5 Tahun menggunakan Ubuntu Linux

Sekitar bulan juni, 5 tahun yang lalu, belum lama sejak ubuntu 6.06 dapper diluncurkan, saya membulatkan tekad untuk menggunakan ubuntu di notebook acer travelmate yang baru dibeli awal tahun 2006. Itu awal saya benar-benar menggunakan linux untuk bekerja dan digunakan sebagai operating system utama. Walaupun memang masih meninggalkan windows xp di komputer lain, yang masih kadang2 dipakai. Saat itu memang bukan pertama kali saya mencicipi linux.

8 atau 9 tahun sebelumnya sewaktu masih mahasiswa, dan menjadi asisten lab komputer, saya sempat mencicipi freebsd yang waktu itu menjadi sistem wajib di jaringan komputer kampus supaya bisa ngenet. Menginstall freebsd di komputer 386sx waktu itu merupakan awal perkenalan saya dengan dunia unix. Sejak itu di rumah sempat dual booting windows dengan red hat linux. Tapi waktu itu hanya sebatas nyoba, dan tidak pernah secara serius digunakan untuk dipakai sebagai OS sehari-hari.

Setelah meninggalkan dunia kampus, sejak itu praktis dunia linux saya tinggalkan. Bekerja di sebuah perusahaan di Bekasi 10 tahun yang lalu, semuanya menggunakan Windows. Selepas bekerja di Bekasi. Kembali kuliah S2 dan buka toko, linux hampir tak tersentuh. Hingga sekitar tahun 2005 dimana saya mencoba menggunakan coLinux di dalam sistem Windows saya untuk ujicoba sistem information system berbasis web untuk kebutuhan toko saya. Bersamaan dengan itu saya mencoba juga fedora, dan ubuntu 5.04. Tetapi itu juga sekedar coba dengan dual booting. Koneksi internet yang masih dial up, sedikit membuat saya malas. Karena setiap kali update harus nunggu lama, dan sangat memboroskan biaya telepon. Belum lagi bila tengah jalan disconnect.. Waduh.. Satu satunya jalan terakhir hanya menunggu cd infolinux terbaru. Akhirnya linux hanya diinstall tapi hanya sesekali dipakai kalo lagi iseng.

Baru sekitar bulan april 2006 di mana, internet adsl hadir di tempat saya, niat untuk menjadikan ubuntu linux sebagai sistem operasi untuk bekerja lebih besar. Setelah berkutat 3 bulan coba-coba dan dual booting. Bulan juli 2006, os windows di notebook acer saya pun dilibas, dan ubuntu menjadi os pilihan saya. Sambil jaga toko multi mekanik, yang masih cukup sepi. Saya utak atik ubuntu, kala itu masih ada beberapa hardware dari acer yg tidak berfungsi. Seperti microphone, modem, dan lampu indicator wifi, mungkin karena keterbatasan driver di kernel kala itu. Sejak saat itu saya sepertinya tak pernah lepas dari utak atik Ubuntu. Setelah launching Perkakasku.com di bulan mei 2007, kebiasaan utak atik sedikit berkurang karena fokus pada pengembangan website.

Tahun 2008 ketika Ubuntu meluncurkan Hardy Heron 8.04. Saya masih ragu untuk upgrade, pilihan menggunakan ubuntu 6.06 LTS, waktu itu memang karena merencanakan penggunaan yang lama. Hingga akhirnya baru coba upgrade di tahun 2009. Hasilnya cukup memuaskan, setidaknya lebih banyak hardware di komputer acer yg terdeteksi. Tahun 2010, ketika muncul 10.04 LTS. Saya tak ragu untuk langsung upgrade karena keberhasilan upgrade 8.04 tahun sebelumnya. Tapi karena kurang teliti, saya lupa membackup mysql. Hasilnya banyak karya-karya website saya yg belum terpublish hilang databasenya. Untung database terpenting seperti Perkakasku.com, masih tersimpan di server hosting. Tapi rencana renovasi website waktu itu jadi gagal total, karena memang database diubah cukup banyak.

Pada tahun 2010 saya juga menambah staff di toko, untuk membantu administrasi toko. Dan untuk mereka, saya siapkan komputer yg terinstall ubuntu 09.10. Pada awalnya mereka cukup kaget, apalagi salah satu dari staff ini agak kurang mahir dengan komputer. Tapi dalam sebulan dua bulan, saya perhatikan mereka sudah bisa mulai terbiasa dalam menggunakan ubuntu. Karena penggunaannya sendiri memang hanya seputar openoffice.

Tahun 2011, ketika Ubuntu meluncurkan 11.04, saya juga coba untuk ikut upgrade. Tetapi saat itu saya cukup kecewa dengan GUI terbaru Ubuntu Unity, karena perubahan yang terlalu drastis, sehingga akhirnya tetap menggunakan shell classicnya. Walaupun agak kecewa dengan versi terbaru, agak sulit untuk pindah dari Ubuntu, karena memang sudah terbiasa.

Testimonial Marketing pada Toko Online, antara Kenyataan dan Kebohongan

Sebagai pengelola toko online, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana saya bisa yakin barang dikirim apabila uang sudah saya transfer, apakah anda tidak menipu, kalo barang tidak sampai bagaimana? Dan banyak pertanyaan lain yang senada, di sini memperlihatkan masih banyak orang ragu untuk berbelanja online. Memang sulit untuk meyakinkan orang apabila kita tidak bertemu langsung, dan ini resiko yang sangat besar. Untuk itu fitur penampilan dan pemberian testimonial pada toko online sepertinya sangat penting.

Saat ini toko online tidak perlu dibuat dengan program yang rumit, cari programmer, sewa webhosting, dan lain-lain. Sekarang bisa dengan membuat akun blog gratis seperti wordpress, blogspot, myspace. Atau dengan bergabung dengan mall online seperti tokobagus, dinomarket, tokopedia, dan lain lain. Dan yang paling populer saat ini dengan buka akun facebook untuk online shop, dan buka thread di forum jual beli kaskus. Dengan koneksi internet yang kian murah, cepat, jangkauan yang luas sehingga semakin banyak orang yang berselancar di internet, prospek berbisnis online sangat prospektif.

Tetapi kemudahan ini bagai pisau bermata dua, karena semakin mudah pula oknum yang mencari kesempatan untuk melakukan penipuan. Mulai dari menjual barang palsu atau barang yang kualitas atau jenisnya tidak seperti dijanjikan, bahkan tidak mengirimkan barang setelah uang diterima. Sehingga konsumen perlu lebih dahulu mencari informasi mengenai reputasi si penjual. Pembeli yang puas tentunya akan dengan senang hati mengutarakan kepuasannya. Untuk itu toko online menyediakan halaman khusus untuk testimonial, di blog tinggal tinggalkan komentar, di facebook anda tinggal meninggalkan komentar di foto, status, atau di wall. Itu semua merupakan wadah untuk meyakinkan konsumen lainnya agar percaya pada toko online tersebut.

Testimonial merupakan salah satu alat marketing yang ampuh. Tetapi pemakaiannya sering juga kebablasan. Ini bisa dilihat dari banyak ‘oknum’ yang membuat website penjualan ebook, karena isinya seringkali berlebihan alias lebay. Pengunjung sepertinya dibombardir oleh berbagai testimonial, dengan gambar bukti mutasi rekening bank terkenal, dan rangkaian kata yang berusaha untuk menghilangkan keraguan pengunjung. Kadang isi dari ebook hanya sedikit sekali dibahas, malah ‘bisnis’ nya yang nomor 1. Yang pasti testimonial yang dicantumkan semuanya bagus, tidak memasukkan yang jelek-jelek. Jenis toko lain, seperti toko online di Facebook, kalo kita lihat sering menampilkan juga beberapa komentar seperti terima kasih barang sudah diterima, dan lain sebagainya. Tetapi pemberi komentar sendiri kadang meragukan, kecuali bila anda memang mengenal si pemberi komentar tersebut. Mudahnya membuat akun di facebook, membuat toko online shop cenderung meragukan. Pembuat toko online tinggal membuat akun-akun facebook yang lain untuk memberi komentar kepuasan.

Waktu membuat website Perkakasku.com, saya memilih untuk tidak mencantumkan testimonial. Karena saya percaya membangun kepercayaan tidak harus dari testimonial. Saya memilih untuk membangun kepercayaan dengan berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin. Saya tidak meminta konsumen untuk memberikan testimonial, tetapi waktu mengintip berbagai forum seperti kaskus, modifikasi.com, berbagai forum otomotif dan hobby, ada beberapa pelanggan yang memberikan testimonial atau saran untuk berbelanja di tempat saya pada user lainnya. Bagi saya itulah testimonial yang sebenar-benarnya, testimonial positif yang tidak saya minta, dan ditulis oleh orang yang dipercayai oleh anggota forum lainnya. Setelah fitur komentar di website Perkakasku.com, muncul juga testimonial produk dan juga pengalaman di berbelanja di website saya, yang hampir tidak saya sensor. Baik itu komentar positif maupun negatif, kecuali bila ada yang numpang jualan, maaf pasti saya hapus. Pelayanan yang saya berikan memang tidak 100% sempurna, pasti ada sekian persen yang masih tidak puas. Dan testimonial yang negatif akan memecut saya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

Testimonial merupakan alat marketing yang baik untuk meberikan kepercayaan pada konsumen, tetapi kita jangan sampai men-’dewa’-kannya sehingga menjadikannya alat utama, dan yang paling penting jangan disalahgunakan. Sebagai toko online, yang kita butuhkan kepercayaan, untuk itu marilah kita berikan pelayanan sebaik mungkin, kepercayaan dan testimonial akan datang sendiri. Mari kita bangun e-commerce Indonesia sebaik mungkin. Salam Sukses !

Posted with WordPress for BlackBerry.

Pemerasan Berkedok Pendaftaran Nama Domain dari China

Pagi ini, saya cukup dikejutkan dengan sebuah email yang datang dari China. Isi emailnya begini :

Dear Manager,

We are a Network Service Company which is the domain name registration center in Shanghai, China. On July,27th,2010, We received HUATAI Company’s application that they are registering the name “perkakasku” as their Internet Trademark and “perkakasku.cn”,”perkakasku.com.cn” ,”perkakasku.asia”domain names etc.,It is China and ASIA domain names.But after auditing we found the brand name been used by your company. As the domain name registrar in China, it is our duty to notice you, so I am sending you this Email to check.According to the principle in China,your company is the owner of the trademark,In our auditing time we can keep the domain names safe for you firstly, but our audit period is limited, if you object the third party application these domain names and need to protect the brand in china and Asia by yourself, please let the responsible officer contact us as soon as possible. Thank you!

Kind regards

Angela Zhang

Angela Zhang

Registration Department Manager
3002, Nanhai Building 854.Nandan Road
Xuhui District, Shanghai
Office: +86 216296 2950
Fax: +86 216296 1557
web: http://ygnetwork.cn
web: http://www.ygnetwork.cn

Email ini dikirim ke alamat email perkakasku@multimekanik.co.id satu-satunya email yang tercantum di website Perkakasku.com , bukan email yang saya gunakan untuk pendaftaran domain. Saya balas email tersebut untuk menyatakan ketertarikan saya untuk mendaftar domain tersebut lebih dahulu. Tetapi dalam hati ini ada perasaan kejanggalan. Sambil menunggu jawaban saya cari-cari info mengenai email ini, pertama saya tanya ke om google dengan keyword ygnetwork.cn. Hasil pencarian selain menempatkan si empunya ygnetwork.cn pada peringkat teratas, ada banyak artikel dan blog dengan judul domain registration scam. Saya telusuri beberapa blog tersebut dan memang hasilnya menunjukkan banyak orang yang mengalami hal yang sama, sejak tahun 2008. Ada beberapa komen dari blog tersebut yang menyesali telah mengirim uang ke sana. Jadi rasanya sudah cukup membuktikan bahwa email tersebut suatu bentuk pemerasan atau penipuan. Setelah dipikir-pikir ada 160 domain negara, kalo saya harus daftar satu-satu untuk menyelamatkan nama dagang lama-lama bisa bokek juga. Kalaupun suatu saat saya bisa ‘go Global’ (amin…) dengan .com saja seharusnya sudah cukup.

Tidak sampai 10 menit, saya sudah menerima balasan dari nona Angela isinya seperti ini :

Dear Handi Limidjaja:

Thanks for your prompt reply.We knew you have registered the domain name “perkakasku.com” and own the intellectual property,
this is why we informed you.But now the Investment company wanted to apply for other cn/asia domain names and
Internet trademark Keyword you have not registered yet,like “www.perkakasku.cn, www.perkakasku.com.cn, www.perkakasku.asia”. It’s china and asia domain name. You must know Domain name takes open registration, this is international domain name registration principle. So the Investment company has right to register them. As a domain name registrar, we have no right to dispute their application.So required by China government to inform your company to protect your interest. But as the company whose trademarks relate to the applied domains, you will get the priority to register these domain names.

Of course, each company has their own idea. If you don’t think their application will affect your company, you can give up,
we will finish their registration. The Investment company will become the legal owner of these domain names in the world.
You will be responsible for the loss caused by the matter yourself. But if you think these domain names are useful for your company,
we can send an application form and the price list to you and help you register these within dispute period. This is the only way
to prevent domain name grab. Pls let us know your decision soon, so that we can handle the next step.

Looking forward to hearing your reply.

Best regards,

Ms Angela

Setelah mengetahui motif pemerasan dari si nona ini rasanya saya sudah malas melanjutkan atau membalas emailnya. Apalagi melihat hal kata-kata ini :

The Investment company will become the legal owner of these domain names in the world.
You will be responsible for the loss caused by the matter yourself.

Kata-kata yang cukup provokatif..

Jadi rekan-rekan sekaliahn berhati-hatilah bila menerima email seperti ini, dari penelusuran melalui google, “perusahaan” yang mengirimkan email seperti ini ternyata bukan ygnetwork.cn saja.

Hati-hati Penipuan Berkedok Beli Barang

Yang namanya buka warung di internet, sepertinya tidak pernah berhenti dapat gangguan. Setelah sekitar 2 tahun yang lalu apes dapat kasus fraud kartu kredit. Tepatnya seminggu yang lalu ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dengan cara yang sedikit berbeda. Biasanya penipuan model gini dilakukan untuk penipuan undian berhadiah.

Ceritanya dimulai waktu sabtu pagi, ada yang telepon mengaku dari Cianjur dan berminat beli genset. Genset dia mau yang paling bagus, akhirnya saya tawarkan genset buatan Jepang. Setelah deal harga, beliau janji akan transfer segera. Tetapi saya tekankan dulu bahwa barang baru akan dikirim hari senin, jadi silahkan transfer hari senin. Untuk menegaskan keseriusannya orang tersebut mengirimkan alamat pengiriman di cianjur, dan kemudian janji akan transfer segera. Tak lupa beliau menanyakan no rekening, dan juga no. HP saya.

Sekitar siang hari, kebetulan saya ada urusan keluar, dan HP saya tertinggal. Staff saya di toko menerima telepon bahwa ada orang yang mengaku sudah transfer 1.7 jt ke rekening mandiri, dan hanya mau berbicara dengan saya. Staff saya sudah mengecek ke mandiri tidak ada transfer sejumlah itu. Saya cek sendiri via internet banking dana memang belum masuk.

Sekitar 1 jam kemudian, orang tersebut sms, dan menanyakan apakah dana sudah masuk. Saya balas belum, dan tak lama dia menelepon. Katanya mungkin karena hari ini sabtu bank tidak beroperasi, dia akan mengontak call mandiri. Tak lama kemudian, dia kembali menelepon katanya menurut operator call mandiri dana sudah didebet sebesar 7.5 jt dari rekening dia dan pasti sudah masuk ke rekening saya. Sambil telepon saya cek di internet banking dan dana tetap belum masuk, akhirnya dia minta ‘tolong’ saya untuk mengeceknya di atm mandiri, karena menurut call mandiri internet banking tidak update.

Dalam hati saya cukup tersenyum mendengar pernyataan konyol seperti itu. Tapi untuk menghabiskan rasa penasaran, saya cek juga ke atm mandiri, karena kebetulan ke bank mandiri terdekat saya tinggal nyebrang jalan. HP sengaja saya tinggal. Di atm saya kembali cek dan isinya sama persis dengan apa yang ditampilkan di Internet Banking. Saya kembali ke toko, tak lama orang tersebut kembali telepon, bertanya apakah sudah ada di ATM mandiri, saya bilang saya sudah print mutasi di ATM, dan dana tetap belum masuk. Orang tersebut kembali minta ‘tolong’ untuk kembali ke ATM, nanti di ATM dia akan sambungkan ke call mandiri. Mendengar hal ini saya sudah yakin ini akan berujung penipuan, akhirnya saya cuma jawab ok saja. Tapi saya tetap tidak ke mana2. 5 menit kemudian, orang tersebut telepon, bertanya apakah saya sudah di ATM? Saya jawab sudah, tapi ATM-nya tidak beroperasi. Dia minta ‘tolong’ lagi, pak tolong ke ATM yang lain nanti dia telepon lagi, karena orang dari call mandiri sudah menunggu di telepon dia yang lain. Saya hanya tersenyum sambil jawab OK pak, setelah menutup telepon. Saya matikan handphone selama 1 jam. Setelah 1 jam saya nyalakan lagi, dan orang itu tidak pernah nelepon lagi.

Rasanya ini sudah jelas bahwa ini akan berujung pada penipuan, sengaja hp tidak sering saya bawa-bawa. Takut terhipnotis, saya sudah bilang pada staff saya kalo saya terlihat bertindak aneh2 setelah telepon, siram saja.. supaya sadar hahahaha.. Jadi pada para pembaca, Waspadalah!

Kelabu di Bulan Agustus 2008 – Bagian 2

Pada bagian sebelumnya diceritakan bagaimana saya mengahadapi kasus fraud kartu kredit pada toko online Perkakasku.com. Kerugiannya cukup besar, hingga 8 digit, nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Persoalannya masih terus berlanjut pada bagaimana saya,  NSIAPAY dan BNI menyelesaikan masalah ini. Karena ternyata bukan transaksi fraud saja yang ditahan pembayarannya, tetapi ada beberapa transaksi yang bersih ikut-ikutan ditahan tanpa ada penjelasan resmi dari BNI.

Untuk memperoleh kejelasan bagaimana status transaksi yang ditahan pembayarannya, saya berhubungan dengan layanan merchant care. Dan dari mereka, yang saya dapatkan hanya janji bahwa sedang diperiksa, berulang-ulang kali. Masalah ini dibiarkan terkatung cukup lama walaupun semua bukti terkait masalah ini telah diserahkan ke NSIAPAY dan BNI. Bukti yang diserahkan adalah data waktu dan nilai transaksi, invoice, nama pelaku dan alamat tujuan pengiriman, hingga alamat ip pelaku semuanya tercatat.

Hingga suatu saat dengan bantuan dari support nsiapay, saya dapatkan pernyataan bahwa perlu proses untuk menunggu selama 4 bulan, hingga tidak ada chargeback dari penerbit kartu yang digunakan dalam transaksi. Waktu yg cukup lama, tapi apa boleh buat bila itu langkah yang harus dilewati.  Sambil menunggu terpaksa saya tutup dulu layanan NSIAPAY, karena jangan sampai ada transaksi yang nyangkut lagi tidak dibayarkan ke rekening saya.

Bulan November 2008, baru 3 bulan, saya dikejutkan dengan adanya pemotongan rekening tabungan BNI dengan alasan chargeback. Setelah diselidiki ternyata nilai yang dipotong adalah sejumlah 2 transaksi dari transaksi-transaksi yang ditahan pembayarannya oleh BNI. Kenapa chargeback dari transaksi yang ditahan pembayarannya, malah memotong dana di rekening. Kembali saya harus konfirmasi lagi ke merchant care, kembali juga dipingpong sana sini sekitar 2 minggu.  Akhirnya saya cukup marah, dan mengancam melalui email ke BNI dbahwa kasus ini akan saya angkat ke surat pembaca bila tidak segera diselesaikan. Dibantu juga “push” dari NSIAPAY, ternyata ancaman cukup ampuh, seminggu kemudian dana tersebut kembali cair. Kenapa selalu harus melalui ancaman untuk mendapat layanan yang diharapkan?

Setelah kasus “kecil” tersebut selesai, saya kembali harus menunggu untuk memperoleh kejelasan terhadap kasus “yang lebih besar”. Pada dasarnya saya sudah merelakan dana yang ditahan  tersebut tidak kembali lagi. Tapi hanya untuk transaksi oleh sindikat fraud tersebut, sehingga saya hanya membutuhkan kejelasan transaksi-transaksi di luar itu yang ikut-ikutan ditahan. Bulan Januari 2009, 5 bulan sejak kelabu di bulan Agustus 2008, saya masih belum menerima kejelasan juga dari BNI. Mereka masih minta saya untuk menunggu, perlu bantuan support dari NSIAPAY untuk “push” hingga saya akhirnya dapat menghubungi person in charge untuk kasus ini.

Melalui PIC ini, saya akhirnya mendapatkan titik terang. Sekitar akhir Februari 2009, saya mendapatkan informasi transaksi mana saja yang dapat dicairkan. Sebuah penantian yang cukup lama, melelahkan dan butuh kesabaran. Saya berterima kasih pada support dari NSIAPAY atas bantuannya dalam kasus ini. Untuk BNI saya juga berterima kasih karena dana beberapa transaksi masih dapat diselamatkan, sehingga kerugian dapat diminimalisir. Saya harap BNI dapat lebih meningkatkan layanannya dan kasus seperti ini jangan sampai terulang.

Tujuan saya menceritakan kasus ini bukan untuk mendiskreditkan siapapun, tetapi hanya untuk berbagi pengalaman dalam berbisnis online. Uang yang sudah hilang sudah direlakan, saya berharap pelaku dapat menggunakan barang hasil “kejahatannya” untuk kebaikan. Kejadian ini bukan menunjukkan transaksi kartu kredit di Internet tidak aman untuk pemegang kartu kredit, karena pada kasus ini kerugian lebih banyak dialami oleh merchant, bukan oleh pemegang kartu kredit. Fitur keamanan yang dimiliki oleh NSIAPAY sudah cukup bagus untuk melindungi pemegang kartu kredit. Bagi merchant, kejadian ini memang resiko dan dapat terjadi bukan hanya dalam penjualan online tetapi dalam penjualan offline. Sehingga merchant memang harus lebih ekstra hati-hati dalam memproses transaksi.

Dari sisi bank, kejadian ini menunjukkan bahwa BNI lebih melindungi pemegang kartu kredit, sehingga resiko dilimpahkan pada merchant. Tetapi hal ini memang sudah tertuang dalam perjanjian kerjasama pemrosesan kartu kredit, sehingga mau tidak mau kita harus mengikutinya. Saya tidak mempermasalahkan aturan ini, karena memang dalam bisnis resiko seperti ini memang ada. Tetapi dalam kasus seperti ini, BNI seharusnya lebih transparan terutama mengenai berapa lama dana ditahan dan setiap prosesnya dapat dijelaskan. Seharusnya dapat lebih sigap untuk menangani kasus ini, terutama untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menangkap pelaku. Sewaktu pertama kali menerima surat “cinta” mengenai penahanan dana, saya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah bukti, dan bahkan pelaku masih mencoba melakukan beberapa transaksi. Sehingga masih sangat mungkin untuk melakukan penangkapan. Tetapi bila proses yang dilakukan seperti yang saya ceritakan, sungguh sulit untuk menangkap pelaku setelah lebih dari setengah tahun.

Layanan NSIAPAY telah saya aktifkan kembali, dengan beberapa pengetatan. Diantaranya hanya mengijinkan kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia saja yang dapat bertransaksi di Perkakasku.com. Hal ini memang dapat mengurangi kasus fraud walaupun bukan berarti menghilangkan. Karena tetap saja ada beberapa “customer” sepertinya gatal untuk mencari celah. Modusnya mirip dan entah kenapa selalu dengan tujuan kiriman ke Denpasar.  Walaupun tidak mencurigai semua transaksi dari Denpasar, saya lebih ektra hati-hati dalam menangani transaksi kartu kredit terutama dari rekan-rekan di Denpasar.   Bila transaksi mencurigakan, lebih baik saya batalkan saja transaksinya. Sekali lagi saya bagikan pengalaman ini semoga juga menjadi pelajaran juga buat rekan-rekan pebisnis atau calon pebisnis online, dalam menghadapi kasus-kasus seperti ini.  Akhir kata jangan sampai kasus ini mengecilkan niat rekan-rekan untuk berbisnis online, yang pasti kita harus lebih ektra hati-hati, karena resiko selalu ada.

Kelabu di Bulan Agustus 2008 – Bagian 1

Bulan Agustus 2008, bulan yang tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya. Itu bukan karena bulan Agustus adalah bulan kelahiran kedua putra kembar saya, bukan juga karena bulan kemerdekaan negara tercinta ini. Tetapi karena bulan tersebut saya menerima pengalaman yang pahit dalam berbisnis online. Kejadiannya memang sudah lama, tetapi baru dapat saya  bagikan sekarang, karena sebelumnya masih menunggu proses yang dilakukan oleh pihak bank. Awal bulan maret 2009  ini, proses yang dinantikan baru selesai, tetapi baru  saat ini saya dapat berbagi pengalaman ini.

Sedikit intermezzo, dalam menjalankan bisnis,  kemudahan pembayaran merupakan salah satu hal yang krusial. Jangan sampai karena pembayaran yang menyulitkan, pelanggan sampai lepas. Hal ini berlaku juga pada bisnis online. Di Perkakasku.com, saya berusaha menawarkan solusi pembayaran yang lengkap, dengan membuka rekening di bank-bank terkemuka. Tetapi rasanya kurang lengkap bila tidak ada pembayaran melalui kartu kredit. Oleh karena itu saya tak ragu membuka pembayaran via Paypal. Tak lama kemudian saya bekerjasama dengan NSIA untuk menghadirkan layanan pembayaran kartu kredit dalam rupiah. Kerjasama ini juga melibatkan pihak bank, yaitu Bank BNI untuk kepentingan otorisasi kartu kredit, dan penampungan dana hasil transaksi.

Selama ini kerjasama dengan NSIA dan BNI berjalan cukup baik. Transaksi pembayaran diproses dengan baik dan dana hasil transaksi, beberapa hari kemudian dikreditkan di rekening saya di BNI. Hingga suatu hari di awal bulan agustus, ketika  itu seorang pelanggan baru berbelanja sebuah mesin untuk dikirim ke Denpasar. Pelanggan tersebut menggunakan fasilitas pembayaran kartu kredit NSIAPay. Proses berjalan normal seperti biasa, invoice saya terima dengan keterangan pembayaran via NSIAPay. Saya cek di halaman administrasi Nsiapay, transaksi telah diotorisasi dengan baik. Barang segera saya siapkan, dan hari itu juga saya kirimkan. Beberapa hari kemudian dana hasil transaksi masuk ke rekening seperti biasa.  Sekitar 1 minggu kemudian, beliau berbelanja kemudian diikuti juga dengan beberapa ‘temannya’ dengan alamat lain di kota Denpasar.  Semua transaksi di pertengahan bulan Agustus tersebut begitu membabi buta, dan tanpa kecurigaan sedikitpun saya melayani transaksi-transakasi tersebut. Serupa dengan transaksi sebelumnya pembayaran menggunakan fasilitas payment gateway dari NSIAPay. Karena semua transaksi diotorisasi oleh Bank dengan baik maka saya segera memproses transaksi sebaik mungkin.

Sampai beberapa hari kemudian transaksi terus terjadi melalui NSIAPay dengan alamat tujuan ke Denpasar dan sebuah kota lain di utara Jawa Barat. Saya mulai sedikit curiga, saya lihat log transaksi di halaman admin NSIAPay, ternyata untuk mendapatkan otorisasi OK dari bank, si ‘pelanggan’ ini harus memasukkan kartu hingga 5 kali bahkan lebih. Saya cek ke support dari NSIAPay, tanggapannya adalah mereka tidak bisa memastikan itu transakasi fraud atau bukan, selama tidak ada komplain dari pemegang kartu. Saya berusaha membuang jauh-jauh tudingan pelanggan saya melakukan fraud. Akhirnya untuk memberikan pelayanan yang baik saya tetap mengirimkan pesanannya.

Sebelum hari  libur kemerdekaan RI, transaksi – transaksi kartu kredit saya settle, dengan harapan pada hari kerja berikutnya dana telah masuk ke rekening. Tetapi 2 hari kemudian dana tak kunjung masuk ke rekening saya. Hingga pada tanggal 21 Agustus, saya menerima surat ‘cinta’ dari BNI, yang menjelaskan status transaksi-transaksi tersebut dalam status hold. Sontak saya stress berat, ternyata kecurigaan saya benar. Saya segera menghubungi semua perusahaan jasa pengiriman, kebetulan transaksi menggunakan jasa pengiriman yang berebeda-beda. Beberapa barang bisa ditahan dan saya minta dikirim kembali ke alamat saya, karena belum diantar, ada barang yang diambil oleh ‘pelanggan’ di kantor perwakilan denpasar karena memang sudah ada referensi nomor resi. Hari itu saya sungguh berterima kasih pada Tiki dan ESL Express yang cukup tanggap bekerja sama untuk membatalkan pengiriman. Bila dihitung saya  bisa menyelamatkan 1/4 dari keseluruhan nilai transaksi.   Keesokan harinya surat ‘cinta’ dari BNI datang lagi untuk informasi penahanan dana transaksi yang lain, yang memang tidak saya kirim.

Masalah tidak berhenti sampai sini, transaksi-transaksi lain beberapa hari kemudian, yang menurut saya bukan anggota komplotan tersebut, ikut-ikutan ditahan oleh BNI.  Ini membuat saya cukup stress.. karena kerugian bukan saja dari transaksi dari komplotan itu saja, tapi dari transaksi-transaksi lain yang tidak ada hubungannya. Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan sementara layanan NSIAPay selama beberapa bulan.

Kerugian akibat kasus ini lumayan besar, sekitar 8 digit. Nilai yang cukup mengganggu bisnis yang sedang berkembang ini. Saya sempat  stress selama beberapa hari, tetapi ini tidak boleh membuat gentar untuk berbisnis online. Hal ini saya jadikan pengalaman yang sangat mahal untuk membuat saya jauh lebih hati-hati.  Tetapi cerita pengalaman belum berhenti di sini, masih ada pengalaman mengenai bagaimana penyelesaian kasus ini. Itu akan saya ceritakan di bagian selanjutnya.

Pengalaman Upgrade Ubuntu Dapper ke Hardy

Setelah sekian lama berbetah-betah dengan Ubuntu Dapper, akhirnya saya gatel juga untuk meng-upgrade OS di notebook ini ke Ubuntu Hardy. Boleh dibilang memang agak terlambat, tetapi memang banyak pertimbangan yang membuat upgrade baru dapat dilakukan sekarang. Saat ini alasan utama upgrade adalah  karena software di Dapper sudah mulai ‘ketinggalan jaman’, dan software baru banyak yang tidak bisa diinstall, seperti  Firefox 3.

Metode upgrade yang saya pilih adalah  network upgrade, agak deg-degan memang karena takut sekali suatu saat listrik mati atau internet mati . Saya menghindari fresh install karena takut kerjaan terganggu, tetapi kalau upgrade sampai gagal memang mau tidak mau harus fresh install.

Proses dimulai tanggal 1 Maret 2009 jam 2 siang. Pertama-tama saya backup dulu seluruh isi harddisk  ke harddisk external. Selanjutnya di update dulu seluruh software ke yang terbaru. Selanjutnya barulah memulai proses upgrade tidak terlalu sulit memang, tetapi setiap langkah selalu saya lakukan secara hati-hati. Proses upgrade dari verifikasi, download, install, pembersihan hingga reboot berlangsung selama 22 jam.  Upgrade selesai keesokan harinya tanggal 2 Maret 2009 jam 12 siang.  Waktu yang cukup lama sekali.

Setelah upgrade ada beberapa hal yang saya temui, seperti kernel yang digunakan ternyata masih kernel yang saga gunakan pada dapper. Selama menggunakan dapper saya menggunakan kernel 2.6.17.11. Waktu itu memang di-compile sendiri, karena kernel bawaan dapper belum support soft-modem dan support sound card yang belum optimal di notebook ini.  Memang di satu sisi ini hal yang baik karena kernel yang sebelumnya sudah tidak ada masalah. Terutama untuk softmodem yang menggunakan driver linuxant, bila upgrade kernel berarti saya harus bayar lagi.  Di sisi lain saya sedikit kecewa karena hardware-hardware terbaru mungkin belum disupport oleh kernel lama. Tapi kondisi masih oke lah, tidak ada masalah.

Hal lain yang menjadi catatan adalah automounting dari USB drive / harddrive. Ketika memasukkan usb flash disk atau media penyimpanan yang berbasis USB lainnya, ada pesan error yaitu mounting error wrong fs, dll. Waduh.. bagaimana ini, saya sempat kecewa sekali. Googling di web banyak sekali solusi yang tidak membuahkan hasil.  Hingga akhirnya menemukan halaman ini dari ubuntuforums.org . Harus membaca forum itu hingga hampir habis baru ketemu solusinya. Ternyata permasalahannya ada pada option flush. Langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi-nya adalah menjalankan program gconf-editor. Pada program tersebut pilih system>storage>default_options>vfat hapus opsi flush. Setelah selesai, ternyata automount usb drive sudah kembali normal. Seladak selidik, ternyata opsi flush baru support di kernel 2.6.19. Jadi wajar saja bermasalah pada kernel 2.6.17.

Hal-hal lain yang masih sedikit mengganjal, yaitu pada file manager nautilus. Bila sebelumnya untuk mencari / memilih file saya tinggal mengetikkan nama file-nya langsung sekarang tidak tahu kenapa tidak bisa dilakukan lagi. Padahal pada komputer lain yang saya install blankon lontara, yang juga berbasis ubuntu hardy 8.04 bisa digunakan. Untuk hal ini belum ketemu solusinya. Ada juga pada pemilihan themes, preview themes pada bagian appearance tidak nongol.  ada juga boot splash yang tidak nongol. Tetapi untuk hal-hal ini saya tidak terlalu ambil pusing.

Sejauh ini selain kekurangan yang  saya ceritakan. Hasil akhir upgrade ke Ubuntu Hardy 8.04 cukup memuaskan, sehingga saya tidak menyesal telah mengupgrade :) . Bagi rekan pembaca yang punya solusi untuk masalah di atas tolong beritahu saya ya. Terima kasih sebelumnya.

Mobile Web Tampaknya Sudah Perlu

Dahulu sekali saya pernah membuat artikel mengenai perlu tidaknya dot Mobi. Fokus artikel itu memang hanya pada domain .mobi, dan hingga saat ini pendirian saya masih tetap sama. Situs web besar seperti google saja mengarakahkan google.mobi ke m.google.com , jadi sebenarnya untuk apa .mobi? Lalu saya juga pernah membuat artikel mengenai mobile web di Indonesia worthed kah? Artikel yang saya buat lebih satu tahun yang lalu ini melihat trend mobile web saat ini sepertinya masih kurang menarik.

Tetapi sekarang jamannya sudah berbeda. Saat ini sudah tidak aneh lagi orang mengakses situs web dari handphone mengakses facebook, friendster, berita di detik.com sudah cukup nyaman dengan handphone. Kemudahan diberikan dengan bermunculannya  gadget-gadget canggih dari berbagai macam merk dari Blackberry , Iphone, Nokia E dan N series, HTC, dan lain-lain.  Jadi saat ini mobile web tampaknya sudah perlu, karena pasar jauh lebih besar. Karena tidak usah pakai penelitian lagi untuk menjelaskan fakta bahwa jumlah handphone  jauh lebih besar daripada jumlah komputer.

Tinggal bagaimana kita melayani pasar tersebut. Mengakses web di komputer dengan di handphone tentunya berbeda. Dengan layar yang cukup kecil,  tentunya kita kurang nyaman mengakses situs web dengan menggeser kanan – kiri, atas – bawah. Situs web harus dibuat dan didesain sedemikan rupa agar mudah diakses dengan keterbatasan yang ada. Sehingga mendesain situs web untuk digunakan diakses melalui handphone adalah suatu tantangan tersendiri.

Mobile web sebenarnya sudah pernah saya pertimbangkan setahun yang lalu, bahkan situs blog ini sudah bisa diakses dengan tampilan yang mobile friendly, berkat wordpress mobile plugin dari om Andy Moore, sejak lama. Situs perkakasku.com bila diakses melalui handphone juga akan menampilkan Perkakasku.com mobile coming soon. Sekarang tinggal mewujudkannya saja. Jadi tunggu saja tanggal mainnya.

Launching Serbaanak.com

Bulan ini kami (saya dan istri) meluncurkan situs serbaanak.com. Situs yang berjualan berbagai macam mainan edukatif untuk anak. Mainan edukatif yang kami jual dapat memaksimalkan perkembangan motorik, daya imajinasi dan kreativitas anak. Selain itu juga memiliki kelebihan karena terbuat dari bahan-bahan yang aman seperti cat non-toxic dan bebas timbal, sehingga aman untuk digunakan anak-anak.

Situs ini saya buat dengan memodifikasi script Perkakasku.com, yang desain dan warnanya disesuaikan agar nuansanya tetap berbeda. Jadi bila anda pernah mengunjungi Perkakasku.com anda pasti akan familiar dengan struktur situs ini. Operasional penjualannya lebih banyak dilakukan oleh istri saya yang tercinta :) , walaupun saya tetap membantu di balik layar. Ayo kunjungi situs Serbanak.com, sekarang juga.

Account Facebook Kembali Normal

Menyambung tulisan saya sebelumnya. Sekitar dua hari yang lalu atau tepatnya tanggal 4 Januari 2009 sekitar pukul 11:30 malam, saya iseng login lagi ke facebook. Sebenarnya sudah agak hopeless sih, karena sudah lebih dari seminggu tidak ada jawaban dari facebook, lalu cari-cari di lewat om google, tampaknya yang punya kasus dengan saya ini tidak ada penyelesaian sama sekali. Tapi keisengan berbuah hasil, cukup kaget tahu-tahu halaman profil saya yang keluar bukan tulisan invalid email lagi. Jadi saya senang bisa kembali ber-facebook. Kasus ini saya anggap selesai, facebook tidak akan saya tuntut.. :)