Yang namanya buka warung di internet, sepertinya tidak pernah berhenti dapat gangguan. Setelah sekitar 2 tahun yang lalu apes dapat kasus fraud kartu kredit. Tepatnya seminggu yang lalu ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dengan cara yang sedikit berbeda. Biasanya penipuan model gini dilakukan untuk penipuan undian berhadiah.
Ceritanya dimulai waktu sabtu pagi, ada yang telepon mengaku dari Cianjur dan berminat beli genset. Genset dia mau yang paling bagus, akhirnya saya tawarkan genset buatan Jepang. Setelah deal harga, beliau janji akan transfer segera. Tetapi saya tekankan dulu bahwa barang baru akan dikirim hari senin, jadi silahkan transfer hari senin. Untuk menegaskan keseriusannya orang tersebut mengirimkan alamat pengiriman di cianjur, dan kemudian janji akan transfer segera. Tak lupa beliau menanyakan no rekening, dan juga no. HP saya.
Sekitar siang hari, kebetulan saya ada urusan keluar, dan HP saya tertinggal. Staff saya di toko menerima telepon bahwa ada orang yang mengaku sudah transfer 1.7 jt ke rekening mandiri, dan hanya mau berbicara dengan saya. Staff saya sudah mengecek ke mandiri tidak ada transfer sejumlah itu. Saya cek sendiri via internet banking dana memang belum masuk.
Sekitar 1 jam kemudian, orang tersebut sms, dan menanyakan apakah dana sudah masuk. Saya balas belum, dan tak lama dia menelepon. Katanya mungkin karena hari ini sabtu bank tidak beroperasi, dia akan mengontak call mandiri. Tak lama kemudian, dia kembali menelepon katanya menurut operator call mandiri dana sudah didebet sebesar 7.5 jt dari rekening dia dan pasti sudah masuk ke rekening saya. Sambil telepon saya cek di internet banking dan dana tetap belum masuk, akhirnya dia minta ‘tolong’ saya untuk mengeceknya di atm mandiri, karena menurut call mandiri internet banking tidak update.
Dalam hati saya cukup tersenyum mendengar pernyataan konyol seperti itu. Tapi untuk menghabiskan rasa penasaran, saya cek juga ke atm mandiri, karena kebetulan ke bank mandiri terdekat saya tinggal nyebrang jalan. HP sengaja saya tinggal. Di atm saya kembali cek dan isinya sama persis dengan apa yang ditampilkan di Internet Banking. Saya kembali ke toko, tak lama orang tersebut kembali telepon, bertanya apakah sudah ada di ATM mandiri, saya bilang saya sudah print mutasi di ATM, dan dana tetap belum masuk. Orang tersebut kembali minta ‘tolong’ untuk kembali ke ATM, nanti di ATM dia akan sambungkan ke call mandiri. Mendengar hal ini saya sudah yakin ini akan berujung penipuan, akhirnya saya cuma jawab ok saja. Tapi saya tetap tidak ke mana2. 5 menit kemudian, orang tersebut telepon, bertanya apakah saya sudah di ATM? Saya jawab sudah, tapi ATM-nya tidak beroperasi. Dia minta ‘tolong’ lagi, pak tolong ke ATM yang lain nanti dia telepon lagi, karena orang dari call mandiri sudah menunggu di telepon dia yang lain. Saya hanya tersenyum sambil jawab OK pak, setelah menutup telepon. Saya matikan handphone selama 1 jam. Setelah 1 jam saya nyalakan lagi, dan orang itu tidak pernah nelepon lagi.
Rasanya ini sudah jelas bahwa ini akan berujung pada penipuan, sengaja hp tidak sering saya bawa-bawa. Takut terhipnotis, saya sudah bilang pada staff saya kalo saya terlihat bertindak aneh2 setelah telepon, siram saja.. supaya sadar hahahaha.. Jadi pada para pembaca, Waspadalah!
iya nih Ke gua juga pernah ada yang mau ambil barang ini sih udah puluhan juta soalnya mau ambil 10rb mtr kain, kalau ini modusnya dia bilang bosnya yang mau ambil barang. pabriknya di kerawang, dan memang sengaja hari jumat dia pesen barang dan dia udah fax transfer dari bank danamon tapi di BCA gua blm masuk, berapa kali dia bilang mau ambil barang hari sabtunya soalnya bukan salah bosnya yang transfer tapi salah banknya. Gua ga mau lah jadi gua bilang tunggu aja senin, dia bilang ntar bosnya marah dan lain sebagainya. Emang dia kasih no hpnya ,sampai hari sabtu sih bisa di hubungi tapi ternyata senin udah ga bisa di hubungi. Dan bener aja ga masuk tuh ke BCA pada hari seninnya , untung deh gua ngotot ga kasih barang sebelum masuk duitnya..ya kudu hati2 bener lah makin canggih aja penipuannya.
Bener pau, makin ke sini orang makin pinter nipunya..