Hati-hati Withdraw Paypal dengan Business Account

Fasilitas withdraw dari Paypal telah dapat kita nikmati, transaksi dengan menggunakan paypal menjadi terasa lebih mudah dan aman. Sehingga bila kita memiliki bisnis di Internet, rasanya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengupgrade akun kita ke bussiness account. Karena dengan memiliki business account di Paypal, kita dapat menggunakan nama bisnis pada saat bertransaksi dengan pelanggan. Dengan menggunakan nama bisnis, transaksi kita akan lebih terasa professional. Karena nama bisnis kita juga tertera pada tagihan kartu kredit pelanggan kita. Selain itu kelebihan-kelebihan lainnya dapat anda lihat pada website paypal atau indonesiapal. Tetapi anda perlu berhati-hati ketika anda melakukan withdraw atau penarikan dana, karena aturan dari paypal untuk penarikan dana sangat ketat.

Berbeda dengan akun personal dan premier , pada akun bisnis identitas kita menggunakan nama perusahaan atau nama bisnis yang kita daftarkan. Hal ini bukan saja berlaku pada setiap transaksi tetapi juga pada saat penarikan dana. Kita harus mencermati hal ini, karena pada saat penarikan dana Paypal mewajibkan nama rekening penerima sama dengan nama yang digunakan pada Paypal. Dengan demikian nama pada rekening tujuan harus sama dengan nama bisnis yang kita daftarkan. Kesalahan akan hal ini dapat menyebabkan dana akan dikembalikan pada rekening kita di paypal dalam kondisi terpotong Rp. 50.000,- .

Saya sendiri baru menyadari hal ini ketika akan menarik sejumlah dana transaksi, yang telah lama saya endapkan di Paypal. Ketika mereview informasi penarikan sebelum diproses, saya menyadari bahwa nama pada “Bank account holder’s name”, bukan nama saya tetapi nama bisnis saya. Saya tidak berani melanjutkan proses karena paypal sendiri sudah mewanti-wanti hal ini. Seluruh opsi pada halaman profile sudah saya cari, ternyata nama bisnis tidak bisa kita ganti. Jadi kecuali saya memiliki rekening bank dengan nama bisnis saya, saya memerlukan cara lain untuk dapat menarik dana pada akun paypal bertipe bisnis ini.

Anda tentu saja dapat membelanjakan dana yang tersimpan pada merchant paypal. Atau dapat saja mengirimkan dana pada teman anda, dan meminta teman anda mentransfer ke rekening bank anda. Tetapi rasanya cara ini kurang praktis dan tentu saja sangat mengandalkan kepercayaan anda pada teman. Atau dapat juga menggunakan nama ayah, ibu, adik, kakak, om, tante, istri, anak, dll, tapi rasanya kurang praktis juga. Lalu saya mencoba membaca kembali user agreement pada paypal, dan pada bagian awal saya membaca pernyataan berikut ini :

Users may only hold one Personal account and either one Premier or one Business account.

Yang artinya kita diperbolehkan memiliki 1 akun personal dan 1 akun premier / bisnis. Jadi sebenarnya kita tinggal membuat 1 akun personal, dengan alamat email yang berbeda dan juga kartu kredit dan rekening bank yang berbeda. Dana yang ada pada akun bisnis, tinggal kita kirim ke akun personal, dan kita tarik dari akun personal ke rekening bank kita, yang tentunya namanya sama dengan nama rekening tujuan. Semoga membantu.

Kasus Aneh dari Paypal

Hari ini saya dapat email dari paypal, isinya begini :

———————————————————-
Dear Handi Limidjaja,

As part of our security measures, we regularly screen activity in the PayPal system. During a recent screening, we noticed an issue regarding your account.

Case ID Number: PP-XXX-XXX-XXX (Nomor saya rahasiakan)

For your protection, we have limited access to your account until additional security measures can be completed. We apologize for any inconvenience this may cause.
Continue reading

Akhirya, Paypal Bisa Withdraw ke Bank Indonesia

Akhirnya berita gembira kembali datang! Setelah sekitar 4 bulan yang lalu kita bisa menarik uang kita di Paypal melalui kartu kredit, akhirnya sejak kemarin kita sudah bisa menarik dana kita ke Bank di Indonesia. Biayanya sendiri cukup ekonomis, untuk penarikan di bawah Rp. 1.5 juta hanya terkena biaya Rp. 16 ribu, sedangkan di atas 1.5 juta GRATIS! Jauh lebih menarik dibandingkan dengan melalui kartu kredit di mana kita terkena biaya US$ 5 , yang kalau dikonversi ke rupiah ( anggap saja 9300 rupiah per US$) menjadi sekitar Rp. 46500.  Nilai tukarnya sendiri cukup kompetitif,, sehingga kerugian akibat selisih kurs dapat diminimalisir.

Dengan demikian kita memiliki alternatif yang sangat baik dalam melakukan transaksi di Internet. Kita tidak lagi harus kehilangan dana karena digunakan untuk membayar biaya virtual office, administrasi rekening di bank us, biaya membeli e-book, dan segala hal-hal yang ngakali lainnya. Karena sekarang untuk mendapat dana kita di Paypal memang sudah tidak usah ngakali lagi.

Tinggal satu hal lagi yang masih saya tunggu dari Paypal, yaitu menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang yang dapat digunakan untuk bertransaksi. Akan sangat menyenangkan bila kita bisa melakukan transaksi dalam rupiah melalui paypal, sama dengan orang singapura dapat menggunakan dolar singapura, di Jepang dapat menggunakan Yen, di RRC dapat menggunakan renminbi / yuan. Dengan demikian kita tidak usah lagi bertransaksi dalam US$ dalam bisnis online, yang memang hanya untuk pasar lokal. Kapan ya itu? Semoga tidak lama lagi :)

Apakah Paypal untuk anda?

Kita di Indonesia tampaknya cukup bahagia dengan keputusan paypal membuka akses withdrawnya untuk Indonesia. Sebagian blogger yang pernah saya baca, hampir semuanya memberitakan hal-hal yang sangat positif mengenai Paypal. Sebaliknya berita mengenai buruknya paypal tidak terlalu diperhatikan atau bisa dianggap angin lalu saja. Di sini saya tidak mencoba mentakut-takuti anda, tetapi hanya mencoba menyampaikan informasi yang lebih seimbang, agar anda dapat lebih hati-hati. Dengan demikian anda dapat menentukan sebenarnya apakah paypal untuk anda.

Bila dilihat dari faktanya, Paypal bukanlah bank. Paypal adalah perusahaan e-commerce yang melayani pembayaran di Internet. Karena bukan bank, paypal tidak mengikuti aturan bank. Dengan demikian Paypal berhak untuk tidak memberikan bunga pada setiap dana yang tersimpan di rekening anda. Dan Paypal juga tidak boleh menggunakan uang yang tersimpan di rekening anda untuk memberikan pinjaman dan lain sebagainya. Dengan demikian dana anda yang tersimpan di Paypal juga tidak dijamin oleh bank central di Amerika, apalagi oleh Bank Indonesia :) Bila suatu saat entah kenapa paypal bangkrut, akan sangat sulit sekali untuk dapat memperoleh kembali dana yang tersimpan.

Bila anda menggunakan paypal hanya sebagai alat pembayaran, tentunya hal ini bukan masalah yang terlalu besar, karena anda tidak menyimpan dana sama sekali di Paypal. Paypal hanya memotong sejumlah dana dari kartu kredit sesuai dengan pembelian anda. Dana tersebut diberikan pada merchant dengan potongan biaya dari jaringan kartu kredit seperti Visa, Mastercard, Amex dan Discover dan juga potongan biaya transaksi sebesar kurang lebih 0.30 USD.

Bila anda menggunakan paypal sebagai alat untuk menerima pembayaran, otomatis dana anda tersimpan di Paypal, bukan rekening bank. Dengan demikian ada baiknya anda segera menarik dana yang tersimpan tersebut ke rekening bank nyata, sementara lebih menguntungkan bila menggunakan rekening bank di US. (Bila ditarik ke kartu kredit anda biayanya terlalu besar) Dengan demikian dana anda lebih aman.

Untuk menjadikan paypal sebagai alat penerima pembayaran, sangatlah mudah, prosedurnya tidak berbelit-belit, dan yang pasti anda tidak akan ditanya NPWP, SIUP, dan lain sebagainya. Cukup daftar premiere/ bussiness account tanpa biaya apapaun, dan install dan sesuaikan script yang sudah disediakan oleh Paypal, beres sudah. (Saya pernah mencobanya dan semuanya saya lakukan hanya dalam 3 hari, termasuk mempelajari penggunaan script tersebut. ) Oleh sebab itu siapa saja dapat saja menjadi merchant dari paypal. Hal ini memiliki unsur postif dan negatif, positifnya, anda mendapatkan kemudahan untuk urusan penerimaan pembayaran tanpa perlu punya ijin usaha, untuk nipu pun sebenarnya bisa toh anda ngga akan ditanya SIUP / NPWP. Hal tersebut juga sebenarnya memberikan unsur negatif di mata konsumen, kredibilitas anda juga sebenarnya diragukan. Di mata konsumen anda dapat saja seenaknya menerima uang konsumen, dan anda bisa saja tidak mengirimkan produk atau jasa yang dibelinya. Walaupun hal ini bisa dikomplain konsumen ke paypal, tapi hal ini bisa diatasi dengan mudah karena anda dapat saja membuat surat pengiriman pura-pura. Dan komplain konsumen dapat dibatalkan. Tanpa bermaksud mengajarkan hal yang tidak-tidak, hal ini sangat mungkin terjadi.

Dengan menjadi merchant melalui paypal, anda sebenarnya bukanlah merchant dari perusahaan jaringan kartu kredit. Yang menjadi merchant di mata mereka hanya Paypal. Oleh karena itu pada lembar tagihan yang diterima konsumen anda, yang tercantum adalah Paypal. Dana anda dimasukkan pada rekening bank dari Paypal bukan rekening anda.

Bila paypal digunakan sebagai alat untuk menerima pembayaran dari komisi dari iklan di website anda atau jasa yang anda lakukan untuk perusahaan, baik itu berupa mengisi kuesioner, affilate marketing, dan lain-lain, atau untuk menerima donasi. Saya rasa hal ini bukan masalah, karena toh anda bukan merchant.

Bila anda ingin menjadi merchant yang punya kredibilitas yang baik di mata konsumen, setidaknya anda harus memilik merchant account yang nyata. Sehingga di mata perusahaan jaringan kartu kredit anda memang merchant mereka. Untuk itu biasanya mereka mensyaratkan aturan seperti memiliki surat ijin usaha yang jelas dan juga NPWP. Sebagaimana yang disyaratkan ketika anda juga mengajukan pengadaan EDC untuk usaha anda. Proses pengajuannya memang lebih ribet, tapi setidaknya anda tidak perlu lagi pusing-pusing mencari metode pencairan dana anda yang sebenarnya juga tidak terlalu ekonomis juga. Karena dana sudah pasti masuk ke rekening anda, dan setidaknya kredibilitas anda akan jauh lebih baik di mata konsumen.

Salah satu perusahaan yang melayani jasa penerimaan pembayaran di Internet, yang boleh saya sarankan, adalah NSIAPay . (Kayanya saya harus dapat komisi nih dari NSIAPay :) ) Nsiapay melayani anda dengan menggunakan Merchant Account yang harus anda buat melalui bank-bank yang telah bekerja sama. (Setahu saya saat ini masih BNI.) Dana hasil transaksi akan otomatis ditransfer ke rekening anda di bank tersebut, biasanya 2-3 hari setelah anda melakukan settle, sama dengan bila anda memiliki fasilitas EDC. Saat ini saya telah menggunakan layanan dari NSIAPay untuk toko online saya Perkakasku.com . Pengalaman saya dari sejak pengajuan hingga website dapat terintegrasi dengan baik, membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan lebih. Waktu yang memang cukup lama, selain memang waktu itu sempat terpotong cuti lebaran yang cukup panjang, tapi memang proses pembuatan merchant account di Bank membutuhkan proses yang lama, apalagi untuk bank BUMN. :)

Jadi apakah paypal untuk anda? Jawaban saya adalah ya, bila anda menggunakan paypal hanya sebagai alat bayar, tapi anda perlu lebih hati-hati dan mempertanyakan apakah merchant tempat anda membeli produk atau jasa tersebut kredibel atau tidak. Bila anda sangat yakin, mengapa tidak? Saya juga akan menjawab ya juga bila anda menggunakan paypal untuk menerima pembayaran seperti dari jasa pemasangan iklan, affiliate marketing, donasi. Tetapi saya akan menjawab tidak, bila anda menggunakan paypal sebagai alat penerimaan pembayaran produk atau jasa anda. Kecuali anda tidak mengindahkan kredibilitas anda di mata konsumen anda, atau kredibilitas anda di mata konsumen anda memang sudah sangat baik dan paypal hanya sebagai alternatif alat pembayaran yang anda gunakan. Ada baiknya anda menggunakan layanan dari perusahaan seperti NSIAPay karena layanan mereka berdasarkan merchant account dari bank.

Payment Gateway Indonesia

Berita Paypal yang sudah dapat withdraw di Indonesia melalui kartu kredit, benar-benar disambut dengan suka cita oleh para pebisnis online Indonesia. Bagaimana tidak, payment gateway adalah salah satu faktor penting untuk dapat memberikan kemudahan pada dan menarik pelanggan. Sebelum dibukanya akses withdraw untuk Indonesia, banyak yang ngakalin dengan berbagai macam cara untuk membuka rekening di luar negri, terutama di US atau Singapura. Setelah dibukanya akses withdraw, masih ada satu hal lagi yang ditunggu, yaitu agar dapat mencairkan dana paypal melalui bank-bank lokal di Indonesia. Kapan kah hal ini akan terjadi?

Perdagangan online di Indonesia, belum dianggap sebagai sesuatu hal yang menarik atau mungkin menguntungkan bagi bank-bank di Indonesia. Bahkan para pebisnis yang sudah memiliki merchant account dilarang untuk menggunakan merchant accountnya untuk perdagangan secara online di Internet. Hal itu tercantum dalam salah satu pasal perjanjian sewa EDC antara toko / showroom offline saya dengan salah satu bank. Ini jelas membuktikan bahwa pihak bank di Indonesia sendiri memang masih meragukan potensi perdagangan online. Walaupun demikian beberapa toko online sedikit mengakalinya dengan memboyong EDC-nya ke tempat konsumen ketika mengantarkan barang pesanannya. Cara tersebut memang sah-sah saja sih, tapi bagi saya hal tersebut sangat tidak praktis.

Pebisnis online di Indonesia selama ini mengandalkan media transfer dana. Umumnya bank yang digunakan sebagai rekening tujuan adalah bank-bank yang sudah memiliki fasilitas Internet Banking, seperti diantaranya adalah BCA, Mandiri, BII, BNI, Permata, Lippo. Ini sedikit merepotkan karena proses transaksi dan transfer merupakan 2 transaksi yang terpisah. Sehingga menjadi lebih lama dan kurang praktis, ini dapat saja membuat calon pelanggan berubah pikiran untuk mebatalkan transaksi, atau bisa saja konsumen dapat lupa untuk mentransfer. Selain itu mungkin saja pelanggan salah mencatat no rekening, sehingga akhirnya dana ditransfer pada orang yang salah. Itulah hal-hal yang dapat mengganggu proses transaksi online, yang dapat dikurangi dengan payment gateway.

Dengan Paypal, pebisnis online di Indonesia dapat sedikit terobati. Bila cakupan pelanggan kita adalah seluruh dunia, paypal jelas merupakan alat yang cukup mujarab. Tetapi bila cakupan penjualannya hanya untuk Indonesia saja atau harga modal produk yang kita tawarkan menggunakan rupiah, menurut saya paypal menjadi tidak begitu menarik. Hal ini karena semua transaksi harus dilakukan dalam mata uang US$. Selisih kurs jual dan beli dapat menjadi suatu biaya lagi, di luar biaya merchant yang biasanya sekitar 3% dan biaya per transaksi. Akibatnya harga jual produk menjadi kurang kompetitif atau keuntungan yang kita dapatkan menjadi kurang maksimal, dibandingkan bila menggunakan rupiah, belum lagi bila dipotong lagi dengan biaya withdraw ke kartu kredit. Selain itu juga masih sedikit orang Indonesia yang pe de untuk menggunakan kartu kredit untuk transaksi online.

Akhirnya banyak pertanyaan yang muncul di benak saya. Berapa lama kita harus menunggu Paypal untuk menyediakan full akses pada Indonesia, dan juga menyediakan rupiah sebagai salah satu mata uang yang dapat digunakan? Apakah kita harus tergantung dari paypal, sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bukan bank?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan oleh para bank di Indonesia untuk memajukan perdagangan online di Indonesia. Salah satunya mungkin melobi paypal untuk dapat bekerja sama. Hal lainnya adalah menyediakan fasilitas payment gateway service sendiri. Mengapa tidak? Dengan menggunakan internet banking mereka, tidak akan terlalu sulit untuk membuat script yang memungkinkan pebisnis online mengintegrasikan shopping cart mereka dengan fasilitas internet banking. Dari segi keamanan sudah jelas aman karena selain adanya fasilitas SSL 128Bit, konsumen tinggal menggunakan fasilitas Key untuk lebih mengamankan transaksi mereka. Gitu aja kok repot? :) Hal ini jelas sangat praktis bagi pebisnis dan juga konsumen. Saya jamin deh bila ada bank yang menyediakan layanan seperti ini, bakalan diserbu rame-rame oleh para pebisnis online negeri ini.

Hidup E-Commerce Indonesia!

Pengalaman Implementasi Paypal

Setelah Paypal mengijinkan orang Indonesia untuk menerima pembayaran, saya mencoba untuk mengintegrasikan payment gateway dari Paypal dengan website Perkakasku.com. Perkakasku.com adalah toko online yang saya buat sendiri, sehingga untuk menginterasikan paypal juga harus manual juga.

Untuk dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit dari paypal, anda harus membuat account terlebih dahulu, atau bila sudah memiliki account, account anda harus di upgrade ke Premiere / Bussiness Account. Bila menggunakan web shop dari OsCommerce, atau ZenCart atau lainnya, anda tinggal menambahkan plugin paypal.

Untuk yang toko online-nya custom made, ada 3 pilihan yang bisa digunakan : melalui form HTML, Name-Valued Pair (NVP) API, dan SOAP API. Dari semua itu yang paling mudah jelas form HTML, tapi saya sedikit ragu dengan keamanannya karena isi form bisa disadap. Yang paling sulit SDK API, saya baca manualnya saja sudah bingung, gimana lagi pakainya. NVP API mirip dengan SOAP API tapi lebih mudah.

Continue reading

Akhirnya Paypal bisa Withdraw di Indonesia juga!

Hari ini saya login ke paypal rencananya cuman untuk memasukkan expanded number untuk kartu kredit kedua saya yang saya daftarkan seminggu yang lalu. Terus saya lihat pada halaman profil saya untuk kartu kredit di kolom status untuk kartu kredit utama saya ada tulisan Accept Paypal Withdrawals dengan gambar ? disebelahnya. Tampilannya seperti ini :

Tampilan Profil Daftar Kartu Kredit Paypal

Selintas terpikir ah ga mungkin ya, seingat saya beberapa hari yang lalu tulisan tersebut tidak ada, lagian belum ada beritanya juga kok. Lalu untuk saya coba masuk ke halaman withdraw. Lho kok tidak ada lagi tulisan yg sebelumnya kurang lebih artinya Maaf, akun paypal untuk anda belum bisa mengambil uang. Continue reading