Testimonial Marketing pada Toko Online, antara Kenyataan dan Kebohongan

Sebagai pengelola toko online, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana saya bisa yakin barang dikirim apabila uang sudah saya transfer, apakah anda tidak menipu, kalo barang tidak sampai bagaimana? Dan banyak pertanyaan lain yang senada, di sini memperlihatkan masih banyak orang ragu untuk berbelanja online. Memang sulit untuk meyakinkan orang apabila kita tidak bertemu langsung, dan ini resiko yang sangat besar. Untuk itu fitur penampilan dan pemberian testimonial pada toko online sepertinya sangat penting.

Saat ini toko online tidak perlu dibuat dengan program yang rumit, cari programmer, sewa webhosting, dan lain-lain. Sekarang bisa dengan membuat akun blog gratis seperti wordpress, blogspot, myspace. Atau dengan bergabung dengan mall online seperti tokobagus, dinomarket, tokopedia, dan lain lain. Dan yang paling populer saat ini dengan buka akun facebook untuk online shop, dan buka thread di forum jual beli kaskus. Dengan koneksi internet yang kian murah, cepat, jangkauan yang luas sehingga semakin banyak orang yang berselancar di internet, prospek berbisnis online sangat prospektif.

Tetapi kemudahan ini bagai pisau bermata dua, karena semakin mudah pula oknum yang mencari kesempatan untuk melakukan penipuan. Mulai dari menjual barang palsu atau barang yang kualitas atau jenisnya tidak seperti dijanjikan, bahkan tidak mengirimkan barang setelah uang diterima. Sehingga konsumen perlu lebih dahulu mencari informasi mengenai reputasi si penjual. Pembeli yang puas tentunya akan dengan senang hati mengutarakan kepuasannya. Untuk itu toko online menyediakan halaman khusus untuk testimonial, di blog tinggal tinggalkan komentar, di facebook anda tinggal meninggalkan komentar di foto, status, atau di wall. Itu semua merupakan wadah untuk meyakinkan konsumen lainnya agar percaya pada toko online tersebut.

Testimonial merupakan salah satu alat marketing yang ampuh. Tetapi pemakaiannya sering juga kebablasan. Ini bisa dilihat dari banyak ‘oknum’ yang membuat website penjualan ebook, karena isinya seringkali berlebihan alias lebay. Pengunjung sepertinya dibombardir oleh berbagai testimonial, dengan gambar bukti mutasi rekening bank terkenal, dan rangkaian kata yang berusaha untuk menghilangkan keraguan pengunjung. Kadang isi dari ebook hanya sedikit sekali dibahas, malah ‘bisnis’ nya yang nomor 1. Yang pasti testimonial yang dicantumkan semuanya bagus, tidak memasukkan yang jelek-jelek. Jenis toko lain, seperti toko online di Facebook, kalo kita lihat sering menampilkan juga beberapa komentar seperti terima kasih barang sudah diterima, dan lain sebagainya. Tetapi pemberi komentar sendiri kadang meragukan, kecuali bila anda memang mengenal si pemberi komentar tersebut. Mudahnya membuat akun di facebook, membuat toko online shop cenderung meragukan. Pembuat toko online tinggal membuat akun-akun facebook yang lain untuk memberi komentar kepuasan.

Waktu membuat website Perkakasku.com, saya memilih untuk tidak mencantumkan testimonial. Karena saya percaya membangun kepercayaan tidak harus dari testimonial. Saya memilih untuk membangun kepercayaan dengan berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin. Saya tidak meminta konsumen untuk memberikan testimonial, tetapi waktu mengintip berbagai forum seperti kaskus, modifikasi.com, berbagai forum otomotif dan hobby, ada beberapa pelanggan yang memberikan testimonial atau saran untuk berbelanja di tempat saya pada user lainnya. Bagi saya itulah testimonial yang sebenar-benarnya, testimonial positif yang tidak saya minta, dan ditulis oleh orang yang dipercayai oleh anggota forum lainnya. Setelah fitur komentar di website Perkakasku.com, muncul juga testimonial produk dan juga pengalaman di berbelanja di website saya, yang hampir tidak saya sensor. Baik itu komentar positif maupun negatif, kecuali bila ada yang numpang jualan, maaf pasti saya hapus. Pelayanan yang saya berikan memang tidak 100% sempurna, pasti ada sekian persen yang masih tidak puas. Dan testimonial yang negatif akan memecut saya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

Testimonial merupakan alat marketing yang baik untuk meberikan kepercayaan pada konsumen, tetapi kita jangan sampai men-’dewa’-kannya sehingga menjadikannya alat utama, dan yang paling penting jangan disalahgunakan. Sebagai toko online, yang kita butuhkan kepercayaan, untuk itu marilah kita berikan pelayanan sebaik mungkin, kepercayaan dan testimonial akan datang sendiri. Mari kita bangun e-commerce Indonesia sebaik mungkin. Salam Sukses !

Posted with WordPress for BlackBerry.

Testimonial Marketing

Testimonial, merujuk dari kamus cambridge, dapat berarti suatu pernyataan atau pengakuan terhadap seseorang atau sesuatu mengenai karakter atau kualitasnya. Testimonial ini seringkali digunakan sebagai salah satu bentuk iklan atau pemasaran. Penggunaan orang terkenal, seperti selebriti, olahragawan, dan lain-lain, yang memberi komentar mengenai suatu produk dan jasa selama ini memang dikenal cukup ampuh untuk menggugah target pasar untuk membeli produk atau jasa tersebut. Terkadang bukan saja orang terkenal yang digunakan, tetapi orang ‘biasa’ juga sering digunakan sebagai orang yang memberikan testimonial. Dengan testimonial, calon konsumen dibuat percaya bahwa produk atau jasa tersebut memang berkualitas baik atau setidaknya sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Dalam dunia internet, testimonial juga digunakan sebagai cara yang dianggap ampuh untuk membuat pengunjung membeli produk atau layanannya. Penjualan melalui internet dengan target pasar Indonesia, memang susah – susah gampang. Sebagian besar orang Indonesia memang masih belum terbiasa berbelanja melalui internet, sehingga agar mau membeli, kita harus membuatnya percaya. Testimonial memang merupakan salah satu teknik dengan biaya yang rendah dan cukup efektif untuk membangun kepercayaan terhadap konsumen. Karena pada dunia internet, kita cukup minta konsumen menuliskan testimonial, lalu kita cantumkan, atau kita bisa juga ‘membantu’ untuk menuliskannya. Memang nyaris tanpa biaya, dan cukup cepat dalam memberikan kepercayaan pengunjung terhadap diri kita. Untuk itulah banyak pemilik website mendesain dan mengisi website-nya dengan testimonial untuk membujuk pengunjungnya agar membeli, karena produknya pernah memuaskan pengunjung lainnya. Saya percaya testimonial memang merupakan salah satu alat yang baik untuk tujuan tersebut, bila memang penggunaannya tepat.

Masalahnya banyak juga website yang kebablasan, mereka membombardir pengunjungnya dengan testimonial – testimonial, yang entah benar atau ternyata malah ‘buatan’ pemilik website belaka. Tanpa bermaksud mendiskreditkan pemilik website-website tersebut, saya melihat isi dan jumlah testimonial seringkali terlalu berlebihan. Bahkan saya pribadi tidak yakin apakah orang yang memberikan testimonial tersebut benar-benar ada atau tidak, karena saya memang tidak mengenal mereka. Sehingga masih sangat mungkin itu hanya akal-akalan saja, karena pada jaman sekarang apa saja bisa dibuat, testimonial kan tinggal ketik saja, foto tinggal catut sana sini. Berbeda bila orang yang memberikan testimonail adalah orang terkenal atau setidaknya pernah kita kenal, minimal kita bisa minta klarifikasi.

Tapi ini bukan berarti saya anti dengan testimonial, saya percaya masih banyak juga pemilik website yang jujur dengan testimonial pada websitenya. Karena pandangan pribadi terhadap testimonial seperti itu, saya masih sedikit ragu untuk menggunakan testimonial pada jualan online saya di Perkakasku.com. Bukan masalah keefektifan atau kesulitan menuliskan script program, bukan juga karena saya tidak bisa memberikan layanan yang memuaskan sehingga takut konsumen malah menulis sebaliknya. Tetapi bagi saya membangun kepercayaan terhadap konsumen untuk membeli, tidak selalu harus melalui testimonial yang tertulis di website. Kepercayaan tidak harus terbentuk secara instan, dengan memberikan pelayanan yang baik, saya percaya sedikit demi sedikit kepercayaan dapat dengan sendirinya terbangun. Testimonial akan terbentuk dengan sendirinya, mungkin tidak tertulis di website saya, tapi bisa melalui ucapan, e-mail, chatting, tulisan di forum-forum, dan lain-lain. Bagi saya bila hal seperti ini sudah terbentuk maka dasar kepercayaan yang dibangun akan lebih kuat.

Testimonial memang merupakan salah satu cara yang murah dan efektif untuk menjaring konsumen, tetapi sebagai pemilik website kita harus hati-hati dalam menggunakan testimonial, jangan terlalu berlebihan. Sebagai pengunjung, kita juga harus hati-hati dalam membaca testimonial, jangan terlalu mudah percaya, selalu percaya pada prinsip “If it is too good to be true, then it is not true.” Selidikilah dulu websitenya, coba cari di dulu pandangan orang lain di forum-forum atau melalui mesin pencari seperti google, yahoo, live, dan lain-lain. Dengan demikian kita punya informasi yang lebih lengkap dan kita dapat lebih yakin pada pilihan kita.

Pemasaran Melalui Relasi

Ketika ketika memulai suatu usaha, entah itu menjual produk ataupun jasa, sudah sangat lumrah bila konsumen pertama yang kita cari adalah relasi kita sendiri. Relasi dapat berarti keluarga, teman, tetangga, temannya teman, temannya tetangga, temannya keluarga, dan seterusnya. Ketika kita mulai membuka usaha, pasar yang kita coba awalnya pasti berasal dari relasi kita sendiri. Bila saya melihat profil-profil wirausaha sukses yang diwawancara oleh media seperti majalah, koran atau televisi, kesuksesannya sebagian besar selalu diawali dari penjualan pada relasi.

Relasi biasanya merupakan pasar yang wajib kita garap terlebih dahulu ketika kita akan memulai usaha. Keberhasilan menggarap pasar relasi kita adalah kunci ke-pede-an untuk melanjutkannya pada pasar yang lebih luas, untuk itu kita harus dapat mengelola relasi kita sebagai customer sebaik mungkin. Pengelolaan relasi jelas tidak sesulit pengelolaan konsumen di luar relasi, karena jelas kita sudah memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Tetapi pengelolaan yang salah dapat berakibat bukan hanya hancurnya bisnis kita, tapi juga hubungan baik yang selama ini telah dimiliki.

Mengelola relasi sebenarnya gampang-gampang sulit, karena selama produk atau jasa yang kita tawarkan baik sebenarnya tak akan terlalu sulit bagi mereka untuk membeli. Bila dari konsep pemasaran 4P (Product, Price, Place Promotion), yang tersulit adalah pemberian harga (Price) yang tepat untuk mereka, karena adanya hubungan relasi membuat kita segan untuk mengambil keuntungan dari mereka. Tak jarang karena rasa segan ini akhirnya banyak yang ‘kerja bakti’ untuk relasi mereka. Bila ini dilakukan hanya sebagai batu loncatan untuk menggapai pasar yang lebih luas, memang sah-sah saja, karena memang ini sama dengan promosi. Tetapi bila bisnis anda memang murni hanya mengandalkan relasi dekat saja, ini jelas akan menjadi masalah besar.

Pada dasarnya konsumen entah itu relasi atau bukan, sama sekali tidak peduli berapa keras usaha anda untuk dapat memberikan produk atau jasa yang sesuai untuk mereka. Yang terpenting adalah mereka dapat mendapatkan harga yang pantas atau semurah mungkin untuk produk atau jasa yang mereka beli. Berbeda kasusnya bila relasi kita membeli atas dasar ‘belas kasihan’ terhadap kita, karena yang mereka beli sebenarnya bukan produk atau jasa kita. Untuk itu kita harus menghindari menjual barang atas dasar ‘belas kasihan’ karena dengan ini kita tidak akan dapat membentuk pasar yang kuat. Karena bagaimanapun ‘belas kasihan’ ada batasnya, pembelian repetitive dari mereka bukan berarti mereka menyukai atau bahkan mengkonsumsi produk atau jasa yang kita berikan.

Bila produk yang ditawarkan merupakan produk yang anda produksi sendiri memang bukan masalah yang besar untuk menentukan harga dan menentukan harga untuk keuntungan yang wajar. Karena relasi kita tidak akan dapat membandingkan dengan produk lain. Tetapi bila yang anda tawarkan adalah jasa, seperti jasa montir, reparasi, arsitek, dan produk jasa lain yang berasal dari kemampuan dari diri sendiri, pemberian harga memang sedikit sulit, karena tidak ada komponen harga yang jelas selain berapa besar anda menilai kemampuan dan waktu anda. Sehingga relasi seringkali menawar dengan harga dibawah pasar bahkan gratis. Bila produk yang anda tawarkan adalah produk yang beredar di pasar, penentuan harga jelas akan sulit karena relasi anda dapat dengan mudah membandingkan harga dengan harga yang ada dipasar. Dengan demikian seringkali kita harus mengambil keuntungan yang sangat tipis atau tak mengambil untung, atau bahkan sedikit rugi. Posisi ini jelas sangat dilematis, di satu sisi usaha anda sebenarnya layak mendapat keuntungan yang sepadan, tapi di sisi lain anda tidak ingin disebut ‘teman makan teman’ atau mengambil keuntungan yang layak dari teman.

Yang menjadi masalah adalah bila bisnis yang anda jalankan memang murni bisnis yang mengandalkan relasi, seperti bisnis Multi Level Marketing (MLM), karena memang target pasarnya memang relasi anda sendiri. Pada MLM, anda akan sangat sulit menawarkan produk dari bisnis ini pada pasar di luar dari relasi anda. Bisnis MLM memang sudah didesain sedemikan rupa, sehingga anda mendapatkan keuntungan dari relasi anda.  Seringkali inilah permasalahannya, karena kesannya seperti ‘teman makan teman’. Sehingga  inilah yang mengakibatkan MLM seringkali di cap begitu buruk.

Yang membuat citra MLM seringkali lebih buruk di mata masyarakat dan kelompok anti-MLM, adalah cara penawaran bisnis yang menggunakan metode dari perusahaan pendukung jaringan. Metode tersebut memang digunakan untuk mengatasi rasa segan anda untuk mengambil keuntungan dari relasi anda, dan memang metode ini perlu agar bisnis MLM dapat hidup.

Menggunakan cara yang dilakukan oleh bisnis MLM memang tidak selalu cocok untuk semua orang. Tetapi pada bisnis lainpun kita tetap harus memiliki keuntungan yang layak. Bila sebagian besar konsumen kita bukanlah relasi kita, memberikan harga yang murah atau sama sekali tidak mengambil keuntungan dari relasi memang bukan masalah. Tetapi banyak juga kasus hancurnya bisnis yang baik karena terlalu sering memberikan harga yang kelewat murah pada relasi. Memang kehancuran tersebut juga bukan melulu karena pemberian harganya saja, karena terdapat hal lain seperti tidak mampu mendapatkan konsumen dalam jumlah yang layak di luar dari relasi, atau omzet dari relasi kita terlampau besar sehingga bukannya mendapatkan keuntungan tapi kadangkala malah menggerogoti keuangan kita sendiri.

Mengambil keuntungan dalam sebuah bisnis memang suatu keharusan agar bisnis dapat bertahan, tetapi mengambil keuntungan dari relasi memang sangat dilematis. Mau bagaimanapun relasi adalah konsumen juga, dan konsumen selalu berusaha mencari harga yang termurah. Kita harus dapat memberikan harga yang layak bukan saja untuk relasi, tetapi juga untuk kehidupan bisnis kita. Bisnis tetap adalah bisnis.

Do you need dotMobi?

Since the availability of dotMobi (.mobi) last year, I have been wondering wether i need a dotMobi domain. Although the dotMobi domain have been backed by some big IT and Telecomunication company, the need to have a dotMobi is still questionable. People are already familiar with .com , .net, .org and ccTLD (country code Top Level Domain), why do you need another domain? dotMobi was marketed as an easy way for people to identified the website as a mobile-friendly website. But in my point of view having another domain for mobile user would confuse the user and i do not see any point for me to have a benefit from .mobi domain. Using subdomain for example wap.domain.com or mobi.domain.com may be enough to identified my site as a mobile friendly site. My mobile user will only need to go to domain.com and i use a WURFL script or Andy Moore’s Php script to redirect my user to the wap.domain.com or mobi.domain.com. So why do i need to waste my money to buy a new domain that will not effective.
Continue reading

Palm Foleo, Good or Bad Idea?

I just read from CNET News about Palm new product Foleo,. After doing some review about this product, I came up with my own conclusion. The idea is great, but Palm should have invented this thing years ago. But today, this idea would seem really foolish for me.

Just see the following Primary Capabilities and Attributes of the Foleo Mobile Companion: (Source: Palm Infocenter)
* One-button access to full-screen email
* Instant on, instant off
* Rapid access to various applications
* 10-inch screen and full-size keyboard (1024 x 600 pixels)
* Web search and browsing via Bluetooth or Wi-Fi
* Editors for Word, Excel and PowerPoint, plus a PDF viewer
* Compact, stylish design that fits on an airline tray table
* Lightweight at 2.5 pounds
* Fast, simple and intuitive navigation
* 5-hour battery life
* Linux OS for easy application development
* All of these for a price of $499!
Continue reading

My First Time with Adwords

I was searching for a low cost and effective way to promote my online store Perkakasku.com. Then i was interested in Adwords, when seeing many ads appear on the right side of every search i did in Google. Then when i launched my store, i gave Adwords a shot. I was impressed with how Adwords do for my Perkakasku.com for the first 2 days. For 2 days i’d already had more than 30 clicks to my website, Wow that was very amazing start. Although no one bought my products yet, i believed that this way of promotion was right (at least i already gave them awareness to my website, and i hove they would buy my products in the future :) ). I may need to spend many millions rupiahs (hundreds dollars) to buy an ads slot from a very popular news portal like let say detiknet, in Adwords i only need to spend a few dollars. In effectiveness point of view, i doubt that detiknet would have as many clicks as in Adwords. Although detiknet has millions viewers, i think it is not specifically targeted to my target market.