Saya ada 1 buah komputer nganggur yang rencananya akan saya gunakan untuk keperluan administrasi toko. Komputer ini sebelumnya merupakan hibahan dari ortu yang memang sudah tidak terpakai. Awalnya komputer yang berspesifikasi processor AMD Duron 650 Mhz dan Harddisk 10GB ini akan saya gunakan untuk keperluan pameran yang saya ikuti di IBCC sekitar bulan November – Desember 2007 yang lalu. Saat itu mau tidak mau komputer tersebut memang perlu diupgrade karena memang pada waktu dihibahkan sudah tidak jalan. Akhirnya waktu itu saya upgrade ke processor dengan spesifikasi Celeron 1.6 GHz dengan motherboard Asus tipe GC-MX, memory 512MB. Untuk keperluan pameran waktu itu komputer saya installkan Xubuntu 7.10, dengan pertimbangan komputer ini memang hanya untuk memajang website Perkakasku.com. Sehingga pengunjung bisa mencoba website secara offline.
Setelah pameran berakhir komputer ini praktis tidak saya gunakan lagi. Hingga beberapa waktu belakangan ini di sela-sela kesibukan, saya berusaha menghidupkan komputer ini kembali. Berbekal dari bonus CD dari majalah Infolinux, saya mencoba memasang BlankOn “Lontara” Minimalis, Fedora 9, dan OpenSuse 11.0. Semuanya tidak saya install sekaligus tapi secara bergantian, dan digunakan untuk keperluan administrasi toko selama kurang lebih 2 hari. Semuanya digunakan dengan maksud untuk dapat berkoneksi dengan jaringan LAN yang telah ada, dan menggunakan printer HP Officejet 4355, untuk keperluan print, fax, copy, dan scan. Berikut ini saya ceritakan pengalaman dengan masing-masing OS.
BlankOn 3.0 “Lontara” Minimalis : Sekali coba sebenarnya saya sudah langsung jatuh cinta dengan OS ini. OS turunan dari Ubuntu ini langsung dapat mengenali semua hardware, berkoneksi dengan LAN, dan mengenali HP Officejet 4355, dan dapat menggunakan semua fiturnya (Print, Scan, dan Fax from PC), tanpa harus ngapa-ngapain lagi. Aksesnya cukup cepat karena memang OS ini didesain untuk komputer low-end. Saya dapat mengakses file dalam jaringan Windows dengan sempurna termasuk mengedit dan menyimpan dokumen yang tersimpan dalam jaringan. Kekurangannya hanya karena penggunaan software untuk officenya yaitu abiword dan gnumeric, yang terkadang kurang compatible dengan file dari Ms Word dan Excel. Tapi itu masih bisa dimaklumi.
Fedora 9, OS ini cukup baik dalam mengenali hardware yang ada, dapat mengakses jaringan LAN dengan baik pula. Tapi fedora tidak dapat mengenali fitur Fax from PC dari HP Officejet 4355. Semua paket yang berhubungan dengan HP LIP sudah terinstall dengan baik, dan sudah utak atik segalanya, dan cari info dari om google. Tapi saya tetap tidak dapat melakukan Fax From PC, akhirnya saya nyerah juga. Fitur ini termasuk yang penting karena banyak dokumen harus saya fax dari PC tanpa harus mencetaknya telebih dahulu. Lalu dalam mengakses file dalam jaringan Windows melalui Samba, saya sedikit kesulitan untuk mengedit dan menyimpan langsung dokumen yang tersimpan dalam jaringan. Kecuali disimpan dulu secara lokal disalin balik. Tapi rasanya cara ini cukup ribet. Dari segi kecepatan akses, memang agak lambat, tapi ini dimaklumi mengingat spesifikasi komputernya memang kurang memadai untuk OS seperti fedora 9. Mungkin harus didowngrade ke lite edition.
OpenSuse 11.0, sudah lama saya ingin sekali mencoba OS yang satu ini, dan baru sekarang saya punya kesempatan untuk mencobanya. Tapi sayang sekali setelah selesai menginstall ada masalah yang lansung muncul. OS ini tidak dapat menggunakan LAN yang sudah built-in pada motherboard komputer ini. Segala utak-atik sudah dilakukan tapi tidak berhasil, akhirnya saya nyerah juga
. Mungkin ilmu ngoprek linux saya memang masih kurang. Karena LAN tidak jalan, saya kurang bersemangat untuk mencoba fitur yang lainnya.
Akhirnya pilihan OS untuk digunakan pada komputer ex-hibah ini jatuh pada BlankOn “Lontara” Minimalis. Walaupun ada beberapa kekurangan, tetapi OS ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya pada komputer ini yang tak lebih hanya untuk keperluan kantor biasa.