Hingga saat ini berarti sudah sekitar 2 tahun, notebook tercinta ini terinstall Ubuntu Dapper Drake 6.06 LTS, yang hingga saat ini tidak pernah saya upgrade ke versi baru. Dan selama ini saya memang merasa cukup puas, walaupun ada beberapa hal yang sedikit mengganjal. Saya cukup puas karena selama ini saya nyaris tak pernah mengalami masalah yang dapat menggangu pekerjaan saya dalam menggunakan notebook ini. Terasa sekali kinerja komputer ini tidak pernah berkurang, walaupun saya sering meng-install dan uninstall program. Berbeda sekali ketika masih menggunakan Windows yang bila sudah melewati 6 bulan pertama, kinerja-nya mulai sedikit berkurang walaupun update jalan terus. Apalagi kalau sudah sampai 2 tahun, pasti sudah tidak tahan pengen ngeformat dan install ulang.
Notebook yang menggunakan Ubuntu 6.06 LTS ini, selain saya gunakan sebagai komputer untuk melakukan pekerjaan administratif toko, editing gambar, game, juga saya gunakan development server dalam mengembangkan dan menguji coba Perkakasku.com. Sehingga sudah pasti terinstall apache, PHP, dan MySQL. Khusus program yang saya gunakan untuk pengembangan dalam bahasa PHP, saya cukup puas dengan menggunakan Bluefish, yang simple dan powerful. Semua program ini sudah berjasa membantu saya menciptakan Perkakasku.com.
Tapi itu semua bukan berarti linux tidak ada kekurangan. Dengan perkembangan linux yang cepat seperti saat ini, memang terasa sekali versi sebuah distro cepat sekali menjadi usang. Hal ini memang saya rasakan, di mana setelah 2 tahun program-program di notebook ini sudah tidak dapat lagi menggunakan versi yang terbaru. Karena memang di linux, program dengan versi lebih baru, berarti membutuhkan library versi baru pula. Nah library versi baru seringkali mensyaratkan upgrade versi distro. Memang sebenarnya kan tinggal upgrade, apalagi dari 6.06 bisa langsung upgrade ke 8.04. Tapi bagi saya tidak se-simple itu, karena pertama, untuk upgrade berarti harus melewati internet yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi sekarang listrik masih suka padam, bisa-bisa ketika sedang update listrik mati dan ya tahu sendiri lah bagaimana hasilnya
. Kedua, mengupgrade berarti saya harus bayar lagi untuk menggunakan driver modem linuxant, karena linuxant terikat pada kernel, sehingga setelah lebih dari 1 tahun, ganti kernel berarti bayar lagi
. Saya memang sulit melepaskan diri dari driver linuxant ini karena driver ini saya gunakan untuk meng’hidup’kan fax, sehingga penerimaan fax tidak harus saya cetak lagi. Ketiga, ditengah kesibukan toko, dan melayani konsumen di Perkakasku.com, memang sulit sekali untuk mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengoprek, karena saya membanyangkan banyak sekali yang harus dibereskan ketika selesai upgrade. Belum lagi pasti gatal untuk menyoba hal-hal baru di OS baru. Solusi lain, seperti melakukan fresh install, sudah tak ada dalam pikiran saya, karena berarti akan sangat menggangu pekerjaan saya.
Kestabilan Ubuntu LTS, dengan janjinya, yang tetap menjamin kestabilan dan keamanan selama 3 tahun atau hingga 5 tahun untuk program yang berhubungan dengan server. Setidaknya membuat saya tenang dan nyaman dalam menggunakan notebook ini dalam pekerjaan saya. Setidaknya setelah 5 tahun, mungkin saya tidak lagi gatal untuk mengganti OS, tapi mungkin gatal untuk mengganti notebook
Dengan demikian, saya patut berterima kasih pada komunitas open source yang telah tanpa pamrih menciptakan OS dan berbagai program yang telah membantu mengembangkan bisnis saya.