>Pandunan untuk menggunakan NVP API dapat dilihat di <a title="Paypal Integration Center" href="https://www.paypal.com/IntegrationCenter/ic_expresscheckout.html">Paypal Integration Center</a>. Kalo saya sih download file samplenya, terus saya script samplenya disesuaikan dengan website saya, jauh lebih cepat. Bila menggunakan PHP, jangan lupa untuk mengaktifkan dulu module CURL, bila tidak script tidak akan jalan. Selain itu ada hal yang lain yang harus diperhatikan, tapi sebelumnya saya mau curhat dulu.</p>
<p>Ada satu hal yang cukup mengesalkan sewaktu saya mencoba menjalankan script NVP API di server webhosting Masterwebnet.  Script tersebut tersebut tidak berjalan normal di server tersebut. Sewaktu script akan berhubungan dengan server Paypal, yang keluar adalah pesan shakehand di server Paypal, seperti <em>About to connect to &#8230; </em>dan seterusnya dan kemudian berhenti dan tidak berpindah ke halaman paypal.  Padahal seharusnya pesan tersebut tidak ada, kalaupun ada seharusnya tidak ditampilkan dan website akan beralih ke halaman di server Paypal . Bila script tersebut dicoba dijalankan di server lokal saya dan juga server perusahaan webhosting lainnya, script tersebut dapat berjalan dengan normal.</p>
<p>Setelah komplain ke support dari Masterweb beberapa kali, hasilnya nihil, mereka hanya mengatakan kesalahan pada script. Kesalahan apa mereka juga tidak tahu. Sempat ada support yang mengatakan bahwa masalah ini akan dibicarakan pada forum mereka, tetapi setelah ditunggu hingga hampir 2 minggu (kepotong cuti lebaran). Mereka tetap berkesimpulan kesalahan pada script. Bagaimana itu kesalahan pada script, padahal di server lain, di server perusahaan webhosting lain yang lebih kecil dari masterwebnet jalan. Berulang kali saya komplain  jawaban mereka hanya kesalahan pada script tanpa memberikan solusi lebih lanjut, kadangkala saya dipingpong untuk menghubungi support yang lalin,  atau bahkan tidak menanggapinya, bahkan  email terakhir saya ke suppport pun tidak dijawab. Memang ada salah satu support yang menawarkan solusi dengan menggunakan metode form HTML., tapi bukan solusi itu yang saya cari. Saya hanya minta pada mereka, bagian manakah dari script NVP API yang harus diubah agar dapat berjalan di server mereka. Melihat reputasi Masterwebnet, sebagai perusahaan webhosting paling besar di Indonesia, dengan jawaban support seperti itu  sungguh sangat mengecewakan saya.</p>
<p>Akhirnya setelah berberapa hari ngutak-ngatik script, ketemu juga permasalahannya. Permasalahnyna hanya pada satu option dari CURL, yaitu CURLOPT_VERBOSE . Paypal menset opsi menjadi 1 (Satu). Tampaknya option ini bermasalah di server Masterwebnet, mungkin karena ada kesalahan pada waktu instalasi php atau module CURL. Karena dilihat dari maknanya mungkin opsi itu untuk memperlihatkan pesan shakehand dengan server tujuan atau dalam hal ini paypal, masalahnya pada server Masterwebnet setelah pesan tersebut keluar script tidak dilanjutkan lagi sehingga otomatis halaman tidak beralih ke server tujuan. Akhirnya  saya coba untuk set ke 0 (Nol) dan script berjalan dengan baik.  Jadi khusus untuk server Masterwebnet atau server lain yang mungkin mengalami masalah yang sama, agar script NVP API dari Paypal dapat berjalan, CURLOPT_VERBOSE harus di set ke 0 (Nol).</p>
<p>Semoga ini bisa jadi masukan juga buat rekan-rekan sekalian dan terutama Masterwebnet.<br />
<!-- Begin PayPal Logo --><a href="https://www.paypal.com/row/mrb/pal=7GDH8TM2MUXNN" target="_blank"><img src="http://images.paypal.com/en_US/i/bnr/paypal_mrb_banner.gif" border="0" alt="Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly." /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handilim.web.id/2007/10/28/pengalaman-implementasi-paypal-pada-toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

